Jakarta, Optimaise News – People’s Bank of China (PBOC) menambah cadangan emas batangan terbesar sejak Oktober 2023 pada akhir Juli 2026. Total kepemilikan naik jadi 76,08 juta troy ounce, nilainya US$306,35 miliar, dari 75,44 juta ounce atau US$303,72 miliar sebulan sebelumnya.
Inti artikel
- People’s Bank of China (PBOC) menambah cadangan emas batangan terbesar sejak Oktober 2023 pada akhir Juli 2026
- Lonjakan 640.000 ounce, hampir 20 metrik ton, menandai bulan ke-21 aksi beli beruntun
- Data resmi yang dikutip Mining menunjukkan penambahan Juli lebih besar dari Juni, saat PBOC hanya menambah 480.000 ounce
Lonjakan 640.000 ounce, hampir 20 metrik ton, menandai bulan ke-21 aksi beli beruntun. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, laju beli PBOC menguat tiap bulan sejak Maret, seiring bank sentral lain yang turut menimbun logam mulia dan menahan harga spot di atas US$4.000 per troy ounce.
Rekor bulanan pembelian emas PBOC di tengah tarif emas global
Data resmi yang dikutip Mining menunjukkan penambahan Juli lebih besar dari Juni, saat PBOC hanya menambah 480.000 ounce. Maret lalu tambahan baru 160.000 ounce, lalu volume naik bertahap hingga puncak Juli.
Para analis menilai permintaan bank sentral menjadi penahan utama agar harga emas tak mudah jatuh di bawah level kritis US$4.000. Bagi investor ritel di Indonesia, sinyal itu sejalan dengan harga logam mulia lokal yang tetap solid di ritel resmi.
Sebagai konteks pasar dalam negeri pada Senin 10 Agustus 2026, harga emas batangan di Pegadaian untuk merek Antam tercatat stabil di berbagai pecahan. Rincian di bawah melengkapi gambaran berapa yang dibayar pembeli domestik saat dunia menonton aksi PBOC.
| Denominasi Antam | Harga jual Pegadaian | Keterangan |
|---|---|---|
| 0,5 gram | Rp 1.451.000 | Stabil |
| 1 gram | Rp 2.798.000 | Stabil |
| 2 gram | Rp 5.533.000 | Stabil |
| 3 gram | Rp 8.274.000 | Stabil |
| 5 gram | Rp 13.754.000 | Stabil |
| 10 gram | Rp 27.451.000 | Stabil |
| 25 gram | Rp 68.497.000 | Stabil |
| 50 gram | Rp 136.911.000 | Stabil |
| 100 gram | Rp 273.741.000 | Stabil |
Harga UBS dan Galeri 24 di jalur yang sama juga disebut solid pada hari yang sama. Stabilnya etalase Pegadaian memberi bayangan bahwa pasar lokal tak panik, meski aliran beli resmi dari Beijing masih deras.
Akumulasi emas China melengkapi tren bank sentral dunia dari Maret hingga Juli

Timeline China jelas: Maret +160.000 ounce, lalu volume bulanan naik, Juni +480.000 ounce, Juli +640.000 ounce. Pola itu membedakan PBOC dari bank sentral yang menambah stok dalam ton lebih kecil.
Analis senior EMEA World Gold Council, Krishan Gopaul, melaporkan Bank Nasional Ceko menambah 1,7 ton pada Juli 2026 dan kian mendekati target 100 ton. Bank Nasional Kazakhstan menambah lebih dari 1 ton pada bulan yang sama.
Di kuartal I 2026, laporan Gold Demand Trends WGC menyebut permintaan emas global naik 74 persen secara nilai ke US$193 miliar. Volume bank sentral dunia di kuartal itu naik 244 ton ke cadangan global, termasuk Bank Indonesia yang menambah 2 ton.
Permintaan emas batangan dan koin di Indonesia tumbuh 47 persen year on year pada Q1 2026. Angka itu memperkuat narasi safe haven saat banyak warga lebih memilih fisik ketimbang mengejar saham yang fluktuatif.
Dalam rangkuman Optimaise News, kombinasi rekor bulanan PBOC dengan aksi Ceko, Kazakhstan, dan BI membentuk gambaran timbunan emas multi-negara, bukan solo China. Dampak langsung tambahan 640.000 ounce China menaikkan bobot cadangan resmi Asia Timur di peta cadangan global.
Nilai fantastis cadangan emas China dan risiko harga yang diprediksi menaik
Nilai cadangan PBOC di akhir Juli 2026 US$306,35 miliar, naik dari US$303,72 miliar. Bandingan sebulan itu mencerminkan efek volume plus pergerakan harga spot yang masih tinggi.
Catatan akhir Juli 2026 dari analis komoditas BMO Capital Markets memproyeksikan permintaan China sebagai faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas di paruh kedua 2026. Analis pasar mengaitkan daya tahan di atas US$4.000 dengan aliran beli bank sentral yang konsisten.
Bagi pembaca Indonesia, penambahan resmi China dan solidnya harga Antam di Pegadaian menjadi indikator dua arah: sisa ruang safe haven masih kuat, tapi risikonya harga sudah mahal di level lokal. Keputusan beli fisik atau menunggu koreksi tetap bergantung toleransi risiko masing-masing, bukan sinyal absolut dari satu bank sentral.
Dedolarisasi dan ketegangan geopolitik 2026 sering disebut sebagai latar, sementara aliran ETF dan inflasi melengkapi tekanan. Yang jelas dari data resmi: PBOC belum menghentikan akumulasi setelah 21 bulan, dan rekor bulanan Juli memberi amunisi naratif bagi proyeksi paruh kedua tahun ini.







