Eddie O’Shea bangga menutup Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone dengan finis kedelapan. Pembalap tuan rumah GRYD Racing itu unggul sekitar 0,4 detik dari Veda Ega Pratama yang finis kesembilan.
Inti artikel
- Eddie O’Shea bangga menutup Moto3 Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone dengan finis kedelapan
- Pembalap tuan rumah GRYD Racing itu unggul sekitar 0,4 detik dari Veda Ega Pratama yang finis kesembilan
- Itu hasil terbaiknya di GP kandang, plus kemenangan kedua atas pembalap Honda Team Asia musim ini
Itu hasil terbaiknya di GP kandang, plus kemenangan kedua atas pembalap Honda Team Asia musim ini. Motornya memakai livery warna bendera Britania. Optimaise News merangkum, gap tipis itu jadi bukti ketahanan setelah musim debut 2025 yang minim poin.
O’Shea Rayakan Hasil Terbaik di GP Kandang Setelah Debut Berminyak
Tahun lalu di lintasan yang sama dia hanya finis ke-17 dan pulang tanpa poin. Kini di usia 19 tahun dia masuk zona poin di depan penonton rumah sendiri.
Bagi rider GRYD Racing, kedelapan itu lebih dari sekadar angka klasemen. Itu perbaikan nyata dibanding tampilan Silverstone 2025 yang jauh dari target.
Dukungan teknis Honda di garasi tetap sama, tapi ritme balapan kandang terasa lebih matang. Poin yang dikantongi langsung terasa lebih berharga karena datang di seri tuan rumah.
Veda Masih Ungguli dalam Klasemen Moto3 Tapi Kalah Spasial di Silverstone

Veda Ega Pratama tetap andalan Honda Team Asia di Moto3 2026. Di Silverstone dia kalah satu strip dari O’Shea, padahal secara musim masih lebih mapan di papan skor.
Konteks di grid lain juga panas. SIC58 Squadra Corse, tim milik Paolo Simoncelli, hanya meraih poin lewat satu rookie: Casey O’Gorman finis ke-12 setelah start ke-17. Leo Rammerstorfer finis ke-17, di luar zona poin.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, kontras itu membuat SIC58 disebut salah satu sarang rookie tersulit di musim ini. Honda di atas kertas masih bisa bersaing lewat nama seperti Veda, sementara KTM Tech3 merayakan podium lagi lewat Valentin Perrone.
Motor Livery Special O’Shea Bikin Penonton Inggris Hiburan Tambahan
Livery khusus bernuansa Union Jack membedakan motor O’Shea di paddock. Warna itu jadi identitas visual GP kandang, bukan sekadar stiker musiman.
Penonton lokal mendapat tontonan ganda: rider Inggris di depan Veda dan mesin yang tampak seperti bendera yang bergerak. Detail itu jarang jadi fokus laporan lain, padahal itulah yang membuat tribun Silverstone lebih ramai merespons.
Kisah Debut Moto3 O’Shea dari Nol hingga Tiga Poin di Mandalika
Musim debut 2025 dia tidak menonjol. Total hanya tiga poin sepanjang tahun, jauh dari ekspektasi rookie yang ingin cepat masuk sepuluh besar rutin.
Poin pertama justru datang di GP Indonesia di Sirkuit Mandalika, dengan finis ke-15. Dari nol di awal musim, angka itu jadi jangkar mental sebelum dia kembali ke Inggris tahun berikutnya.
Sintesisnya sederhana: Mandalika memberi tiket poin perdana, Silverstone 2025 masih kering, Silverstone 2026 akhirnya merayakan kedelapan. Kronologi itu memperlihatkan progres bertahap, bukan lompatan semalam.
Gap 0,4 Detik Jadi Motivasi Sukses Britania di Kelas 125cc
Selisih 0,4 detik ke Veda cukup meyakinkan di lintasan yang rapat. Bagi O’Shea, menyingkirkan rival Indonesia untuk kedua kalinya musim ini menegaskan dia bisa bertahan di duel spasial, bukan hanya di kualifikasi.
Kelas 125 cc (Moto3) menghargai ketahanan sepersekian detik. Hasil kedelapan plus livery rumah jadi paket motivasi menuju sisa kalender, meski Veda secara klasemen masih lebih unggul.
Pembaca Indonesia melihat dua sisi: Veda kalah strip di Inggris, tapi grid rookie lain seperti SIC58 justru lebih tertekan. O’Shea membawa pulang poin dan cerita kandang yang jauh lebih bersih dibanding debutnya yang hanya tiga poin setahun.







