FORE Catat Laba & Miliar Usai Ekspansi Rp56,5 Miliar

FORE catat laba Rp56,5 miliar naik 34% di 1H26 berkat ekspansi 40-plus gerai ke kota tier 2-3. Pendapatan tembus Rp1 triliun, margin EBITDA 21,5%.

Author Image

Dyah

FORE Catat Laba & Miliar Usai Ekspansi Rp56,5 Miliar

Ekspansi Fore Coffee ke kota tier 2 dan 3 memberi dampak langsung pada profitabilitas serta skala bisnis grup di semester pertama 2026. Manajemen menempatkan alokasi dana IPO secara terarah agar pertumbuhan tetap efisien dan berkelanjutan.

Inti artikel

  • Ekspansi Fore Coffee ke kota tier 2 dan 3 memberi dampak langsung pada profitabilitas serta skala bisnis grup di semester pertama 2026
  • Manajemen menempatkan alokasi dana IPO secara terarah agar pertumbuhan tetap efisien dan berkelanjutan
  • Pendapatan naik 52 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp1 triliun

Pendapatan naik 52 persen dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp1 triliun. EBITDA tumbuh 65 persen ke Rp216 miliar dengan margin melebar ke 21,5 persen, sementara laba bersih naik 34 persen menjadi Rp56,5 miliar. Optimaise News mencatat lebih dari 40 gerai baru dibuka dengan porsi besar di pasar non-metro yang tersebar di atas 60 kota.

Lonjakan Pendapatan dan Margin EBITDA Semester I

Kinerja keuangan FORE di paruh pertama 2026 memperlihatkan akselerasi di hampir semua metrik utama. Pendapatan konsolidasi menembus Rp1 triliun setelah tumbuh 52 persen dari basis tahun sebelumnya.

EBITDA meningkat 65 persen year-on-year dan mencapai Rp216 miliar. Perluasan margin ke 21,5 persen mencerminkan efisiensi skala gerai yang membesar serta bauran produk yang lebih menguntungkan.

Laba bersih tercatat Rp56,5 miliar atau naik 34 persen. Pertumbuhan bottom line ini menunjukkan konversi penjualan ke laba yang makin solid meski ekspansi berjalan cepat.

Pembukaan 40-plus Gerai Baru ke Pasar Non-Metro

Pembukaan 40-plus Gerai Baru ke Pasar Non-Metro
Ilustrasi Pembukaan 40-plus Gerai Baru ke Pasar Non-Metro.

FORE membuka lebih dari 40 gerai baru sepanjang semester I 2026. Lebih dari 40 persen di antaranya ditempatkan di kota tier 2 dan 3 di luar pusat metro utama.

Pasar non-metro menawarkan biaya sewa yang lebih terkendali. Daya beli kelas menengah di wilayah itu cocok dengan posisi merek sehingga volume transaksi cepat naik.

Gerai-gerai baru tersebut berkontribusi nyata pada pendapatan grup. Fokus ke luar metro mengurangi risiko kejenuhan di kota besar dan memperluas peta pasar secara nasional.

Jaringan Grup Tembus 377 Outlet di 60-plus Kota

Jaringan Grup Tembus 377 Outlet di 60-plus Kota
Ilustrasi Jaringan Grup Tembus 377 Outlet di 60-plus Kota.

Total gerai aktif grup kini mencapai 377 outlet. Komposisinya terdiri dari 363 Fore Coffee di Indonesia, 10 outlet Donut, dan 4 gerai di Singapura.

Jumlah Fore Coffee di tanah air naik dari 259 menjadi 363 unit. Jaringan ini tersebar di lebih dari 60 kota di berbagai pulau.

Distribusi luas memperkuat kesadaran merek dan rantai pasok. Optimaise News melihat skala tersebut memberi daya tawar lebih baik dalam negosiasi sewa dan pengadaan bahan baku.

Disiplin Modal dan Imbal Hasil bagi Pemegang Saham

Presiden Direktur Vico Lomar menegaskan komitmen pada disiplin operasional. Ia menekankan alokasi dana IPO dilakukan terarah agar setiap rupiah menghasilkan nilai maksimal.

Hal ini sejalan dengan Dikabarkan akan ‘Go Public’, Ini Kata Bos Fore di mana fokus pengelolaan modal hati-hati terus dijaga. Manajemen ingin ekspansi membawa imbal hasil nyata bagi pemegang saham.

Dengan laba yang tumbuh dan margin yang melebar, posisi keuangan FORE semakin kuat mendukung rencana jangka panjang. Disiplin ini membedakan dari kompetitor yang ekspansi tanpa kontrol ketat.

Model Premium Affordable yang Perluas Basis Pelanggan

Model premium affordable menjadi fondasi ekspansi ke pasar baru. Konsumen di kota tier 2 dan 3 mendapatkan kualitas kopi serta suasana kafe setara metro dengan harga yang lebih aksesibel.

Pendekatan tersebut berhasil memperluas basis pelanggan di luar segmen urban core. Volume penjualan per gerai di lokasi non-metro memberi kontribusi positif terhadap total pendapatan.

Dengan 377 gerai, FORE memiliki jangkauan yang memungkinkan penyesuaian menu dan promosi tertarget. Frekuensi kunjungan di berbagai kota meningkat seiring loyalitas yang tumbuh.

Tanya Jawab Kinerja FORE Semester I 2026

Apa yang mendorong lonjakan laba FORE di semester I 2026?

Ekspansi lebih dari 40 gerai baru dengan porsi besar di kota tier 2 dan 3 menjadi pendorong utama. Disiplin operasional ikut menaikkan margin EBITDA ke 21,5 persen.

Berapa total gerai Fore Coffee dan di berapa kota saat ini?

Gerai Fore Coffee Indonesia mencapai 363 unit. Total grup termasuk Donut dan Singapura tembus 377 outlet yang tersebar di lebih dari 60 kota.

Bagaimana manajemen mengalokasikan dana IPO?

Vico Lomar menekankan alokasi terarah untuk ekspansi efisien dan disiplin modal agar memberi imbal hasil optimal bagi pemegang saham.

Seberapa besar pertumbuhan pendapatan dan EBITDA?

Pendapatan naik 52 persen menjadi Rp1 triliun. EBITDA tumbuh 65 persen ke Rp216 miliar dengan margin yang melebar ke 21,5 persen.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.