Dari Ratusan Juta, Emiten Ini Omzetnya Terbang ke Rp200 M

Author Image

Dyah

17 July 2026

Dari Ratusan Juta, Emiten Ini Omzetnya Terbang ke Rp200 M

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) membukukan penjualan Rp 200,74 miliar pada kuartal I-2026, terbang dari Rp 726,43 juta di periode yang sama tahun 2025. Menurut keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia pada 14 Juli 2026, lonjakan itu dipicu mulai beroperasinya lini perdagangan daging beku atau frozen meat.

Momentum Ramadan dan Idulfitri turut mengangkat permintaan, sementara jaringan agen dan distributor diperluas. Fasilitas cold storage berkapasitas hingga 1.000 ton mendukung pengelolaan rantai pasok produk beku tersebut.

Apa yang mendorong omzet TGUK melesat

Dalam ringkasan Optimaise News, emiten berkode TGUK menempatkan lini frozen meat sebagai motor pertumbuhan baru. Operasi perdagangan daging beku menjadi penopang utama kenaikan penjualan kuartal pertama 2026.

Perluasan pemasaran lewat agen dan distributor memperlebar jangkauan distribusi. Cold storage 1.000 ton memperkuat penyimpanan agar mutu produk tetap terjaga hingga ke pelanggan.

Harga daging tinggi dan ketergantungan impor

Harga daging tinggi dan ketergantungan impor

Harga daging sapi kualitas 1 di Jakarta masih tercatat tertinggi secara nasional pada awal Juli 2026. Indonesia juga masih mengandalkan Australia sebagai pemasok utama sapi hidup dan daging sapi.

Baca juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 17 Juli Turun

Fluktuasi nilai tukar, biaya logistik, dan dinamika perdagangan internasional berpotensi memengaruhi struktur biaya industri pangan. Tantangan industri tidak hanya pasokan, tetapi juga efisiensi di sepanjang rantai distribusi.

Fokus rantai pasok menurut Dirut TGUK

Fokus rantai pasok menurut Dirut TGUK

Direktur Utama TGUK Agus Suhada menekankan penguatan rantai pasok dalam pengembangan frozen meat dan frozen processing food. Ia menilai keberhasilan produk beku bergantung pada mutu dari pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi.

“Kami melihat tantangan industri saat ini tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan baku, tetapi juga bagaimana memastikan produk dapat didistribusikan secara efisien dengan kualitas yang tetap terjaga hingga ke tangan konsumen. Karena itu, penguatan rantai pasok menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan bisnis frozen meat Perseroan,”

ujar Agus, Jumat (17/7/2026). Efisiensi di setiap tahap dinilai menekan food loss sekaligus menaikkan daya saing.

Rencana impor daging 2027 dan arah bisnis

Sebagai strategi jangka panjang, TGUK mempersiapkan kegiatan impor daging pada 2027. Langkah itu ditujukan untuk menjaga kesinambungan bahan baku dan menekan biaya pengadaan.

“Kami meyakini keberhasilan bisnis frozen meat tidak hanya ditentukan oleh kapasitas penjualan, tetapi juga oleh kemampuan membangun rantai pasok yang efisien dan berkelanjutan. Karena itu, kami mempersiapkan rencana impor daging pada 2027 sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan bahan baku, meningkatkan efisiensi biaya pengadaan, serta mendukung pertumbuhan bisnis Perseroan dalam jangka panjang,”

tambah Agus. Ke depan, pantauan Optimaise News mencatat fokus TGUK pada optimalisasi distribusi, penguatan rantai pasok, efisiensi operasional, dan profitabilitas di bisnis frozen meat serta frozen processing food.

Leave a Comment