Jakarta, Optimaise News – Investor ritel dan institusi kini memperoleh akses mudah terhadap emas melalui lima ETF yang resmi meluncur di Bursa Efek Indonesia. Peluncuran berlangsung pada hari Senin 10 Agustus 2026 di Main Hall BEI Jakarta, menyusul persetujuan OJK dan DSN-MUI. Kelima manajer investasi menargetkan dana kelolaan ratusan miliar rupiah, sebagaimana dinyatakan Trimegah dan Syailendra Capital.
Inti artikel
- Investor ritel dan institusi kini memperoleh akses mudah terhadap emas melalui lima ETF yang resmi meluncur di Bursa Efek Indonesia
- Peluncuran berlangsung pada hari Senin 10 Agustus 2026 di Main Hall BEI Jakarta, menyusul persetujuan OJK dan DSN-MUI
- Kelima manajer investasi menargetkan dana kelolaan ratusan miliar rupiah, sebagaimana dinyatakan Trimegah dan Syailendra Capital
Optimaise News mencatat langkah ini sebagai bagian dari upaya OJK untuk memberikan pilihan investasi yang inklusif dan aman. Friderica Widyasari Dewi menyatakan produk ETF Emas ini hasil kajian selama 10-15 tahun, menjadi quick win yang memperluas basis investor dari pemegang emas fisik.
Lima ETF Emas Resmi Diluncurkan di Seremoni BEI
Peluncuran digelar bersamaan di Main Hall BEI Jakarta pada 10 Agustus 2026. Lima manajer investasi menghadirkan produk dengan kode berbeda sesuai perusahaan:
- XTRA milik Trimegah Syariah Emas dengan harga perdana Rp248 per unit
- XMES milik BRI Syailendra dengan harga Rp757 per unit
- XDES milik Mandiri Premier dengan harga Rp1000 per unit
- XSGO milik Syailendra ETF Sharia Gold dengan harga Rp1000 per unit
- XGLD milik Antony Dirga dengan harga Rp256 per unit
Antony Dirga menyebut potensi ETF Emas besar karena memberikan akses untuk investor ritel dan institusi yang sebelumnya belum tersedia. Kode-kode ini memungkinkan eksposur emas tanpa harus membeli batangan atau koin fisik.
Manfaat Syariah dan Jangka Panjang dari OJK
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menjelaskan ETF Emas mendapat persetujuan syariah berdasarkan fatwa DSN-MUI. Produk ini memperluas basis investor masyarakat yang terbiasa memiliki emas fisik melalui mekanisme pasar modal. Friderica juga menyebut ETF Emas menjadi bagian upaya perluasan investasi inklusif dan safe haven saat volatilitas pasar.
Dalam jangka panjang, produk ini konsisten dengan cita-cita OJK yang sudah dikaji sejak lama. Kehadiran ETF Emas di BEI memberikan pilihan investasi yang lebih aman dan terdiversifikasi dibandingkan alternatif fisik.
Target AUM dari Manajer Investasi
Syailendra Capital melalui Syailendra ETF Sharia Gold XSGO menargetkan AUM Rp100-200 miliar pada akhir 2026. Sementara itu Trimegah Asset Management melalui Trimegah Syariah ETF Emas XTRA menargetkan ratusan miliar rupiah hingga akhir tahun.
Target-target ini menunjukkan optimisme manajer investasi terhadap permintaan investor yang mencari aset fisik tanpa risiko penyimpanan fisik yang tinggi. Peluncuran seremoni di BEI menjadi momen penting untuk mulai mencatat dana kelolaan tersebut.







