Malang, Optimaise News – Ketua Asosiasi Desainer Grafis Indonesia Chapter Malang Dimas Fakhrudin berhasil masuk lima besar dari ribuan karya yang dilamar untuk nominasi logo Ibu Kota Nusantara. Penghargaan ini semakin menggembungkan industri kreatif lokal setelah melalui gelombang event besar di gedung Malang Creative Centre. Melalui inisiatif lintas sektor, desainer Malang kini semakin diakui luas dan didukung pemerintah daerah.
Inti artikel
- Penghargaan ini semakin menggembungkan industri kreatif lokal setelah melalui gelombang event besar di gedung Malang Creative Centre
- Melalui inisiatif lintas sektor, desainer Malang kini semakin diakui luas dan didukung pemerintah daerah
- Pemilihannya ini memperkuat posisi kota Malang sebagai pusat desain grafis di wilayah Jawa Timur
Dimas Fakhrudin yang juga dosen DKV Vokasi Universitas Brawijaya menyatakan pada 30 Januari 2025 bahwa desain grafis sebenarnya berfungsi sebagai katalisator kebutuhan industri di mana pun. Angka partisipasi ribuan karya dari seluruh Indonesia jadi bukti bahwa kota Malang kini melangkah lebih maju di ranah desain grafis, animasi, game dan bahkan kecerdasan buatan. Apa yang dulu mungkin hanya sekadar kegiatan lokal berubah jadi momentum nasional setelah 1.008 event kreatif digelar di MCC delapan lantai sepanjang tahun lalu.
Dimas Masuk Lima Besar Nominasi Logo IKN
Ketua Asosiasi Desainer Grafis Indonesia Chapter Malang Dimas Fakhrudin termasuk salah satu dari lima besar yang mengikuti ajang logo Ibu Kota Nusantara bersama ribuan lainnya. Pemilihannya ini memperkuat posisi kota Malang sebagai pusat desain grafis di wilayah Jawa Timur. Sebagai dosen Vokasi Universitas Brawijaya, pengalaman industri yang Dimas miliki sejak dulu membantu memandu generasi muda tetap fokus pada kebutuhan nyata pasar.
Deskripsi ini langsung terasa nyata bagi pelaku yang sedang membangun karier di bidang desain grafis, animasi, game dan kecerdasan buatan. Berbagai kategori mulai dari desainer freelance hingga pemilik studio in-house semuanya terbantu dengan adanya komitmen lokal yang semakin masif. Malang Creative Centre berperan sebagai tempat berkumpul yang menghubungkan semua pihak sekaligus mencerminkan perhatian pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif.
Malang Design Wave Luncurkan 32 Event Dalam Dua Minggu

Pada November 2024 lalu, Malang Design Wave menggelar rangkaian 32 event kreatif selama dua minggu nonstop. Dari pameran karya, design talk sampai kunjungan studio dan peluncuran buku desain hingga pasar produk lokal semuanya berjalan padat. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa kota Malang mampu mengisi ruang setelah sebelumnya banyak event parsial yang tersebar.
1.008 event sudah selesai di gedung MCC membuat lebih dari 577 ribu pengunjung datang untuk ikut serta dalam pelatihan, seminar, pameran dan berbagai aktivitas kreatif lainnya. Angka ini bukti konkret bahwa komitmen wali kota melalui Malang Creative Centre sejalan dengan arahan presiden agar sektor ekonomi kreatif terus tumbuh.
Komitmen Ekraf dan Inisiatif Lintas Sektor
Sekretariat Pemerintah Daerah Kota Malang melalui Pj Wali Kota Iwan Kurniawan menyatakan Malang Creative Centre adalah bentuk konkret dukungan terhadap ekonomi kreatif yang sejalan dengan visi pemerintah pusat. Pj Wali Kota ini juga memberikan apresiasi khusus kepada ADGI Chapter Malang atas peran penting subsektor desain grafis, animasi, game dan kecerdasan buatan yang terus berkembang.
Inisiatif lintas ekosistem dimulai dari berbagai platform seperti Pasar Santai, Grebek Studio komunitas Malang Creative Author, Kumpul Obek ADGI Malang dan kolaborasi dengan universitas serta SMK. Rantai kegiatan ini membawa desainer dari berbagai kategori sekaligus menjadi katalis pertumbuhan bersama. Outputnya terlihat dalam banyaknya karya yang kini dikirim ke ajang tingkat nasional.
Meningkatnya Kualitas Desainer Lokal Menuju Industri Lebih Luas
Apresiasi dari pemerintah daerah menunjukkan bahwa Malang bukan lagi hanya sumber tenaga kreatif biasa. Kehadiran komunitas yang solid dan dukungan infrastruktur seperti MCC membuat talenta lokal lebih mudah berkolaborasi dan berkembang. Dimas Fakhrudin sebagai salah satu penggerak di tengah ini meyakini desain grafis dapat membantu seluruh sektor mengatasi tantangan kebutuhan industri modern.
Dengan angka pengunjung yang tinggi dan kalender event yang padat, masa depan desain grafis di kota Malang nampak sangat cerah. Berbagai elemen mulai dari pelatihan sampai eksibisi digabungkan sehingga para pelaku semakin kompeten menghadapi persaingan global. Berita positif ini bisa dimanfaatkan sebagai contoh untuk daerah lain yang ingin membangun ekosistem kreatif serupa.







