Jakarta, Optimaise News – Phoebe Gates, usia 23 tahun dan putri Bill Gates, dikaitkan dengan praktik cookie stuffing di startup belanja digital Phia yang ia dirikan bersama alumni Stanford Sophia Kianni. Praktik itu dinilai bisa masuk kategori penipuan elektronik federal di Amerika Serikat dengan ancaman maksimal hukuman tahun penjara selama 20 tahun, plus denda dan restitusi, menurut pengacara Ariel Givner.
Inti artikel
- Juru bicara Phia menyatakan fitur yang memicu salah atribusi sudah dinonaktifkan lebih dari sebulan, tepatnya 7 Juli
- Setelah fitur bermasalah dihentikan pada Juli, pendapatan harian rata-rata Phia jatuh tajam
- Semula sekitar 80.000 dolar AS per hari, angka itu merosot ke kisaran 10.000 hingga 28.000 dolar AS
Juru bicara Phia menyatakan fitur yang memicu salah atribusi sudah dinonaktifkan lebih dari sebulan, tepatnya 7 Juli. Perusahaan berjanji meninjau seluruh transaksi, mengembalikan dana kepada mitra merek, serta merekrut Head of Compliance agar insiden serupa tidak terulang.
Pendapatan Harian Phia Anjlok Usai Fitur Juli Dimatikan
Setelah fitur bermasalah dihentikan pada Juli, pendapatan harian rata-rata Phia jatuh tajam. Semula sekitar 80.000 dolar AS per hari, angka itu merosot ke kisaran 10.000 hingga 28.000 dolar AS. Jubir perusahaan menilai analisis Bloomberg membesar-besarkan dampaknya dan menambahkan bahwa penurunan juga terjadi karena sebagian jalur monetisasi sengaja dimatikan.
Data Juni menunjukkan cookie stuffing menyumbang sekitar 51 persen dari nilai barang yang diklaim Phia sebagai hasil penjualannya. Angka itu menjadi titik tekan pemberitaan yang menempatkan gates terancam hukuman di ruang publik, meski belum ada dakwaan resmi yang diumumkan dalam fact-sheet yang beredar.
Phia sempat mengumpulkan 30 juta dolar AS pada 2025 dari kalangan pendukung yang mencakup Hailey Bieber, Kris Jenner, serta pendiri Spanx Sara Blakely. Konteks pendanaan itu membuat sorotan terhadap putri Bill Gates terasa lebih keras karena nama-nama itu sudah dikenal luas di industri konsumen.
Apa yang Dimaksud Cookie Stuffing dan Risiko Hukumnya
Cookie stuffing merujuk pada pemasangan cookie afiliasi secara tidak semestinya sehingga komisi penjualan dialihkan ke pihak yang tidak berkontribusi pada konversi. Givner menjelaskan pola semacam itu lazim dikategorikan sebagai federal wire fraud jika unsur niat dan kerugian terbukti di pengadilan Amerika.
Ancaman 20 tahun adalah plafon undang-undang, bukan vonis otomatis. Setiap kasus bergantung pada bukti, skala kerugian, dan apakah terdakwa individu atau korporasi yang dituntut. Hingga saat ini yang tersedia hanyalah tuduhan terkait, bukan putusan hakim.
Optimaise News mencatat bahwa startup belanja digital sering mengandalkan pelacakan afiliasi. Ketika atribusi salah, mitra merek bisa kehilangan komisi yang semestinya. Itulah alasan Phia menjanjikan audit transaksi dan pengembalian dana sebagai langkah perbaikan reputasi.
Tanggapan Perusahaan dan Konteks Investor
Selain menonaktifkan fitur, Phia menegaskan komitmen penuh terhadap mitra merek. Rekrutmen pejabat kepatuhan menjadi sinyal bahwa mereka ingin memisahkan operasional harian dari kesalahan teknis yang sempat terjadi.
Penurunan omzet pasca-Juli bisa dibaca dua arah. Di satu sisi ia menunjukkan ketergantungan pada fitur yang dipersoalkan. Di sisi lain, perusahaan menekankan bahwa sebagian penurunan sengaja dipilih agar model bisnis lebih bersih. Kedua narasi itu bersanding tanpa angka tambahan di luar fact-sheet.
Bagi pembaca di Indonesia, kasus ini menarik karena melibatkan keluarga Gates dan ancaman pidana federal yang jarang muncul di berita teknologi lokal. Frasa terancam hukuman tahun dan hukuman tahun penjara muncul berulang di hasil pencarian, tetapi fakta hukumnya tetap: plafon 20 tahun hanya berlaku jika unsur pidana terpenuhi di pengadilan AS.







