Mantan starter Spanyol di final Piala Dunia 2010, Joan Capdevila, memohon secara terbuka di media sosial agar pejabat Amerika Serikat membatalkan penolakan ESTA miliknya. Pria berusia 48 tahun itu ingin menghadiri reuni bersama anak-anak serta rekan skuad juara dunia sambil mendukung La Roja di partai puncak.
Spanyol Melenggang ke Final Piala Dunia 2026 dan dijadwalkan bertemu Argentina Senin (20/7) pukul 02.00 WIB di MetLife Stadium. Menurut pantauan Optimaise News, izin perjalanan otomatis Capdevila ditolak sehingga rencana perjalanannya terhenti sebelum gerbang imigrasi.
Rencana reuni skuad 2010 yang terhenti di gerbang imigrasi
Capdevila merancang kehadiran di final piala dunia bareng anak-anaknya yang digambarkan sangat mencintai sepak bola. Ia juga ingin bertemu kembali dengan rekan-rekan yang dulu bersama-sama mengangkat trofi di Afrika Selatan.
Sistem ESTA menolak permohonan masuk tanpa visa tradisional untuk kunjungan maksimal 90 hari. Akibatnya, legenda sayap kiri itu tak bisa menjejakkan kaki di tanah Amerika demi momen yang sudah ditunggu lama.
Kehadiran mantan juara dunia di tribun biasanya menjadi simbol nostalgik bagi penggemar. Kegagalan izin kali ini memutus rantai reuni yang sudah direncanakan menjelang klimaks turnamen.
Dugaan kaitan dengan laga eksibisi di Teheran 2016

Dalam wawancara di Radio COPE, Capdevila meyakini penolakan itu terkait kunjungannya ke Iran pada 2016. Saat itu ia memperkuat skuad legenda liga Spanyol yang bertanding melawan bintang-bintang Iran di Teheran.
Ia mengaitkan riwayat perjalanan tersebut dengan keputusan sistem otomatis yang sekarang menghalangi perjalanannya. Dugaan ini belum dikonfirmasi resmi oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat.
Riwayat laga eksibisi di negara tertentu kerap menjadi faktor yang memicu peninjauan ulang pada sistem izin masuk otomatis. Bagi Capdevila, momen itu kini berbalik menjadi penghalang emosional di tengah euforia spanyol final piala.
Seruan langsung ke pejabat tinggi lewat unggahan X

Capdevila menumpahkan kekecewaannya di platform X sambil menandai akun Donald Trump serta Marco Rubio. Pesan itu beredar Sabtu dini hari menurut zona waktu Indonesia.
“SAYA BUTUH BANTUAN @realDonaldTrump!”
Ia melanjutkan keluhannya dengan detail yang menyentuh soal keluarga dan reuni.
“Mereka baru saja memberi tahu saya bahwa saya tidak dapat pergi ke final bersama anak-anak saya karena ESTA saya ditolak.”
“Bisakah seseorang membantu saya dengan ini? Anda tidak tahu betapa senangnya saya bisa berada di sana bersama semua rekan satu tim saya di tahun 2010 dan tim ini untuk menyemangati mereka.”
“Saya tidak percaya mereka tidak mengizinkan saya masuk ke AS… dan saya akan melewatkan momen seperti ini bersama anak-anak saya yang sangat mencintai sepak bola.”
“Jika ada yang tahu cara memperbaikinya, saya akan berterima kasih kepada Anda selamanya.”
“@marcorubio bisakah Anda membantu saya?”
Seruan publik semacam ini jarang dilakukan mantan pemain top, menandakan betapa besar arti kehadiran fisik di tribun final baginya.
Pola penolakan serupa terhadap ofisial lain selama turnamen
Capdevila bukan satu-satunya yang terhalang selama periode Piala Dunia 2026. Wasit asal Somalia, Omar Artan, gagal bertugas setelah ditolak masuk meski sudah mendarat di Miami.
Sejumlah pejabat Iran juga dikabarkan mengalami larangan serupa sepanjang turnamen. Pola ini menjadi konteks tambahan di balik kasus mantan bek Spanyol tersebut, sebagaimana dihimpun Optimaise News.
Kasus beruntun itu memperlihatkan bahwa sistem izin masuk selama gelaran multi-tuan rumah bisa menjadi kendala tak terduga, bahkan bagi tokoh yang punya rekam jejak olahraga internasional.
Latar karier Capdevila dan momen final 2010
Capdevila menjadi bagian penting generasi emas La Roja yang menjuarai dunia di Afrika Selatan. Ia bermain dari awal saat Spanyol menundukkan Belanda di Johannesburg.
Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Kedua sejak 2010, sehingga momen reuninya terasa istimewa bagi mantan rekan setim. Skuad Luis de la Fuente kini mengejar bintang kedua dengan organisasi pertahanan yang kokoh sepanjang turnamen.
Bagi generasi 2010, kehadiran di tribun final menjadi cara sederhana merayakan warisan yang mereka bangun. Rencana itu kini terganjal urusan administrasi lintas negara.
FAQ
Mengapa ESTA Capdevila ditolak?
Ia menduga penolakan itu berkaitan dengan kunjungan dan laga eksibisi di Teheran pada 2016. Otoritas Amerika belum merilis konfirmasi resmi atas kasus per kasus.
Kapan Spanyol lawan Argentina di final?
Partai puncak digelar Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB di MetLife Stadium. Laga itu mempertemukan juara Eropa dengan juara bertahan.
Siapa yang mengalami nasib mirip selama turnamen?
Wasit Somalia Omar Artan ditolak masuk setelah tiba di Miami. Sejumlah ofisial Iran juga dikenai larangan selama Piala Dunia 2026.
Apa yang ingin dilakukan Capdevila di AS?
Ia berencana reuni dengan rekan skuad juara 2010, hadir bersama anak-anak, dan menyemangati tim Spanyol di final piala dunia.







