Kenapa Pelari Bisa Kolaps Saat Maraton? Ketahui Penyebabnya
Jakarta, Optimaise News – Agus Putranadi, pelari asal Lombok, meninggal dunia setelah pingsan di BTN Jakarta International Marathon 2026. Kejadian ini menyoroti pentingnya memahami risiko kesehatan saat lomba marathon bagi para atlet pemula dan berpengalaman.
Inti artikel
- Agus Putranadi, pelari asal Lombok, meninggal dunia setelah pingsan di BTN Jakarta International Marathon 2026
- Kejadian ini menyoroti pentingnya memahami risiko kesehatan saat lomba marathon bagi para atlet pemula dan berpengalaman
- Dr Ngabila Salama menyebut sudden cardiac arrest sebagai penyebab kematian mendadak paling sering saat maraton
Penyebab Kematian Mendadak Paling Sering
Dr Ngabila Salama menyebut sudden cardiac arrest sebagai penyebab kematian mendadak paling sering saat maraton. Gangguan irama jantung seperti ventricular tachycardia berisiko henti jantung mendadak pada pelari dewasa. Kondisi ini bisa muncul mendadak tanpa pemicu jelas di tengah aktivitas intens.
Heat Stroke dan Kolaps Tubuh
Heat stroke terjadi saat suhu tubuh naik di atas 40 derajat Celsius memicu kebingungan dan kolaps. Pelari yang berisiko tinggi suhu tubuh selama lomba sering kali mengalami hal ini, terutama di cuaca panas tropis seperti Indonesia.
Risiko Dehidrasi dan Kehilangan Cairan
Pelari kehilangan lebih dari 3% berat badan akibat dehidrasi berisiko tinggi suhu tubuh selama lomba. Volume darah yang turun membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen. Penelitian menunjukkan pelari yang kehilangan cairan tidak diganti mengalami masalah ini secara signifikan.
Hyponatremia dari Terlalu Banyak Minum Air
Hyponatremia dari terlalu banyak minum air putih tanpa elektrolit bisa picu kejang dan kematian. Ini menjadi perhatian khusus bagi pelari yang habiskan waktu 4-5 jam atau lebih, terutama mereka yang terlalu agresif mengisi cairan.
Kelainan Jantung Bawaan HOCM
Hypertrophic Obstructive Cardiomyopathy (HOCM) adalah kelainan jantung bawaan yang paling sering sebab kematian mendadak saat olahraga. Kondisi ini bisa muncul pada pelari dewasa tanpa riwayat penyakit keluarga yang diketahui sebelumnya.
Gejala Bahaya yang Muncul Sebelum Kolaps
Gejala bahaya termasuk nyeri dada, sesak napas, pusing berat, pandangan gelap, dan kram di seluruh tubuh. Jika muncul, segera istirahat dan cari bantuan medis. Pengetahuan ini penting agar pelari waspada dini.







