Bandung, Optimaise News – Lonjakan 84 kebakaran semak belukar di Kabupaten Bandung pada Juli 2026 mendorong Bupati Dadang Supriatna merilis instruksi hemat air, rencana CCTV bagi pelaku usaha, dan penguatan Siskamling RT/RW. Langkah itu diumumkan seusai Apel Kesiapsiagaan Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan 2026 di Dome Balerame, Soreang, Selasa (11/8/2026), untuk menahan risiko krisis air bersih dan karhutla menjelang puncak yang diprediksi BMKG pada Oktober-November.
Inti artikel
- Petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan aparat kewilayahan disiagakan
- Di Dome Balerame, Dadang menekankan kolaborasi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pelaku usaha
- Penanggulangan kekeringan serta karhutla tidak bisa digantungkan hanya pada pemerintah
Petugas gabungan BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan aparat kewilayahan disiagakan. Optimaise News mencatat dari keterangan Bupati bahwa kesiapsiagaan harus dimulai sebelum bencana meledak, lewat pemetaan rawan, deteksi dini, pencegahan, koordinasi, dan respons cepat, karena musim kemarau 2026 diperkirakan panjang dan sulit diprediksi.
Apel Siaga Gabungan di Soreang dan Instruksi Hemat Air BMKG
Di Dome Balerame, Dadang menekankan kolaborasi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pelaku usaha. Penanggulangan kekeringan serta karhutla tidak bisa digantungkan hanya pada pemerintah. “Ini kan akan sangat lama, nah untuk air juga kita sudah buatkan surat instruksi untuk masyarakat hemat air karena kondisi kekeringan ini kita tidak bisa diprediksi,” ujar Dadang.
Surat instruksi itu bertujuan menumbuhkan kesadaran, edukasi, dan kekompakan warga. Berdasarkan data BMKG, potensial puncak kekeringan jatuh pada Oktober hingga November 2026. “Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak. Kesiapsiagaan harus dimulai dari sekarang melalui pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, pencegahan, koordinasi, dan respons yang cepat,” ucapnya.
Menurut ringkasan yang dihimpun Optimaise News, imbauan serupa juga muncul di wilayah lain: di Pontianak warga diminta hemat air karena intrusi air laut di Kapuas, sementara Pemkab Bangka menyiagakan mobil tangki. Di Bandung Barat pun distribusi air sudah digelontorkan. Konteks nasional itu memperkuat urgensi lokal di Kabupaten Bandung.
Rekap 334 Insiden Kebakaran: Margaasih hingga Cicalengka Paling Tinggi
Disdamkar Kabupaten Bandung merekap 334 kejadian kebakaran dari awal tahun hingga Juli 2026. Sekitar 326 di antaranya terjadi di Wilayah Manajemen Kebakaran Kabupaten Bandung, sisanya perbantuan. Lonjakan paling tajam terjadi di semak belukar: Juli mencatat 84 kasus, jauh di atas Juni (13) dan Mei (1).
Analisis petugas menunjuk vegetasi yang mengering dan kelembapan udara sangat rendah sebagai pemicu cepatnya api di semak dan perbukitan. Sekitar 29 persen kebakaran lahan kering dipicu pembakaran sampah sembarangan; sisanya kelalaian dan kesengajaan.
Peta lima kecamatan rawan bisa jadi checklist warga: Margaasih 29 kejadian, Baleendah 27, Katapang 26, Soreang 22, dan Cicalengka 21. Angka bulanan 1-13-84 serta daftar kecamatan itu jarang digabung dalam satu panduan praktis, padahal membantu warga setempat memperketat pengawasan di lingkungan masing-masing.
Rencana CCTV Perusahaan dan Larangan Puntung Rokok Sembarangan
Pemkab Bandung berencana mengeluarkan instruksi khusus agar perusahaan di wilayahnya memasang CCTV menghadap jalan. Tujuannya deteksi dini, pencegahan, dan pemantauan keamanan lingkungan. “Insyaallah kita akan keluarkan surat atau instruksi Bupati Bandung terhadap perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bandung harus memasang CCTV di pinggir menghadap jalan,” jelas Dadang.
Ia juga mengingatkan perokok. “Saya ingatkan kepada yang hobi merokok jangan membuang puntung rokok sembarangan. Matikan dulu baru dibuang di tempatnya yang sesuai dengan dan peruntukannya,” tegasnya. Penguatan Siskamling di tingkat RT dan RW akan digalakkan agar pengawasan pencegahan lebih terpantau sebelum puncak kemarau.
Langkah praktis untuk warga: hemat air rumah tangga sesuai instruksi bupati, matikan puntung sebelum dibuang, dukung siskamling, dan laporkan asap dini di semak kering. Hal sepele itu bisa menekan angka 29 persen pemicu sampah dan lonjakan semak belukar.
Siaga Pos Damkar Mako Soreang sampai Pacet Antisipasi Karhutla
Disdamkar terus siaga di pos-pos strategis: Mako Soreang, Cicalengka, Cileunyi, Baleendah, Majalaya, hingga Pacet. Personel digeser agar respons api semak dan lahan kering lebih cepat seiring vegetasi yang makin rentan.
Di daerah lain, status siaga kekeringan dan asap pernah ditetapkan setelah karhutla menelan korban jiwa, misalnya di Ketapang. Situasi itu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan sejak Agustus lebih hemat biaya dan nyawa ketimbang bereaksi setelah api melebar.
Dengan rekap 334 insiden, peta lima kecamatan rawan, dan prediksi puncak Oktober-November, imbauan Bupati Bandung minta warga hemat air sekaligus waspadai karhutla saat kemarau menjadi paket kesiapsiagaan yang bisa langsung dijalankan di rumah, RW, dan tempat usaha.






