FIFA ASEAN Cup 2026 Perdana di RI: GBK-Jalak Harupat

Edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Jakarta dan Bandung, 23 Sep, 3 Okt. GBK, Si Jalak Harupat, guarantee Prabowo, dan jaringan latihan Jabar-DKI.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

FIFA ASEAN Cup 2026 Perdana di RI: GBK-Jalak Harupat

– Indonesia memastikan diri sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026. Jakarta dan Bandung menjadi dual venue utama, dengan pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Si Jalak Harupat pada periode FIFA Matchday 23 September hingga 3 Oktober 2026.

Inti artikel

  • Indonesia memastikan diri sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026
  • Turnamen masuk kalender FIFA 2026
  • Rentang waktu yang diumumkan berkisar 23 September sampai 3 Oktober, dengan sejumlah laporan menyebut 24 September hingga 4 Oktober

Modal sejarah datang dari pengalaman Jawa Barat saat Piala Dunia U-17 FIFA 2023 serta surat Government Guarantee dari Presiden Prabowo Subianto yang sudah mendapat respons positif FIFA. Optimaise News mencatat dari keterangan pejabat terkait bahwa host contract sedang dibahas sejajar pola turnamen FIFA sebelumnya di tanah air.

Jadwal dan status resmi: Matchday FIFA September-Oktober 2026

Turnamen masuk kalender FIFA 2026. Rentang waktu yang diumumkan berkisar 23 September sampai 3 Oktober, dengan sejumlah laporan menyebut 24 September hingga 4 Oktober. Intinya, slot Matchday FIFA September-Oktober dipakai untuk Premier Division di Indonesia.

Rapat koordinasi di Kemenpora, Senin 10 Agustus 2026, mengunci status Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1. FIFA ASEAN Cup adalah kompetisi baru berlabel FIFA, bukan sekadar penerus Piala AFF, dan edisi ini digulirkan pertama kali di Indonesia.

Dua arena inti plus jaringan lapangan latihan di DKI dan Jabar

SUGBK di Jakarta dan Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, menjadi arena pertandingan resmi Premier Division. Kepala Dispora Jawa Barat Hery Antasari membenarkan penunjukan Si Jalak Harupat sebagai salah satu venue.

Jawa Barat menyiapkan jaringan latihan: Stadion ITB, Stadion Arcamanik, dan Stadion Sidolig, plus cadangan Stadion Unpad serta lapangan IPDN Jatinangor. Laporan lokal menyebut lima lapangan latihan di wilayah Bandung untuk menopang kebutuhan tim peserta.

Di DKI, selain SUGBK, opsi latihan mencakup Lapangan Banteng, Soemantri Brodjonegoro, Lapangan 1-2 JIS, dan Lapangan PTIK sebagai salah satu opsi bagi Timnas Indonesia. Dispora DKI menekankan layanan tambahan gratis bagi pemain dan ofisial yang memakai fasilitas daerah.

Sinergi lintas kementerian hingga dukungan Polri dan host contract

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan kesiapan bersinergi dengan DKI Jakarta usai rapat lintas instansi bersama Menpora Erick Thohir. “Kami siap untuk menjadi tuan rumah bersinergi dengan sahabat kami dari DKI Jakarta,” kata Herman kepada media Senin (10/8).

Rapat melibatkan Kementerian Keuangan, kementerian terkait lainnya, Polri, PSSI, PPKGBK, serta pejabat pemda termasuk Dispora DKI. Polri disiapkan untuk pengamanan dan mobilitas antarvenue.

Menpora Erick Thohir menegaskan Pemerintah Guarantee Presiden sudah dikirim, FIFA merespons positif, dan host contract secara garis besar mirip pengalaman U-20 dan U-17. Ia menyebut event ini sebagai yang terbesar FIFA setelah Piala Dunia untuk kawasan dan momen sejarah bagi bangsa.

Mengapa bukan sekadar Piala AFF: label FIFA dan Divisi Premier

Formatnya dua divisi. Divisi 1 atau Premier Division diikuti delapan negara dalam dua grup, dengan Indonesia sebagai tuan rumah. Divisi 2 atau Challenge Division di Hong Kong diikuti enam negara.

Komposisi grup yang beredar masih bisa berubah: Indonesia, India, Malaysia, dan Singapura di satu jalur; Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina di jalur lain. Daftar resmi peserta masih ditunggu. Erick berharap FIFA mengumumkan dalam satu-dua hari. Ada wacana India meninjau partisipasi karena bentrok jadwal lawan Brasil, tergantung kebijakan FIFA soal tim cadangan.

Label FIFA membedakan kompetisi ini dari Piala AFF lama. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, turnamen ini membawa standar venue, kalender Matchday, dan jaminan pemerintah pusat yang setara event FIFA junior sebelumnya.

Dampak lokal: sport tourism dan modal stadion pasca-U-17

Kedatangan tim, ofisial, dan penonton berpotensi menggerakkan pariwisata, transportasi, dan kuliner di sekitar Soreang dan koridor Jakarta-Bandung. Dispora DKI menekankan peluang sport tourism; pemda Jabar menggarap koordinasi venue, transportasi, dan keamanan.

Pengalaman Si Jalak Harupat sebagai venue Piala Dunia U-17 2023 menjadi argumen kesiapan teknis. Gubernur Jawa Barat juga digambarkan meminta garansi penuh pada persiapan daerah.

Bagi pembaca yang ingin memantau kesiapan nyata, peta praktisnya jelas: dual arena utama, cluster latihan di Jabar (ITB-Arcamanik-Sidolig plus Unpad-IPDN), cluster latihan DKI (Banteng-Soemantri-JIS-PTIK), dan timeline rapat 10 Agustus menuju Matchday akhir September. Itu kerangka yang menyatukan kesiapan lapangan dengan janji sport tourism lokal.

FAQ
Kapan FIFA ASEAN Cup 2026 digelar di Indonesia?
Pada jendela Matchday FIFA September-Oktober 2026, dengan rentang yang diumumkan 23 September hingga 3 Oktober (sebagian sumber menyebut 24 September, 4 Oktober).
Stadion mana yang dipakai?
Pertandingan di SUGBK Jakarta dan Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, didukung jaringan lapangan latihan di kedua wilayah.
Apa bedanya dengan Piala AFF?
Ini turnamen baru berlabel FIFA dengan format Divisi 1 (delapan tim) dan Divisi 2 di Hong Kong, plus jaminan pemerintah pusat dan host contract mirip event FIFA junior.
Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b