Surabaya, Optimaise News – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjawab aduan peziarah Makam Keputih lewat solusi portal digital dan CCTV. Sistem ini menargetkan tarif tak menentu serta risiko keamanan kendaraan yang ditinggalkan lama.
Inti artikel
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjawab aduan peziarah Makam Keputih lewat solusi portal digital dan CCTV
- Sistem ini menargetkan tarif tak menentu serta risiko keamanan kendaraan yang ditinggalkan lama
- Bukan sekadar penataan biasa, langkah ini menghadirkan gate system modern
Bukan sekadar penataan biasa, langkah ini menghadirkan gate system modern. Optimaise News mencatat komitmen tegas agar tak ada lagi tarif parkir melebihi Rp5.000. Pengelolaan lama oleh jasa masyarakat sekitar diganti skema terbuka dan terukur.
Aduan Peziarah via Lapor Cak Eri yang Memicu Respons Cepat
Peziarah menyampaikan keluhan lewat hotline Lapor Cak Eri. Mereka protes tarif tidak konsisten di atas Rp5.000, penataan area, dan motor yang rawan hilang saat ditinggal berziarah.
Keresahan warga Surabaya terkait praktik parkir liar yang tercermin dari data makro. Sebanyak 1.442 aduan parkir masuk dari total 9.217 laporan Lapor Cak Eri dalam tiga bulan, 98 persen sudah dituntaskan. Angka itu menjelaskan kenapa fokus penertiban parkir jadi prioritas.
Aduan spesifik Makam Keputih disandingkan dengan data kota menciptakan gambaran utuh. Respons 1×24 jam jadi pola standar Pemkot.
Alur Masuk-Keluar Portal: Bayar QRIS atau E-Toll

Peziarah melewati portal parkir digital saat masuk kawasan makam. Pembayaran non-tunai memakai scan QRIS atau tap kartu e-toll.
Proses yang sama berlaku saat keluar. Tidak ada lagi interaksi tunai yang berpotensi memicu tarif berlebih. Alur praktis ini bisa dibayangkan pengunjung sebelum datang.
Setiap transaksi tercatat rapi. Retribusi mengalir transparan tanpa perantara informal.
CCTV Ganda: Amankan Motor dan Cek Pelat Saat Keluar

CCTV dipasang dengan fungsi ganda khusus di area portal. Satu sisi mengawasi proses bayar agar tak ada manipulasi retribusi.
Sisi lain memverifikasi nomor pelat kendaraan saat keluar. Data harus cocok dengan catatan masuk sebelum gerbang terbuka. Ini mencegah pencurian motor yang dikhawatirkan peziarah.
Kombinasi portal dan kamera menciptakan zona lebih aman. Kendaraan yang ditinggalkan lama saat ziarah jadi lebih terlindungi.
Transparansi Retribusi, Akhiri Praktik Tarif Melebihi Batas
Pemkot Surabaya Benahi Parkir Makam Keputih, Pasang portal dan CCTV demi retribusi yang terbuka. Eri Cahyadi menegaskan ke depan tidak ada lagi tarif parkir melebihi Rp5.000.
Dia masih sering menerima laporan serupa di lokasi lain. Praktik tarif di luar batas diakhiri lewat sistem digital yang meminimalkan celah.
Transparansi jadi kunci utama. Setiap peziarah tahu pasti berapa yang harus dibayar tanpa tawar-menawar.
Apa yang Berubah bagi Pengunjung Makam Keputih
Perubahan mendasar adalah peralihan dari jasa masyarakat sekitar ke sistem portal digital yang terukur. Peziarah mendapat kepastian harga dan prosedur baku.
Dampak langsung terasa saat mereka meninggalkan motor atau mobil dalam waktu lama. CCTV plus cek pelat memberi rasa aman lebih tinggi. Pembayaran non-tunai juga praktis tanpa siapkan uang pas.
Bagi peziarah rutin, pengalaman jadi lebih nyaman dan tertib. Kawasan makam beralih ke standar penataan kota yang lebih luas.







