Airlangga & Bos Pajak Bahas Revisi Pajak ETF Emas untuk Naikkan

Menko Airlangga dan Dirjen Pajak bahas revisi PPN serta PPh 22 atas EGR agar transaksi ETF emas setara bursa; DJP final teknis, tunggu restu Menkeu.

Author Image

Dyah

Airlangga & Bos Pajak Bahas Revisi Pajak ETF Emas untuk Naikkan

– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Senin (10/8/2026) di Hall Utama Bursa Efek Indonesia, Jakarta, menegaskan telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak soal perlakuan PPN serta PPh Pasal 22 atas transaksi Electronic Gold Receipt (EGR) yang menopang ETF emas. Langkah itu diarahkan agar likuiditas instrumen baru ini bisa naik hingga setara transaksi investasi di bursa.

Inti artikel

  • Langkah itu diarahkan agar likuiditas instrumen baru ini bisa naik hingga setara transaksi investasi di bursa
  • Airlangga Hartarto menekankan pembahasan langsung dengan Wakil Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak terkait perlakuan pajak EGR
  • EGR ditetapkan OJK sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas

Dalam rangkuman Optimaise News dari keterangan pejabat di peluncuran ETF emas bertepatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengonfirmasi finalisasi teknis di internal DJP sudah selesai. Keputusan formal masih menunggu koordinasi dengan Dirjen SEF dan restu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Koordinasi kedalaman pasar modal dengan revisi pajak EGR

Airlangga Hartarto menekankan pembahasan langsung dengan Wakil Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak terkait perlakuan pajak EGR. Kutipan di BEI: “Dan tentu tadi sudah berbicara dengan Pak Wamen Keuangan dan Pak Dirjen yang terkait dengan perlakuan PPN dan PPH Pasal 22 terhadap transaksi EGR.”

EGR ditetapkan OJK sebagai efek yang dapat dicatat dalam portofolio ETF emas. Status itu membuka jembatan antara emas fisik di kustodian dan produk yang diperdagangkan di pasar modal, tetapi beban pajak yang beda dari efek lain masih dikhawatirkan menahan volume transaksi.

Bagi investor ritel dan lembaga, penyelarasan tarif menjadi sinyal bahwa biaya masuk ke emas elektronik tidak lagi lebih mahal dari surat berharga sejenis. Optimaise News mencatat dari sumber pejabat bahwa koordinasi lintas kementerian jadi prasyarat sebelum aturan final diumumkan.

Harapan Airlangga naikkan transaksi ETF emas setara dengan bursa

Harapan Airlangga naikkan transaksi ETF emas setara dengan bursa
Ilustrasi harapan Airlangga naikkan transaksi ETF emas setara dengan bursa.

Menko menegaskan target praktis: transaksi ETF emas diharapkan menyamai intensitas perdagangan instrumen lain di bursa. Ia mengatakan: “Sekarang ini harapannya bisa meningkatkan transaksi dan setara dengan transaksi yang lain, terutama yang di bursa.”

ETF emas resmi diluncurkan BEI hari yang sama, dengan lima manajer investasi siap menerbitkan produk: Trimegah Asset Management, BRI Manajemen Investasi, Mandiri Manajemen Investasi, Syailendra Capital, dan Indo Premier Investment Management. OJK menyebut instrumen ini telah mengantongi sertifikasi kesesuaian prinsip syariah dari MUI.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menggambarkan ETF emas sebagai safe haven di tengah volatilitas. Posisi itu memperkuat argumen bahwa perlakuan pajak yang setara bukan hanya soal insentif, tetapi prasyarat likuiditas harian.

Finalisasi teknis pajak DJP tunggu restu Menteri Keuangan

Bimo Wijayanto menjelaskan tahap teknis di DJP sudah final. Kutipannya: “Di teknis, di DJP udah final. Tetapi kan mesti koordinasi dengan SEF sama Pak Menteri Keuangan.” Timeline praktis bagi pelaku pasar: sambil menunggu lapor ke Menkeu, desain teknis sudah siap diselaraskan dengan produk sejenis.

Alur berikutnya melibatkan Dirjen SEF sebelum laporan formal ke Purbaya Yudhi Sadewa. Urutan itu memberi kejelasan kepada manajer investasi dan bank kustodian bahwa tumpang-tindih interpretasi PPN dan PPh 22 sedang diputuskan di level kementerian, bukan digantung di ruang teknis semata.

Potensi samakan perlakuan PPh 22 dan PPN dengan surat berharga

Secara teknis, Bimo menilai ETF emas dapat dipersamakan dengan surat berharga yang sudah berlaku. Ia menegaskan: “Technically seharusnya itu bisa dibersamakan dengan surat berharga dan bisa dibebaskan PPh 22-nya sama PPN-nya. Cuman kita mesti koordinasi dulu dengan Dirjen SEF sama lapor ke Pak Menteri Keuangan.”

Penyamaan itu menyasar penghalang yang dinilai membuat transaksi emas elektronik seret jika biaya pajak lebih berat dari emas di bursa. Harapan pemerintah, begitu skema disetujui, frekuensi order di secondary market naik tanpa distorsi biaya masuk.

Rahasia ekosistem pasar emas RI dan peluang asuransi

Di luar file pajak, Airlangga Hartarto menempatkan stok emas Pegadaian sekitar 153 ton senilai kira-kira US$ 20 miliar sebagai modal domestik. Angka itu menjadi dasar optimisme melampaui skala ETF emas India dan Singapura dalam waktu relatif cepat, sambil memperdalam pasar keuangan nasional.

Nilai ETF global disebut sekitar US$ 4.047 miliar, dengan Amerika Serikat, Cina, dan India sebagai pembanding regional. Produk baru diharapkan menghubungkan manajer investasi, bank kustodian, bank bullion, dealer, hingga bursa efek. Industri asuransi yang sebelumnya sulit masuk ke bullion langsung kini bisa mengakses emas lewat ETF di pasar modal.

Latar ekonomi turut diangkat: pertumbuhan 5,29 persen pada kuartal II 2026 dan 5,45 persen semester I 2026, di atas rata-rata global sekitar 3 persen. Investasi tahunan tumbuh 7,2 persen dengan nilai lebih dari Rp 1.000 triliun. Meski nama Airlangga Hartarto juga sering dikaitkan pencarian seputar universitas airlangga atau airlangga university di kanal lain, konteks hari ini murni kebijakan investasi emas di BEI, bukan kampus.

FAQ
Apa yang dibahas Airlangga dengan Dirjen Pajak?
Perlakuan PPN dan PPh Pasal 22 atas transaksi EGR yang menjadi aset dasar ETF emas, termasuk opsi penyelarasan dengan surat berharga.
Apakah aturan pajak ETF emas sudah final?
Menurut Bimo Wijayanto, finalisasi teknis di DJP sudah selesai; restu formal masih menunggu koordinasi Dirjen SEF dan persetujuan Menteri Keuangan.
Mengapa revisi pajak dianggap penting sekarang?
Agar transaksi ETF emas meningkat dan setara aktivitas di bursa, serta memperkuat likuiditas setelah peluncuran resmi produk dan status EGR sebagai efek portofolio.
Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.