Tasikmalaya, Optimaise News – Mayat perempuan bernama Aam Amelia ditemukan berada di dalam sumur tua di Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Korban dilaporkan hilang selama 12 hari dan ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB saat warga mencium bau busuk dari sumur kering itu.
Inti artikel
- Korban dilaporkan hilang selama 12 hari dan ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB saat warga mencium bau busuk dari sumur kering itu
- Proses menarik jasad sempat terhenti berkali-kali karena seekor ular kobra yang bersembunyi di balik tubuh korban
- Namun akhirnya jasad Aam Amelia berhasil dievakuasi setelah tim SAR menangkap ular itu lebih dulu
Proses menarik jasad sempat terhenti berkali-kali karena seekor ular kobra yang bersembunyi di balik tubuh korban. Namun akhirnya jasad Aam Amelia berhasil dievakuasi setelah tim SAR menangkap ular itu lebih dulu.
Cronologi Penemuan Mayat dan Laporan Warga
Warga Desa Cilolohan mendapati bau busuk menyengat dari sumur yang seharusnya kering dan belum pernah dipakai. Uum yang didampingi Ketua RT Agus Gunawan saat mencari pencari korban yang hilang kemudian memeriksa sumur usia tua itu dan melihat lutut serta kaki jasad yang tergeletak telungkup.
Polsek Tanjungjaya langsung ditarik dan berkoordinasi dengan tim SAR, Basarnas, Damkar, Tagana serta aparat lainnya. Korban diketahui mengalami gangguan kejiwaan menurut informasi dari keluarga. Setelah ditemukan, tim langsung memastikan tidak ada luka di tubuh korban.
Kendala Berat Evakuasi Akibat Ular Kobra yang Bersembunyi
Sumur tua tersebut memiliki kedalaman sekitar 11 hingga 12 meter. Dimensi ular kobra yang berukuran besar membuat proses evakuasi menjadi berbahaya. Ular tersebut cukup sulit ditangkap karena berulang kali bersembunyi di balik jasad korban yang sudah membusuk.
Tim harus melakukan antisipasi ekstra, termasuk penggunaan oksigen untuk mencegah adanya gas beracun di dalam sumur. Kendala alat evakuasi juga disadari saat menghadapi masalah berbisa tersebut. Proses mulai pukul 09.59 WIB tapi sering dihentikan demi menunggu momen tepat yang aman.
Strategi Keselamatan Tim SAR Gabungan dan Peran Damkar
Tim SAR memutuskan menangkap ular kobra terlebih dahulu sebelum mengevakuasi jasad. Kapos SAR Tasikmalaya Bagus P menyatakan, “Kami putuskan tangkap dulu ularnya dengan libatkan Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Tentu hati-hati sekali.”
Tim Damkar BPBD menurunkan petugas dengan pakaian pelindung. Mereka memasuki karung setelah menangkap ular itu. Oksigen dipasang sebagai perlindungan tambahan terhadap risiko gas beracun. Strategi ini juga mencakup koordinasi dengan Seluruh lembaga yang terlibat untuk menghindari korban jiwa baru.
Langkah Akhir Evakuasi dan Serah Terima ke Keluarga
Jasad Aam Amelia akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan teknik vertical rescue. Petugas melepaskan ular itu lebih dahulu sebelum menurunkan jasad korban dengan hati-hati. Setelah berhasil ditarik ke atas, jasad diserahkan kepada keluarga di hadapan kepolisian.
Keluarga menolak autopsi dan memilih memakamkan jasad secara langsung. Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Hardiansyah menjelaskan, “Berdasarkan kasat mata, tidak ditemukan luka di tubuh korban.” Hal ini menjadi fakta penting karena peristiwa tersebut sempat menggegerkan seluruh warga setempat yang mengetahui korban sudah hilang 12 hari sebelumnya.
Rekomendasi Keamanan Penanganan Jasad di Daerah Rawan Hewan Berbisa
Evakuasi jasad korban yang membusuk di sumur tua menunjukkan pentingnya persiapan matang saat menghadapi situasi berbisa. Tim SAR yang berpengalaman dengan kondisi serupa menekankan langkah awal menangkap hewan berbisa sebelum menarik jenazah.
Antisipasi gas beracun juga menjadi standar penting di sumur tua yang sempit. Penggunaan oksigen serta pakaian pelindung lebih dari sekali membuktikan betapa rumitnya proses evakuasi ini. Bagi masyarakat di daerah rawan ular, lebih baik menghindari mengecek sumur sendirian dan segera melaporkan ke aparat yang lebih terlatih.







