Fiktor Harefa tiba di Mapolsek Metro Menteng Jumat, 24 Juli 2026 untuk memberi klarifikasi resmi. Satpam Bundaran HI itu menyatakan aksi sujud ke sopir Alphard dilakukan atas kemauan sendiri karena ketakutan, emosi, dan pikiran terganggu. Bukan karena paksaan dari pengemudi.
Inti artikel
- Fiktor Harefa tiba di Mapolsek Metro Menteng Jumat, 24 Juli 2026 untuk memberi klarifikasi resmi
- Satpam Bundaran HI itu menyatakan aksi sujud ke sopir Alphard dilakukan atas kemauan sendiri karena ketakutan, emosi, dan pikiran terganggu
- Bukan karena paksaan dari pengemudi
Ia menuntut perlakuan setara bagi pihak Alphard dalam fasilitasi penyelesaian. Optimaise News merangkum alur dari undangan penyidik hingga pertemuan itu. Timeline singkatnya: cekcok di penyeberangan Bundaran HI, video klarifikasi viral, undangan Kanit, lalu tatap muka di Menteng.
Fiktor Tegaskan Sujud Bukan Paksaan di Hadapan Penyidik
Fiktor menegaskan di depan penyidik bahwa sujud sopir alphard terjadi karena dirinya takut. Emosi meledak membuat otaknya terganggu saat itu. Ia pilih sujud sebagai cara meredakan ketegangan, bukan perintah orang lain.
Pernyataan ini menutup spekulasi paksaan yang sempat beredar di media sosial. Pengakuan Satpam di Bundaran HI kini dilengkapi detail emosional langsung dari yang bersangkutan. Perusahaan tempat ia bekerja tetap memberi perlindungan penuh.
Klarifikasi ini menjadi titik balik. Fiktor tampak tenang saat menjelaskan urutan peristiwa kepada petugas. Ia ingin publik paham keputusan sujud murni dari dirinya.
Harapan Setara: Ingin Diperlakukan Seperti Saat Insiden
Fiktor berharap pihak sopir Alphard mendapat perlakuan sama seperti yang dialaminya di lokasi kejadian. Saat itu ia merasa diintimidasi dan dimaki. Kini di polsek, ia ingin keseimbangan itu terwujud.
Tuntutan resiprokal ini belum digabung kompetitor dalam satu narasi dengan klarifikasi sukarela. Optimaise News melihat poin ini sebagai inti permintaan satpam. Apa yang diminta Fiktor jelas: perlakuan setara. Apa yang difasilitasi penyidik masih sebatas pertemuan.
Harapan itu disampaikan tenang tanpa nada marah. Ia percaya proses formal bisa meredakan ketegangan kedua belah pihak. Perlindungan dari perusahaan memberi rasa aman baginya.
Kuasa Hukum: Format Penyelesaian Masih Terbuka

Kuasa hukum Wiradarma Harefa menjelaskan penyidik atau Kanit memfasilitasi pertemuan. Format mediasi atau mekanisme lain belum dipastikan. Pihaknya siap mengikuti alur yang digariskan polsek.
Ketidakpastian ini membuka ruang dialog tanpa mengunci satu cara. Wiradarma menekankan fokus utama adalah klarifikasi fakta. Nasib satpam Bundaran HI, Sujud ke Sopir Alphard, kini masuk tahap fasilitasi resmi.
Ia menambahkan Fiktor datang dengan niat baik. Tidak ada desakan agar pihak Alphard melakukan aksi serupa. Yang penting proses berjalan adil dan terbuka.
Fiktor Masih Bertugas Sebelum Datang ke Polsek Menteng
Sebelum memenuhi undangan, Fiktor masih menjalankan tugas di lokasi kerja. Ia langsung berangkat ke Mapolsek Menteng setelah shift. Status on-duty ini menunjukkan komitmennya tetap profesional.
Perusahaan mendukung langkah tersebut. Perlindungan diberikan agar ia tidak merasa sendirian menghadapi proses hukum. Fakta ini jarang diangkat di pemberitaan sebelumnya.
Kedatangan langsung dari pos kerja menegaskan ia tidak menghindar. Fiktor siap menjelaskan detail demi detail. Penyidik menerima keterangan itu dengan tenang.
Latar Cekcok di Penyeberangan Bundaran HI
Insiden bermula di penyeberangan Bundaran HI saat lampu merah kendaraan. Fiktor menegur mobil Alphard yang dianggap melanggar. Terjadi dorong-dorongan singkat lalu keduanya dibawa ke pospol terdekat.
Satpam Bundaran HI Sujud ke Sopir Alphard Penerobos sempat menjadi sorotan publik lewat video. Kini klarifikasi di Menteng melengkapi potongan cerita itu. Fokus beralih ke penyelesaian formal.
Latar ini penting agar pembaca paham urutan peristiwa tanpa mengulang drama lama. Proses di polsek menjadi babak baru. Kedua pihak diharapkan menemukan jalan damai yang seimbang.







