Horison Arcadia Ajak Anak Jaga Bumi lewat Clay Daur Ulang

Horison Arcadia Heritage Surabaya rayakan HAN 2026 23 Juli lewat clay daur ulang I'm Not Trash dan storytelling Read Me Aloud. Anak belajar jaga bumi plus.

Author Image

Adel

Horison Arcadia Ajak Anak Jaga Bumi lewat Clay Daur Ulang

Horison Arcadia Heritage Rajawali di Jalan Rajawali, Surabaya Utara, menggelar perayaan Hari Anak Nasional 2026 pada 23 Juli dengan fokus ganda: kreasi dari bahan daur ulang dan sesi literasi. Hotel heritage itu mengajak anak-anak menghias karakter clay sambil mendengar cerita, sehingga momen liburan berubah menjadi ruang belajar peduli bumi dan membaca.

Inti artikel

  • Pendekatan dual-edukasi ini membedakan acara dari perayaan musiman biasa
  • Acara digelar lewat kerja sama Horison Arcadia Heritage, komunitas I’m Not Trash, dan Read Me Aloud
  • I’m Not Trash menghadirkan aktivitas clay plus mewarnai, sementara Read Me Aloud mengisi sesi bermain dan storytelling

Pendekatan dual-edukasi ini membedakan acara dari perayaan musiman biasa. Anak tidak hanya bermain, tapi langsung merasakan bagaimana sampah bekas bisa jadi media kreatif yang menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.

Kolaborasi Tiga Pihak: Hotel, Kreator Daur Ulang, dan Komunitas Baca

Acara digelar lewat kerja sama Horison Arcadia Heritage, komunitas I’m Not Trash, dan Read Me Aloud. I’m Not Trash menghadirkan aktivitas clay plus mewarnai, sementara Read Me Aloud mengisi sesi bermain dan storytelling.

Tiga pihak saling melengkapi. Hotel menyediakan ruang heritage yang nyaman, kreator daur ulang menyiapkan material, dan komunitas baca memastikan nilai literasi tetap menonjol. Arcadia Heritage Surabaya ajak anak-anak berkegiatan secara terpadu, bukan sekadar hiburan lepas.

Kolaborasi disebut langkah nyata. Literasi dan kepedulian lingkungan diajarkan dalam satu paket, jarang terjadi di perayaan serupa di kota ini.

Karakter Unik dari Bahan Bekas Jadi Media Belajar Jaga Bumi

Karakter Unik dari Bahan Bekas Jadi Media Belajar Jaga Bumi
Ilustrasi karakter Unik dari Bahan Bekas Jadi Media Belajar Jaga Bumi.

Anak-anak diberi karakter lucu yang terbuat dari bahan daur ulang. Mereka mewarnai dan menghias dengan kuas serta cat warna-warni. Bukan mainan pabrik biasa, karakter itu berasal dari limbah yang diolah ulang.

Lewat sentuhan tangan sendiri, anak dikenalkan pentingnya menjaga bumi. Mereka melihat langsung bahwa barang bekas punya nilai baru jika diperlakukan kreatif. Proses ini menanamkan pesan sederhana: bumi butuh perawatan sejak usia dini.

Wajah ceria anak-anak usai selesai menghias menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan bisa menyenangkan. Tidak ada ceramah panjang, hanya aksi nyata di meja kreasi.

Storytelling dan Bermain yang Tanamkan Literasi Sejak Dini

Storytelling dan Bermain yang Tanamkan Literasi Sejak Dini
Ilustrasi Storytelling dan Bermain yang Tanamkan Literasi Sejak Dini.

Setelah sesi clay, Read Me Aloud mengajak anak bermain sambil mendengarkan cerita. Suasana cair membuat anak lebih mudah menyerap pesan. Cerita dipilih yang dekat dengan tema kebersihan dan kepedulian.

Kombinasi bermain dan storytelling memperkuat daya ingat. Anak tidak hanya mendengar, tapi merasakan alur lewat gerak dan ekspresi. Literasi tumbuh alami tanpa tekanan.

Metode ini cocok untuk usia dini. Hotel memanfaatkan momen HAN agar kebiasaan membaca dan peduli lingkungan berjalan beriringan.

Pesan General Manager: Hotel sebagai Wadah Tumbuh Kreatif

General Manager Rully Herlambang menegaskan, Hari Anak Nasional harus jadi wadah tumbuh kreatif dan peduli lingkungan. Ia menilai kolaborasi dengan I’m Not Trash dan Read Me Aloud sebagai langkah konkret.

Hotel berkomitmen agar setiap kegiatan di sana tetap menyenangkan sekaligus sarat edukasi. Rully menekankan peran hotel heritage di kawasan utara sebagai ruang tumbuh positif bagi generasi muda.

Menurutnya, edukasi tidak harus kaku. Dengan media daur ulang dan cerita, anak-anak meninggalkan acara sambil membawa kebiasaan baru yang berguna.

Pola Keterlibatan Komunitas Hotel di Kawasan Kota Lama

Acara ini memperkuat pola keterlibatan Arcadia Heritage di kawasan Kota Lama. Hotel kerap membuka ruang untuk program komunitas, sehingga HAN 2026 terasa sebagai kelanjutan, bukan event sporadis.

Bandingkan dengan perayaan paralel KAI Daop 8 di Stasiun Gubeng yang mengajak 250 siswa dari 8 sekolah belajar keselamatan kereta, mengenal profesi, dan nonton film. Hotel fokus kreativitas-lingkungan-literasi, sementara KAI menonjolkan transportasi dan keselamatan. Orang tua punya dua opsi edukasi berbeda di Surabaya.

Optimaise News melihat sinergi literasi plus daur ulang sebagai paket utuh yang jarang digarisbawahi media lain. Hotel tampil sebagai wadah edukasi berkelanjutan di kawasan heritage, bukan sekadar tuan rumah sekali pakai.

Takeaway praktis untuk rumah atau sekolah: siapkan bahan bekas sederhana, ajak anak menghias, lalu selingi dengan cerita pendek tentang bumi. Ide murah ini menanamkan peduli lingkungan dan minat baca tanpa perlu acara besar.

Tanya Jawab Acara HAN di Arcadia Heritage
Kapan dan di mana acara digelar?
Acara berlangsung 23 Juli 2026 di Horison Arcadia Heritage Rajawali, Jalan Rajawali, Surabaya.
Siapa mitra utama hotel?
I’m Not Trash mengisi clay dan mewarnai dari bahan daur ulang, sementara Read Me Aloud memandu storytelling dan bermain bersama.
Apa pesan inti yang ingin disampaikan?
General Manager Rully Herlambang menekankan HAN sebagai wadah tumbuh kreatif sekaligus peduli lingkungan lewat aktivitas menyenangkan yang sarat edukasi.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.