Jakarta, Optimaise News – Rekor sempurna 9-0 dan status unggulan terbesar Contender Series dalam satu dekade menempatkan Bilal Hasan di ambang kontrak UFC. Di Meta Apex, Las Vegas, pada 11 Agustus 2026 waktu setempat (12 Agustus pagi WIB), petarung berjulukan The Indo Ninja menyelesaikan Mridul Saikia lewat TKO hanya 45 detik di Dana White’s Contender Series musim ke-10.
Inti artikel
- Rekor sempurna 9-0 dan status unggulan terbesar Contender Series dalam satu dekade menempatkan Bilal Hasan di ambang kontrak UFC
- Presiden UFC Dana White langsung menyegel kontrak di arena
- Bilal Hasan berusia 25 tahun
Presiden UFC Dana White langsung menyegel kontrak di arena. Optimaise News merangkum, Bilal menjadi petarung Indonesia kedua yang masuk organisasi setelah Jeka Saragih, dengan pujian keras atas hype yang ia buktikan di atas ring.
Perjalanan awal hingga panggilan Dana White
Bilal Hasan berusia 25 tahun. Ia lahir di Oahu, Hawaii, lalu pindah ke Washington saat berumur 10 tahun. Di lintasan profesional, rekornya belum retak: sembilan kemenangan tanpa kekalahan.
Sebelum DWCS, ia mempertahankan gelar flyweight CFFC tiga kali. Tingkat penyelesaian mencapai 88 persen, mencakup tujuh kemenangan KO dan satu submission. Profil itu membuatnya masuk radar sebagai prospek kelas terbang yang diincar.
Di musim ke-10 Contender Series, ia tampil di pekan pertama bersama petarung lain yang juga mendapat kontrak, di antaranya Anthony Wint, Thomas Pagliarulo, dan Joe Kropschot. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, status unggulan terbesar dalam sejarah 10 tahun DWCS ikut membesarkan taruhan malam itu.
Teknik TKO dominan lawan petarung India

Lawan Bilal adalah Mridul Saikia (9-1). Saikia unggul di submission dan ground game, tapi satu kekalahan KO brutal sempat menodai debutnya di Road to UFC. Prediksi pra-laga menempatkan Bilal di depan dari sisi striking dan finishing.
Pertukaran tendangan rendah terjadi lebih dulu. Bilal membuka dengan tendangan samping dan low kick keras. Saat Saikia terlambat menjawab dengan tendangan betis, Bilal melepaskan pukulan kanan lurus yang menjatuhkan lawan.
Di lantai, bilangan pukulan terus menghujam hingga wasit Herb Dean menghentikan laga di detik ke-45. Dominasi striking cepat memaksa Saikia gagal membawa duel ke grappling yang jadi andalannya. Selesai di ronde pertama, rekor Bilal tetap 9-0 dengan delapan dari sembilan kemenangan lewat penyelesaian dini.
Reaksi semangat dari komunitas Indonesia

Dana White menyapa Bilal di hadapan kamera. “Dia datang dengan hype yang luar biasa. Benar-benar membuktikan itu,” katanya. White melanjutkan, ketika seseorang menjadi unggulan terbesar dalam sejarah Contender Series 10 tahun, cara terbaik adalah membuktikannya di atas ring, dan Bilal melakukannya.
“Saya sangat terkesan dengan kamu. Saya tidak sabar menantikan kamu di masa mendatang. Saya sangat tidak sabar menonton pertarungan pertamamu di UFC. Selamat datang,” ujar White.
Bilal membalas dukungan tanah air lewat pesan singkat. “Indonesia terima kasih buat semua dukungannya, Alhamdulillah menang malam ini. Insya Allah kita segera bertanding secepatnya, aku cinta kalian semua,” tuturnya. Suasana apresiasi langsung merambat di akun-akun yang memantau UFC Indonesia.
Peluang mengikuti petarung legenda MMA
Jalur Bilal berbeda dari Jeka Saragih yang menembus UFC lewat Road to UFC 2023. Contender Series memberi jalur langsung dari malam yang sama: tanggapan White diikuti kontrak, bukan menunggu lama.
Bagi kelas flyweight, kemenangan 45 detik jadi sinyal finishing rate tinggi. Produk CFFC yang sudah mempertahankan sabuk tiga kali kini naik ke roster global. Tantangan berikutnya adalah laga debut UFC yang akan menguji apakah hype itu tahan di level utama.
White sendiri menyatakan tidak sabar menonton duel pertama Bilal. Momentum itu membuka ruang fast-track dibanding petarung yang harus menumpuk kemenangan regional lebih lama.
Signifikansi bagi perkembangan MMA di tanah air
Kedua petarung Indonesia di UFC menandai gelombang baru, bukan episoda tunggal. DWCS musim ke-10 juga menyegel kontrak untuk Anthony Wint, Thomas Pagliarulo, dan Joe Kropschot, menandakan pintu masuk yang lebih lebar bagi talenta dari berbagai wilayah.
Bagi publik Indonesia, 45 detik itu bukan hanya angka viral. Ia jadi bukti bahwa rekor 9-0, gelar regional, dan striking presisi bisa dieksekusi di panggung yang diawasi Dana White. Langkah berikutnya ada di persiapan debut, manajemen weight cut, dan pemilihan lawan flyweight yang selaras profil finishing.
Kehadiran Bilal di roster menambah daftar atlet Indonesia di kompetisi MMA paling bergengsi dunia. Hype unggulan terbesar Contender Series 10 tahun tinggal diuji di bingkai UFC resmi.







