Arti Rebo Wekasan untuk Tradisi Tolak Bala
Palembang, Optimaise News – 12 Agustus 2026 jatuh pada hari Rabu yang juga menandai akhir bulan Safar 1448 menurut kalender Hijriah Indonesia. Pada hari tersebut masyarakat Jawa Sunda Madura sering mengamalkan doa tolak bala sebagai ritual penutup bulan bersahaja. Tradisi ini berkaitan dengan permohonan keselamatan dari bala dan bencana. Orang-orang menganggapnya sebagai sarana spiritual membersihkan diri dari kekhususan negatif.
Inti artikel
- 12 Agustus 2026 jatuh pada hari Rabu yang juga menandai akhir bulan Safar 1448 menurut kalender Hijriah Indonesia
- Pada hari tersebut masyarakat Jawa Sunda Madura sering mengamalkan doa tolak bala sebagai ritual penutup bulan bersahaja
- Tradisi ini berkaitan dengan permohonan keselamatan dari bala dan bencana
Pengamalan ritual tersebut tetap berjalan meski tanpa mewajibkan keyakinan khusus tentang hari sial. Ulama memberikan izin luas agar siapa saja yang ingin dapat manfaat kebaikan dapat mengerjakannya. Komunitas seperti NU Online menekankan pentingnya merapatkan doa tolak bala dengan rangkaian lain seperti doa doa tolak dan silaturahmi antar sesama.
Tata Cara Sholat Sunnah Lidaf’il Bala yang Diajarkan Klasik
Waktu pelaksanaan sholat sunnah tolak bala dimulai sejak pagi hingga selesai sebelum maghrib. Caranya mengikuti pola dua rakaat dengan niat khusus Ushalli Sunnatan lidaf’il bala’i rak’ataini lillahi ta’ala. Langkah demikian dimulai dari takbiratul ihram lalu bacaan Al Fatihah pada setiap rakaat.
Setelah sujud ikhlas doa dilakukan. Pembacaan tambahan per rakaat antara lain Al Kautsar sebanyak 17 kali Al Ikhlas lima kali Al Falaq sekali dan An Nas sekali. Seluruh rangkaian berlangsung dengan penuh tumaninah pada rukuk iktidal dan sujud.
Rangkaian Amalan Tambahan untuk Doa Tolak Bala dan Doa Selamat
NU Online menyebut praktik lengkap meliputi sholat sunnah doa khusus selamatan silaturahmi sedekah dan berbuat baik kepada sesama. Langkah pertama adalah niat sunah mutlak sebagai hajat memohon keselamatan. Setelah salam doa diakhiri dengan membaca doa tolak bala dan doa selamat di sepanjang hari.
Anjuran klasik ini dirujuk dari Syekh Ahmad bin Umar Ad-Dairabi yang menyatakan pelaksanaan sholat tolak bala tidak perlu syarat keyakinan berat. Orang dapat mengerjakannya kapan saja sebagai cara membersihkan keberkahan hidup.
Manfaat Spiritual Doa Tolak Bala bagi Masyarakat Indonesia
Tradisi Rebo Wekasan ini semakin relevan di era sekarang di mana orang mencari ketenangan di tengah hiruk pikuk kehidupan. Banyak yang melakukan amalan doa tolak bala bersama keluarga untuk menjaga kesehatan dan keamanan keluarga. Silaturahmi yang dilakukan antar tetangga juga ditambah untuk memperkuat rasa persaudaraan.
Para ulama menegaskan bahwa doa tolak bala dan doa selamat bersifat sunnah hajat yang dipanjanggikan kepada Allah. Praktik ini menjadi salah satu bagian tradisi keagamaan yang terus dijaga generasi muda demi mempertahankan nilai-nilai budaya Jawa Sunda dan Madura.
Tips Melakukan Doa Tolak Bala di Hari Ini
Persiapkan tempat sholat dengan khusyuk. Niatkan dengan sungguh hati sebelum mulai bacaan. Lakukan dengan baik hingga salam dan jangan lupa menuntaskan sebelum maghrib karena pergantian hari hijriyah. Setelah itu siapkan waktu untuk berdoa rutin baik secara pribadi maupun bersama tetangga.
Dengan mengamalkan doa tolak bala dan doa selamat secara berkelanjutan diharapkan mendapatkan berkah dan perlindungan dari yang tidak diinginkan. Optimaise News mendorong semua orang untuk melestarikan tradisi ini sebagai bagian penting dari kehidupan spiritual.







