Asing Jual Bersih & IHSG Putus Reli Rp920 Miliar

Investor asing melakukan aksi ambil untung besar-besaran di bursa saham. Mereka melepas saham-saham yang sebelumnya melonjak kencang. Aksi ini memutus rentetan sembilan hari penguatan IHSG pada 22 Juli 2026.

Author Image

Dyah

Asing Jual Bersih & IHSG Putus Reli Rp920 Miliar

Investor asing melakukan aksi ambil untung besar-besaran di bursa saham. Mereka melepas saham-saham yang sebelumnya melonjak kencang. Aksi ini memutus rentetan sembilan hari penguatan IHSG pada 22 Juli 2026.

Inti artikel

  • Investor asing melakukan aksi ambil untung besar-besaran di bursa saham
  • Mereka melepas saham-saham yang sebelumnya melonjak kencang
  • Aksi ini memutus rentetan sembilan hari penguatan IHSG pada 22 Juli 2026

Indeks hanya mampu bertahan di zona merah tipis. IHSG ditutup turun 0,09 persen di level 6.334,48. Volume transaksi tetap tinggi meski arah pasar melemah.

Sepuluh Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

DSSA memimpin daftar saham dengan net foreign sell terbesar kemarin. Nilai jual bersihnya mencapai Rp230 miliar. Saham ini menjadi sasaran utama aksi ambil untung asing.

BBRI menyusul di posisi kedua. Investor asing melepas saham bank plat merah itu senilai Rp141,1 miliar. ASII menempati urutan ketiga dengan net sell Rp137,2 miliar.

TPIA, AMMN, MKPI, BUVA, BRMS, TLKM, dan BMRI melengkapi 10 besar. Saham-saham tersebut sempat menjadi andalan penguatan sebelumnya. Kenaikan harga yang cukup tajam mendorong aksi profit taking kemarin.

Daftar ini didominasi blue chip dan emiten tambang. Asing memilih mengamankan keuntungan di momen reli berakhir. Tekanan jual terasa merata di sejumlah sektor unggulan.

Rincian Nilai Beli dan Jual Investor Asing

Rincian Nilai Beli dan Jual Investor Asing
Ilustrasi Rincian Nilai Beli dan Jual Investor Asing.

Nilai jual investor asing di pasar reguler mencapai Rp5,755 triliun. Di sisi lain, nilai beli mereka tercatat Rp4,835 triliun. Selisih itu menghasilkan net sell Rp920,3 miliar.

Angka jual bersih ini cukup signifikan untuk satu sesi. Tekanan asing menjadi faktor utama pelemahan indeks. Pasar reguler menjadi arena utama aksi tersebut.

Net sell asing mencerminkan sikap hati-hati setelah reli panjang. Mereka mengurangi eksposur di saham-saham yang sudah naik tinggi. Aliran dana keluar ini membatasi ruang penguatan IHSG.

IHSG Tertahan Usai Sembilan Hari Hijau Beruntun

IHSG Tertahan Usai Sembilan Hari Hijau Beruntun
Ilustrasi IHSG Tertahan Usai Sembilan Hari Hijau Beruntun.

Reli sembilan hari beruntun IHSG resmi berakhir kemarin. Indeks tak mampu melanjutkan tren hijau meski sempat mencoba bertahan. Penutupan di zona merah tipis menandai koreksi ringan.

Sebanyak 367 saham melemah sepanjang sesi. Hanya 281 saham yang berhasil menguat. Sisanya stagnan di harga sebelumnya.

Nilai transaksi harian mencapai Rp18,52 triliun. Angka itu masih tergolong ramai untuk ukuran pelemahan tipis. Aktivitas pasar tidak surut meski arah indeks berubah.

Penguatan beruntun sebelumnya sempat mendorong optimisme. Namun aksi ambil untung asing memutus momentum tersebut. IHSG kini harus mencari pijakan baru di level 6.300-an.

Saham Blue Chip dan Tambang Jadi Sasaran Profit Taking

Saham blue chip menjadi sasaran utama aksi jual asing. BBRI, ASII, TLKM, dan BMRI masuk daftar paling banyak dilepas. Emiten-emiten besar ini sempat memimpin reli sebelumnya.

Sektor tambang juga tak luput dari tekanan. DSSA, AMMN, dan BRMS mencatat net sell cukup besar. Kenaikan harga komoditas sebelumnya membuat valuasi mereka menarik untuk dikunci untung.

Profit taking di saham unggulan ini menekan indeks secara keseluruhan. Bobot mereka yang besar di IHSG membuat dampaknya terasa. Pelemahan menyebar ke sejumlah emiten terkait.

Pelaku pasar menilai koreksi ini wajar setelah reli panjang. Banyak saham sudah naik tajam dalam sembilan hari terakhir. Aksi ambil untung menjadi respons alami di kondisi tersebut.

Volume dan Frekuensi Transaksi Masih Ramai

Meski IHSG ditutup merah, volume transaksi tetap tinggi. Nilai perdagangan Rp18,52 triliun menunjukkan minat investor masih kuat. Frekuensi transaksi juga tidak menunjukkan pelemahan berarti.

Ramainya transaksi mencerminkan perputaran saham yang aktif. Investor domestik tampak menyerap sebagian tekanan jual asing. Likuiditas pasar tetap terjaga di sesi koreksi ini.

Kondisi ini berbeda dengan pelemahan yang disertai volume tipis. Kali ini aksi jual diimbangi pembelian di harga yang lebih rendah. Pasar menunjukkan daya serap yang masih cukup baik.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati aliran dana asing lanjutan. Jika net sell berlanjut, tekanan ke IHSG bisa meningkat. Sebaliknya, stabilisasi asing berpeluang mengembalikan tren positif.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.