Louis van Gaal Mundur Ajax: Struktur Birokrasi Langka Jadi Penghalang

Louis van Gaal mundur penasihat Ajax setelah kritik birokrasi 16 orang, bandingkan PSV, dan buka peluang Oranje tanpa kontak KNVB.

Author Image

Adel

Louis van Gaal Mundur Ajax: Struktur Birokrasi Langka Jadi Penghalang

Louis van Gaal melepas jabatan penasihat Dewan Komisaris Ajax pada Juli 2026. Mantan pelatih itu menilai struktur klub terlalu ramai dan masukan pengalamannya tidak lagi dipakai setelah Michael van Praag keluar dari dewan.

Inti artikel

  • Louis van Gaal melepas jabatan penasihat Dewan Komisaris Ajax pada Juli 2026
  • Dalam wawancara Voetbal International yang dirangkum Optimaise News, Van Gaal menegaskan rasa tak dihargai menjadi penentu
  • Peran penasihat dimulai 2023 saat Michael van Praag, kawan sekaligus ketua dewan saat itu, meminta bantuan

Dalam wawancara Voetbal International yang dirangkum Optimaise News, Van Gaal menegaskan rasa tak dihargai menjadi penentu. Dia membandingkan jalur panjang di Amsterdam dengan model PSV yang jauh lebih ramping, lalu menyinggung peluang kembali membantu Timnas Belanda.

Van Gaal jelaskan mengapa Ajax strukturnya bikin keputusan tak cepat

Peran penasihat dimulai 2023 saat Michael van Praag, kawan sekaligus ketua dewan saat itu, meminta bantuan. Van Gaal menerima. Tiga tahun kemudian dia merasa sudah cukup melihat, lalu meletakkan tugas di Juli lalu.

Dia menunjuk angka yang kerap muncul di pembahasan internal: enam belas orang ikut meninjau hampir setiap keputusan teknis. Dirinya bahkan berdiri di luar lingkaran itu. “Ada enam belas orang yang harus ikut meninjau setiap keputusan dan saya bahkan berada di luar itu. Pada akhirnya saya berpikir: saya hanya satu dari sekian banyak orang.”

Proses penunjukan pelatih baru atau rekrutmen pemain berjalan lamban. Dari enam belas orang tersebut, hanya dua yang dinilai punya pengalaman nyata di sepak bola papan atas. Sisanya, menurut Van Gaal, ikut bicara padahal kurang paham kecepatan kompetisi modern.

Dunia sepak bola menuntut keputusan cepat. Birokrasi yang memaksa setiap organ diberi tahu dan memberi persetujuan memakan waktu terlalu lama. Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa pola itu membuat pelatih sulit membentuk skuad sesuai visi sendiri.

Perbandingan kontras Ajax dengan PSV: model manajemen yang lagi cepat

Van Gaal menunjuk PSV sebagai acuan. Di Eindhoven jalur komunikasinya singkat, mirip Ajax era 1995 saat hanya lima atau enam orang yang memutuskan. Kini di Amsterdam, dia melihat ramainya pengaruh membuat direksi terhambat.

Model PSV digambarkan bekerja berdampingan antara dewan, direktur teknik, dan pelatih. Keputusan teknis tidak terpecah ke terlalu banyak meja. Prinsip itu, menurut Van Gaal, membuat klub lebih gesit merespons musim.

Ajax finis kelima Eredivisie musim lalu. Van Gaal menilai bangkitnya tidak akan cepat selama begitu banyak pihak punya hak pengaruh. Hubungan birokrasi dengan hasil klasemen, baginya, langsung terbaca dari sisa waktu yang habis di rapat, bukan di lapangan.

Isu tak dihargai: begitu jadi alas mati Ajax tak lagi dapat nasihatnya

Setelah Van Praag meninggalkan kursi interim dewan, nasihat Van Gaal tidak lagi dipakai. “Setelah kepergian Van Praag dari Dewan Komisaris, nasihat-nasihat saya tidak pernah lagi dipakai. Saya tidak dihargai sebagaimana mestinya oleh Ajax.”

Dia merasa diminta ikut berpikir tanpa tanggung jawab dan tanpa pengaruh. Situasi itu, lanjutnya, mirip pengalaman rekan yang pernah merasa hanya jadi tameng manajemen di depan publik. Rasa frustrasi memuncak ketika hal buruk terjadi di klub dan dia tak bisa mengubah apa pun dari posisi eksternal.

Prinsip Van Gaal sederhana: visi jelas, aturan, nilai, dan hasil. Kalau hasil tidak ada, orang harus pergi. Prinsip itu, katanya, harus berlaku di seluruh level manajemen, bukan hanya di ruang ganti.

Kosongnya masukan berpengalaman seperti dia berpotensi memengaruhi regenerasi teknis Ajax. Tanpa penasihat yang digubris, regenerasi pelatih dan rekrutmen bisa lebih sering terjebak ulang di jalur enam belas orang yang sama.

Van Gaal soal arah Ajax yang lambat bangkit dan prinsip kepemimpinannya

Van Gaal menilai Ajax tidak akan cepat bangkit selama banyak orang memengaruhi kebijakan. Direksi harus memutuskan, tetapi terhambat karena setiap organ terus diinformasikan dan harus menyetujui. Semua itu memakan waktu yang tidak cocok untuk sepak bola yang bergerak cepat.

Di sisi lain namanya ramai karena peluang Oranje. Ronald Koeman telah mundur usai Piala Dunia 2026. Van Gaal bilang selalu ingin membantu KNVB dan melihat kemungkinan. Dia menilai skuad saat ini bisa jadi juara Eropa atau dunia. Namun dia menegaskan belum ada kontak resmi. “Tapi belum ada kontak. Saya tidak tahu apa yang diinginkan KNVB.”

Dia sudah tiga kali melatih Timnas Belanda. Jika mengambil pekerjaan baru, kemungkinan besar di luar negeri, meski dia merasa lebih bugar dibanding 2022. Posisi terbuka itu belum berarti penunjukan. Bagi pembaca setia bola Belanda, sintesis mundurnya dari Ajax dan pencarian bondscoach baru menempatkan Van Gaal di persimpangan: frekuensi nasihat di klub versus opsi keempat di tim nasional, tanpa janji resmi dari Zeist.

FAQ
Mengapa Louis van Gaal mundur dari Ajax?
Karena struktur birokrasi melibatkan sekitar 16 orang di setiap keputusan teknis, masukan tidak dipakai setelah Van Praag pergi, dan dia merasa tidak dihargai.
Apakah Louis van Gaal sudah ditawari pelatih Timnas Belanda?
Belum. Dia terbuka, melihat peluang skuad, tetapi menegaskan tidak ada kontak dari KNVB.
Apa yang dimaksud model PSV menurut Van Gaal?
Jalur komunikasi singkat, mirip Ajax 1995 dengan lima atau enam pengambil keputusan, bukan rantai persetujuan panjang.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.