Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mengingatkan bahwa aksesori pengisian daya yang dimodifikasi bisa menjadi vektor kendali jarak jauh ke ponsel atau laptop. Melalui unggahan edukasi di Instagram pada Jumat (10/7/2026), lembaga itu menjelaskan perangkat yang tampak biasa dapat menyisipkan kode berbahaya dan menguras data pribadi.
Peringatan ini menyentuh kebiasaan pinjam-meminjam di kalangan pengguna Indonesia—di kantor, kampus, kafe, hotel, hingga bandara—ketika baterai hampir habis. Optimaise News merangkum modus, titik rawan di fasilitas umum, serta langkah praktis agar perangkat tidak mudah diambil alih.
Komponen miniatur yang membuat kabel tampak normal
Menurut BSSN, peretas dapat memodifikasi jalur pengisi daya sehingga malware masuk ke HP atau laptop korban. Bagian jahatnya berukuran sangat kecil, sehingga tampilan luar hampir identik dengan kabel sejenis di pasaran.
Kesamaan visual itulah yang membuat orang lengah saat asal pinjam kabel dari orang yang tidak dikenal. Sekilas, tidak ada perbedaan warna, konektor, maupun ketebalan yang mencurigakan.
“Sekilas bentuknya seperti kabel biasa, tapi di dalamnya ada kode berbahaya yang bisa mengambil alih perangkatmu secara remote dan menguras data pribadimu,” tulis BSSN dalam unggahannya.
Port USB publik di bandara dan hotel jadi sasaran modifikasi

Selain unit portabel, stasiun pengisian di tempat umum juga dipantau. Port USB yang tertanam di bandara atau hotel disebut rawan diganggu pihak tidak bertanggung jawab.
Sambungan langsung dari perangkat ke port tetap di fasilitas umum membuka celah serupa dengan unit yang sudah dimodifikasi. Situasi lowbat di ruang tunggu sering mendorong orang terburu-buru tanpa memeriksa sumber dayanya.
Catatan Optimaise News menunjukkan pola yang sama muncul di sejumlah imbauan resmi terkait fasilitas publik: kepraktisan charge di tempat ramai justru memperbesar paparan jika port atau kabelnya tak terpercaya.
Kendali remote dan penghapusan jejak oleh pihak tak berwenang

BSSN menyebut peretas mampu mengakses alamat IP pada aksesori tersebut dari jarak jauh. Dari situ, kendali atas perangkat korban dapat diambil alih secara penuh.
Lebih jauh, jejak serangan bisa dihapus agar pemilik perangkat sulit menelusuri apa yang terjadi. Ancaman ini tidak hanya soal file hilang, tetapi juga data sensitif yang terhisap diam-diam.
Meskipun casenya masih digambarkan bersifat personal, cara kerjanya sudah cukup canggih untuk menarget individu yang lengah meminjam atau mencolok ke sumber yang salah.
Rekomendasi praktis BSSN untuk pengguna harian
Langkah paling sederhana: hindari pinjam kabel charger dari orang asing. Jika bepergian tanpa membawa unit sendiri, belilah yang baru alih-alih mengandalkan tawaran orang tak dikenal.
“Selalu gunakan kepala charger milik pribadi dan hindari untuk langsung menghubungkan ke port USB yang tertanam di fasilitas umum,” kata BSSN.
Kombinasi kepala charge pribadi plus kabel yang Anda kenal riwayatnya mempersempit celah. Jangan anggap remeh satu kali colokan singkat di ruang tunggu atau lobi hotel.
Potensi perluasan ancaman seiring turunnya biaya produksi
BSSN menilai serangan jenis ini masih personal saat ini. Namun, ancaman berpeluang meluas ketika biaya memproduksi komponen modifikasi makin murah.
Semakin rendah hambatan teknis dan harga, semakin banyak pelaku yang bisa mencoba skema serupa. Itu membuat imbauan hari ini relevan sebagai kebiasaan pencegahan, bukan sekadar isu jarang.
Bagi pengguna yang sering mobilitas antar-kota, menyiapkan unit cadangan di tas jauh lebih murah daripada risiko data bocor atau perangkat dikendalikan dari jauh.







