Pontianak, Optimaise News – Pedagang musiman asal Bandung, Deddy (47), mencatat penjualan bendera Merah Putih sepi pembeli di Pontianak. Selama sepekan berjualan di Jalan Ali Anyang, rata-rata hanya dua hingga tiga orang yang datang tiap hari.
Inti artikel
- Pedagang musiman asal Bandung, Deddy (47), mencatat penjualan bendera Merah Putih sepi pembeli di Pontianak
- Selama sepekan berjualan di Jalan Ali Anyang, rata-rata hanya dua hingga tiga orang yang datang tiap hari
- Ia membuka lapak awal Agustus 2026, lebih lambat dari kebiasaan sebelumnya, demi menyambut HUT RI ke-81
Ia membuka lapak awal Agustus 2026, lebih lambat dari kebiasaan sebelumnya, demi menyambut HUT RI ke-81. Optimaise News merangkum situasi ini sebagai potret persaingan usaha musiman di Kalimantan Barat.
Bendera Merah Putih Sepi Pembeli di Pontianak Karena Kompetisi
Deddy sudah datang ke Pontianak setiap tahun untuk ke-11 kalinya. Usaha bendera dan hiasan kemerdekaan menjadi sumber penghasilan utamanya menjelang hari kemerdekaan.
Menurut pengakuannya, sepi terjadi karena makin banyak pedagang musiman serupa yang turut meramaikan lokasi. Lapaknya kini harus bersaing dengan deretan penjual lain yang menawarkan barang sejenis.
Ia menegaskan, “Minggu ini baru ada dua sampai tiga pembeli per hari, belum terlalu ramai.” Kutipan itu menggambarkan realitas lapangan yang berbeda dari ekspektasi tahun-tahun ramai.
Rincian Harga dan Asal Barang Dagangan

Seluruh stok bendera Merah Putih, umbul-umbul, serta hiasan kemerdekaan diangkut dari Jawa Barat. Deddy mengatur rantai pasok sendiri agar harga tetap kompetitif di pasar Pontianak.
Berikut kisaran harga yang dipasang Deddy di lapaknya:
| Jenis Barang | Kisaran Harga | Keterangan |
|---|---|---|
| Bendera ukuran kecil | Rp20.000 | Pilihan entry-level |
| Umbul-umbul & hiasan standar | Rp50.000, Rp150.000 | Paling sering ditanyakan |
| Set lengkap / ukuran besar | hingga Rp300.000 | Untuk kantor atau acara |
Variasi harga tersebut memberi ruang bagi pembeli rumah tangga maupun instansi. Namun volume transaksi masih terbatas pada dua sampai tiga orang per hari.
Tempat Tinggal dan Pola Operasi Musiman
Selama di Pontianak, Deddy menginap di rumah kerabat di Asrama Hidayat TNI. Pilihan ini menekan biaya sewa sehingga modal bisa dialihkan ke stok barang.
Ia hanya datang setahun sekali karena sifat usaha yang musiman. Kedatangannya di awal Agustus 2026 sengaja ditunda dibanding jadwal tahun-tahun sebelumnya.
Strategi logistik dari Bandung ke Pontianak tetap sama: barang dikirim massal lalu dijual langsung di lapak pinggir jalan. Pola ini sudah dijalankan selama lebih dari satu dekade.
Optimisme Menjelang Puncak 17 Agustus
Meski sepi di minggu pertama, Deddy yakin permintaan akan naik mendekati puncak peringatan 17 Agustus. Banyak warga biasanya menunggu mendekati hari-H sebelum membeli bendera.
Bagi pelaku UMKM musiman, data Deddy menjadi pengingat bahwa timing pembukaan dan jumlah pesaing sangat menentukan omzet. Keterlambatan buka lapak bisa memotong masa puncak penjualan.
Optimaise News mencatat, pengalaman 11 tahun Deddy memberi pelajaran praktis: pantau keramaian pesaing lokal, jaga stok variatif, dan siapkan buffer biaya hidup di lokasi sementara.






