Jakarta, Optimaise News – Analis kripto Ted Pillows dan Michaël van de Poppe memperingatkan potensi harga Bitcoin turun tajam ke level US$50.000 jika undang-undang CLARITY Act gagal disahkan. Pernyataan ini muncul di tengah koreksi tajam aset kripto digital yang dipicu kekuatan mata uang yen Jepang yang mendekati rekor terendah.
Inti artikel
- Pernyataan ini muncul di tengah koreksi tajam aset kripto digital yang dipicu kekuatan mata uang yen Jepang yang mendekati rekor terendah
- Sepanjang akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026, Bitcoin mengalami penurunan 35,43 persen dalam kurun waktu singkat
- Koreksi lebih lanjut mencapai 26,28 persen dari akhir April hingga 10 Juni 2026
Optimaise News mencatat bahwa pergerakan Bitcoin semakin selaras dengan sinyal intervensi di pasar valas. Analis ini menekankan pentingnya mengawasi grafik USD/JPY sebagai petunjuk utama pergerakan Bitcoin di masa depan.
Koreksi Bitcoin yang Luas Akibat Intervensi Yen
Sepanjang akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026, Bitcoin mengalami penurunan 35,43 persen dalam kurun waktu singkat. Koreksi lebih lanjut mencapai 26,28 persen dari akhir April hingga 10 Juni 2026. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan yen Jepang yang terus menguat, sehingga membuka potensi carry trade yang menguntungkan investor dolar.
Perbandingan grafik BTC/USDT dengan USD/JPY menunjukkan pola serupa yang menjadi perhatian analis. Kekuatan yen yang mendekati posisi terendah 40 tahun sekitar 164 per dolar pada akhir Juli 2026 membuat investor kripto berisiko tinggi mengalami penurunan lebih lanjut.
Intervensi Pembelian Yen Pertama Sejak 1998
Intervensi pembelian yen yang dilakukan otoritas Amerika Serikat dan Jepang pada Jumat lalu menandai momen krusial. Intervensi ini merupakan yang pertama sejak 1998. Jepang sempat mengeluarkan hingga US$59 miliar pada intervensi terakhir, sementara Bank of Japan menghabiskan US$32 miliar dalam waktu hanya satu minggu.
Tindakan ini dilakukan untuk mengamankan stabilitas mata uang domestik. Dampaknya langsung terasa pada pasar kripto karena yen yang menguat akan menarik dana keluar dari Bitcoin. Analis menyatakan bahwa intervensi ini bisa memperpanjang tekanan jual terhadap aset berisiko tinggi.
Prediksi Analis Terkait Relai Bullish Bitcoin
Michaël van de Poppe menyoroti bahwa grafik yen menjadi petunjuk paling penting yang harus dipantau oleh trader Bitcoin. Ia juga menyebut bahwa jika dolar melemah sementara, Bitcoin berpotensi melanjutkan reli bullish. Namun, kondisi sebaliknya seperti intervensi yen bisa membalikkan tren tersebut.
Van de Poppe menekankan bahwa jika CLARITY Act gagal disahkan, harga Bitcoin bisa mencapai level US$50.000 yang menjadi target penurunan. Faktor ini dipadukan dengan pergerakan signifikan pada pasangan mata uang USD/JPY yang menandai momen krusial saat ini.
Implikasi untuk Investor Kripto di Indonesia
Investor ritel Indonesia yang aktif di pasar Bitcoin harus waspada terhadap kombinasi antara regulasi dan intervensi valas. Bagi pengusaha kecil menengah yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk bisnis digital, fluktuasi harga BTC dapat memengaruhi nilai aset dan stabilitas keuangan pribadi.
Optimaise News merekomendasikan untuk selalu memantau perkembangan CLARITY Act dan sinyal intervensi yen. Berita ini menjadi pelajaran penting bahwa pergerakan kripto tidak lagi terisolasi dari dinamika pasar valas global.
FAQ Potensi Harga Bitcoin
Apa yang memicu potensi amblesnya Bitcoin ke US$50.000?
Potensi penurunan ini dipicu oleh kegagalan CLARITY Act dan kekuatan yen yang terus menguat. Analis menyatakan level US$50.000 bisa menjadi target jangka pendek jika regulasi lambat.
Apa hubungan antara Bitcoin dan intervensi yen?
Hubungan kuat terlihat dari grafik BTC/USDT yang selaras dengan USD/JPY. Intervensi Bank of Japan dan Jepang berpotensi mempercepat koreksi Bitcoin.
Apakah Bitcoin tetap berpeluang reli?
Ya, jika dolar melemah dan CLARITY Act disahkan, Bitcoin berpotensi melanjutkan rally. Namun, saat ini risiko koreksi lebih tinggi.
Bagaimana cara memantau pergerakan Bitcoin?
Pantau grafik USD/JPY dan level intervensi yen secara rutin. Analis seperti van de Poppe menekankan bahwa kedua indikator ini krusial untuk prediksi harga.





