Jakarta, Optimaise News – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi mengonfirmasi legal drafting RPOJK demutualisasi Bursa Efek Indonesia segera masuk fase konsultasi publik secara terbuka. Target penetapan aturan tersebut berlaku efektif kuartal III 2026.
Inti artikel
- Target penetapan aturan tersebut berlaku efektif kuartal III 2026
- Langkah ini memisahkan status pemegang saham dari keanggotaan bursa sekaligus membatasi konsentrasi kepemilikan
- Optimaise News merangkum dampak tata kelola, potensi penawaran saham publik, dan minat pihak strategis yang sudah muncul
Langkah ini memisahkan status pemegang saham dari keanggotaan bursa sekaligus membatasi konsentrasi kepemilikan. Optimaise News merangkum dampak tata kelola, potensi penawaran saham publik, dan minat pihak strategis yang sudah muncul.
Fase konsultasi publik dan jadwal penetapan 2026
Proses penyusunan RPOJK demutualisasi kini beralih dari internal drafting menuju masukan publik. OJK berkomitmen menyampaikan dokumen secara transparan agar pelaku pasar, investor, dan pemangku kepentingan bisa memberi tanggapan.
Penetapan efektif di kuartal III 2026 memberi ruang cukup untuk revisi teknis setelah konsultasi. Pemerintah lewat UU P2SK sudah memberi payung hukum bagi transformasi bursa menjadi entitas yang bisa digolongkan sebagai perusahaan publik.
Jadwal tersebut juga mengantisipasi penyesuaian internal BEI terkait struktur organisasi dan sistem pelaporan. Pelaku industri diharapkan memantau jadwal rilis draf agar kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia berjalan paralel.
Batasan kepemilikan dan pemisahan status saham dari keanggotaan
OJK akan mempertahankan porsi kepemilikan saham BEI hanya sampai ambang tertentu. Tujuannya mencegah satu atau beberapa pihak menguasai mayoritas dan mempengaruhi kebijakan bursa secara sepihak.
Batasan serupa berlaku khusus untuk mitra strategis terpilih. Dengan begitu, masuknya investor besar tetap terkontrol dan tidak menggeser fungsi pengawasan yang dijalankan bursa sebagai self-regulatory organization.
Status pemegang saham dipisahkan tegas dari status anggota bursa. Pemilik saham tidak otomatis memperoleh hak berdagang. Hak perdagangan hanya diberikan kepada pihak yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan terpisah.
Pemisahan ini menjaga netralitas bursa dalam menetapkan aturan dan tarif. BEI tetap berorientasi laba serta pengembangan bisnis, namun fungsi regulasi dan SRO dijalankan secara independen tanpa campur tangan pemilik.
Potensi go public dan minat Danantara
Setelah demutualisasi, BEI berpeluang menjadi perusahaan terbuka. Langkah tersebut diharapkan menarik investor institusional dan retail yang ingin berpartisipasi dalam kepemilikan infrastruktur pasar modal nasional.
RPOJK akan mengatur pemisahan jelas antara fungsi regulasi dan pengembangan bisnis. Mekanisme penetapan tarif bursa juga dimasukkan agar transparan dan berkesesuaian dengan standar tata kelola perusahaan terbuka.
Danantara sudah menyatakan minat untuk membeli saham BEI pasca demutualisasi. Minat tersebut memberi sinyal bahwa transformasi kepemilikan dinilai menarik dari sisi jangka panjang.
Dengan dukungan UU P2SK, jalur menuju status perusahaan publik semakin terbuka. BEI dapat memperluas basis pemegang saham sambil tetap mempertahankan independensi pengawasan pasar.
Dampak terhadap pelaku pasar dan tata kelola
Pemisahan fungsi akan memperjelas akuntabilitas setiap unit di dalam bursa. Investor dan emiten mendapat kepastian bahwa keputusan regulasi tidak dipengaruhi kepentingan komersial pemilik saham.
Anggota bursa yang sebelumnya terikat struktur lama perlu menyesuaikan diri. Mereka harus memisahkan posisi sebagai trader dengan potensi kepemilikan saham jika ingin berpartisipasi di struktur baru.
Optimaise News mencatat bahwa konsultasi publik menjadi momen krusial untuk menampung masukan teknis seputar ambang kepemilikan dan skema mitra strategis. Feedback dari asosiasi, manajer investasi, dan perusahaan sekuritas akan menentukan ketepatan final RPOJK.
Transparansi proses hingga kuartal III 2026 juga diharapkan menekan spekulasi berlebihan di pasar. Pelaku dapat merencanakan alokasi modal dan kerja sama jangka panjang berdasarkan kerangka yang lebih pasti.
Secara keseluruhan, demutualisasi BEI dirancang untuk memperkuat tata kelola, membuka ruang permodalan baru, dan menjaga netralitas fungsi bursa. Target waktu serta batasan kepemilikan menjadi dua pilar utama yang sedang dipoles OJK bersama pemangku kepentingan.







