Jakarta, Optimaise News – Wisatawan Indonesia yang mendarat di Bandara Internasional Hat Yai pukul 10.30 WIB setelah lepas landas dari Jakarta langsung punya jendela waktu siang yang cukup longgar. Perjalanan darat ke pusat kota hanya 20 sampai 30 menit, sehingga siang pertama bisa dimanfaatkan tanpa buru-buru untuk belanja dan kuliner halal.
Inti artikel
- Rute ringkas ini disusun Optimaise News khusus pembaca yang baru pertama kali ke Thailand Selatan
- Fokusnya efisiensi gerakan, harga yang ramah kantong UMKM, serta titik yang bisa digabung dalam satu hari sebelum menginap
- Setelah bagasi keluar, penumpang biasanya sudah berada di kawasan pusat dalam kurang dari setengah jam
Rute ringkas ini disusun Optimaise News khusus pembaca yang baru pertama kali ke Thailand Selatan. Fokusnya efisiensi gerakan, harga yang ramah kantong UMKM, serta titik yang bisa digabung dalam satu hari sebelum menginap.
Pendaratan Pagi dan Lee Garden Plaza Jadi Titik Awal
Setelah bagasi keluar, penumpang biasanya sudah berada di kawasan pusat dalam kurang dari setengah jam. Lee Garden Plaza berdiri sebagai ikon belanja tanpa biaya masuk. Alokasikan dua jam penuh di sana untuk menyeberangi lantai, membandingkan harga pakaian, dan mengumpulkan oleh-oleh ringan.
Menjelang siang, jam 12.00 menjadi momen ideal menyantap makan siang di restoran berlabel halal di sekeliling plaza. Pilihan ini menjaga ritme energi tanpa harus keluar jauh dari zona belanja. Setelah perut kenyang, istirahat singkat di hotel bisa dilakukan sebelum check-in resmi pukul 14.00.
Pola ini cocok bagi traveler solo atau pasangan yang membawa koper kecil. Mereka tidak perlu taxi bolak-balik karena plaza, restoran, dan hotel sering berada dalam radius yang sama. Hemat waktu berarti lebih banyak sisa siang untuk tempat suci.
Wat Hat Yai Nai dan Kim Yong Market Menyusul Siang

Usai check-in, arahkan perjalanan ke Wat Hat Yai Nai. Di kompleks tersebut berdiri patung Buddha tidur berukuran besar yang menjadi magnet foto. Durasi kunjungan satu setengah jam sudah memadai untuk berkeliling area luar, menaiki undakan, dan menyimak suasana lokal tanpa terburu.
Dari wat, langkah berikutnya bisa dilanjutkan ke Kim Yong Market. Pasar ini dikenal luas karena camilan kering, cokelat kemasan, serta suvenir dengan harga yang masih terjangkau. Pembeli Indonesia biasanya fokus pada item ringan yang lolos bagasi kabin.
Urutan wat dulu lalu pasar mengurangi kelelahan. Suhu siang Thailand Selatan bisa tinggi, jadi berjalan di antara bangunan semi-terbuka lebih nyaman setelah istirahat hotel. Bawa air minum sendiri agar tidak berhenti terlalu sering.
Hatyai Municipal Park hingga Dua Night Market Malam Hari
Menjelang sore, Hatyai Municipal Park menawarkan pemandangan kota yang lega plus patung Buddha emas. Tiket masuk gratis sehingga cocok sebagai penutup siang sebelum malam tiba. Area terbuka ini juga memberi ruang istirahat kaki setelah belanja.
Begitu petang turun, ASEAN Night Bazaar mulai ramai. Stan pakaian, aksesori, dan makanan lokal memenuhi lorong. Di sisi lain, Greenway Night Market menonjolkan street food Thailand bersama produk kreatif buatan pengrajin setempat. Kedua pasar malam bisa dikunjungi bergantian dalam satu malam jika stamina masih sisa.
Bagi first timer, pilih satu pasar sebagai fokus utama malam pertama agar tidak kelelahan. Malam berikutnya baru pindah ke pasar yang belum dilalui. Cara ini menjaga kualitas foto dan pembelian tanpa mengorbankan tidur.






