Lombok, Optimaise News – KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran saat melintasi perairan Selat Lombok pada Rabu 12 Agustus 2026. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 03.30 hingga 04.15 WITA saat kapal berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi massal dan berhasil menyelamatkan 172 orang, namun satu perempuan tewas karena pelampung rusak.
Inti artikel
- KMP Putri Yasmin mengalami kebakaran saat melintasi perairan Selat Lombok pada Rabu 12 Agustus 2026
- Tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi massal dan berhasil menyelamatkan 172 orang, namun satu perempuan tewas karena pelampung rusak
- Video viral momen kepanikan penumpang menjadi ciri khas peristiwa ini yang membuat banyak orang langsung menyimak berita terkini
Video viral momen kepanikan penumpang menjadi ciri khas peristiwa ini yang membuat banyak orang langsung menyimak berita terkini. Optimaise News merangkum detail lengkap dari berbagai laporan berita setempat yang menggambarkan situasi saat ini.
Waktu dan Lokasi Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok
Kebakaran dilaporkan terjadi di perairan Kabupaten Lombok Barat saat kapal rute tetap melintasi Selat Lombok. Kapal Motor Penumpang Putri Yasmin sedang beroperasi pada jalur Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar dengan total muatan 131 orang yang terdiri dari 114 penumpang dan 17 awak kapal.
Kondisi perairan yang agak bergejolak karena karakter arus kuat menjadi salah satu tantangan utama bagi para penyelamat. Pagi itu petugas Basarnas Mataram dan Denpasar segera merespons laporan darurat dan mengirimkan berbagai kapal penolong.
Proses Evakuasi Korban oleh Tim SAR Gabungan

Tim SAR Gabungan yang melibatkan Kantor SAR Mataram, Denpasar, serta helikopter KN 220 Mataram langsung mengangkut ribuan orang yang selamat ke darat. Proses evakuasi dilakukan dalam waktu singkat meski badai perairan membuat akses sulit. Beberapa kapal rute ini ikut berkoordinasi untuk menyaring korban yang masih hilang di sekitar lokasi.
Dari 172 orang yang berhasil dievakuasi, satu di antaranya adalah warga negara Australia yang juga dalam kondisi selamat setelah mendapat perawatan dasar di Pelabuhan Lembar.
Detail Jumlah dan Kondisi Korban Selamat serta Korban Tewas
Dari total muatan awal 131 orang, penyelamat akhirnya mengevakuasi 172 orang selamat dan satu korban tewas. Korban tewas merupakan seorang perempuan yang memakai pelampung rusak saat kebakaran melanda. Laporan tersebut didasarkan pada verifikasi Posko SAR yang terkonfirmasi resmi.
172 penumpang dan awak yang selamat ini terdiri dari mayoritas warga Indonesia dan satu warga asing. Semua korban selamat kini ditempatkan di pelabuhan dan beberapa yang membutuhkan perawatan lanjutan di RSUD Provinsi NTB.
Kunjungan Menhub dan Pembaruan Kapal Sebelum Pelayaran
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung berkunjung ke Pelabuhan Lembar untuk melihat langsung proses evakuasi dan memberikan apresiasi bagi tim SAR. Ia menyampaikan turut duka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia dan memastikan setiap korban selamat mendapatkan penanganan yang baik.
Kapal KMP Putri Yasmin sebelumnya dinyatakan laik melaut berdasarkan pemeriksaan terakhir bulan Juni 2026. Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pemeriksaan rutin dilakukan secara berkala sesuai ketentuan operasional pelayaran.
Status Investigasi Penyebab Kebakaran yang Belum Diketahui
Penyebab pasti kebakaran KMP Putri Yasmin masih dalam tahap pencarian oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi. Pemerintah akan menunggu hasil lengkap investigasi KNKT sebelum mengambil kesimpulan resmi agar mencegah insiden serupa.
Insiden ini terjadi hanya sebulan setelah kejadian mirip di Kapal Mutiara Sentosa 2. Menhub menekankan bahwa penyelidikan harus dilakukan secara teliti dan independen. Pelabuhan Lembar masih dalam status siaga penuh meski operasional pelayaran sudah kembali normal.
Saat ini masyarakat dan pengusaha pelayaran di Bali-Lombok diminta tetap waspada terhadap keselamatan lautan. Kepolisian dan pemerintah akan terus memantau dan memberikan update hasil investigasi secara berkala.







