Roket Long March 7A milik China yang membawa satelit komunikasi ChinaSat-4B meledak sekitar 85 detik setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan pada Senin malam (10 Agustus 2026) waktu setempat. Kantor berita pemerintah Xinhua mengonfirmasi insiden ini sebagai kegagalan pertama roket tersebut sejak penerbangan perdana tahun 2020. Kegagalan ini dipicu anomali saat penerbangan yang menyebabkan ledakan total di ketinggian rendah.
Inti artikel
- Kantor berita pemerintah Xinhua mengonfirmasi insiden ini sebagai kegagalan pertama roket tersebut sejak penerbangan perdana tahun 2020
- Kegagalan ini dipicu anomali saat penerbangan yang menyebabkan ledakan total di ketinggian rendah
- Roket Long March 7A meluncur tepat pukul 20.02 waktu setempat dan berubah menjadi bola api besar hanya beberapa menit setelah angin terbang
Optimaise News mencatat roket panjang sekitar 60 meter dengan muatan maksimal tujuh ton ini dirancang untuk membawa ChinaSat-4B yang seharusnya menyediakan layanan radio, televisi, dan komunikasi bagi wilayah terpencil yang sulit dijangkau jaringan. Saham perusahaan China yang terkait sektor antariksa langsung bereaksi negatif, dengan China Spacesat Co turun minimal 6,6 persen dan Hunan Aerospace Huanyu turun sekitar enam persen pada hari peluncuran.
Kronologi Ledakan yang Terlihat Secara Detik-detik
Roket Long March 7A meluncur tepat pukul 20.02 waktu setempat dan berubah menjadi bola api besar hanya beberapa menit setelah angin terbang. Video rekaman menunjukkan detik-detik dramatis sebelum ledakan, dengan suara orang-orang di sekitar lokasi terkejut dan video yang beredar di media sosial China sebagian dihapus atau dibatasi. Puing roket jatuh di area terbatas dan tidak mencapai orbit transfer geostasioner.
Kantor berita Xinhua baru melaporkan insiden tiga jam setelah jadwal peluncuran dengan menyatakan penyebab masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Insiden ini sekaligus menunda peluncuran kedua roket Zhuque-3 milik perusahaan swasta LandSpace yang seharusnya diluncurkan keesokan harinya dari stasiun Jiuquan.
Dampak Keuangan terhadap Saham Perusahaan Antariksa China
Sektor saham antariksa China langsung merespons kegagalan ini dengan pelemahan signifikan. Perusahaan China Spacesat Co dan Hunan Aerospace Huanyu sempat turun enam persen sebelum memangkas sebagian keuntungan. Dampak ini bisa memperlambat target China menjadi pemimpin dunia dalam ilmu pengetahuan luar angkasa pada 2050 karena investasi publik dan swasta di sektor ini menjadi lebih hati-hati.
Berbeda dengan roket Long March 7A yang tidak dirancang dapat digunakan kembali, roket Zhuque-3 milik LandSpace didesain sebagai generasi baru yang bisa mendaratkan kembali tahap pertamanya. Kegagalan ini menunjukkan betapa sulitnya merancang roket satu tahap tersebut yang mampu tetap eksis dalam kompetisi ketat dengan SpaceX.
Konteks Misi ChinaSat-4B untuk Wilayah Terpencil
ChinaSat-4B seharusnya memberikan layanan komunikasi vital bagi daerah-daerah terisolasi di China dan negara sekitarnya. Satelit ini mampu mengangkut beban hingga tujuh ton ke orbit geostasioner dengan ketinggian 35.405 kilometer. Kegagalan roket berarti target tersebut mungkin tertunda atau diganti dengan pesawat lain yang lebih aman.
Lokasi Wenchang menjadi tujuan wisata antariksa utama dan tempat misi Chang’e-7 diluncurkan pada paruh kedua tahun ini. Banyak warga setempat berkumpul di pusat viewing untuk menyaksikan peluncuran, meski kini banyak video yang dihapus karena pembatasan ketat di China.
Reaksi Elon Musk atas Kegagalan Roket China
Elon Musk, pendiri SpaceX, mengomentari keadaan di X: “Membuat roket itu memang luar biasa sulit.” Ia yang pernah mengalami serangan serupa di balik sejarah teknologi roketnya sendiri. Komentar ini mendapat perhatian besar karena menekankan betapa kompetitifnya bidang antariksa saat ini.
Insiden ini juga memaksa China reevaluasi pendekatannya terhadap roket andalan. Meski media lokal China minim memberitakan peristiwa ini, efeknya terlihat jelas dari pelemahan saham dan penundaan misi selanjutnya.







