Jakarta, Optimaise News – Pengguna SUV di Indonesia kini sering memodifikasi ukuran ban agar tampilan lebih gagah dan terlihat lebih kokoh. Namun, menanam ban dengan diameter lebih besar tanpa pertimbangan justru bisa menurunkan kinerja kendaraan sehari-hari dan meningkatkan biaya operasional. Batas kenaikan diameter ban maksimal tiga persen dari spesifikasi pabrik menjadi panduan utama agar tidak mengganggu karakter kendaraan SUV yang biasanya digunakan untuk perjalanan harian maupun overlanding ringan.
Inti artikel
- Pengguna SUV di Indonesia kini sering memodifikasi ukuran ban agar tampilan lebih gagah dan terlihat lebih kokoh
- Setiap ban memiliki spesifikasi ukuran dan load index yang tertulis pada sisi sidewallnya
- Apriyanto menekankan agar pemilik tidak hanya melihat aspek estetika saja, melainkan mempertimbangkan batas yang aman
National Sales Manager Passenger Car Radial Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono menjelaskan bahwa pemilik SUV semakin aktif mengikuti kegiatan komunitas dan perjalanan panjang. Menurutnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya ukuran tapi juga bagaimana ban yang dipasang mendukung kondisi yang sering dilalui.
Mengapa Diameter Ban SUV Tak Boleh Melampaui Rekomendasi
Setiap ban memiliki spesifikasi ukuran dan load index yang tertulis pada sisi sidewallnya. Jika ban dipasang lebih besar tanpa konsultasi, diameter keseluruhan akan melebihi rekomendasi pabrikan dan berisiko memengaruhi stabilitas serta pengendalian kendaraan. Apriyanto menekankan agar pemilik tidak hanya melihat aspek estetika saja, melainkan mempertimbangkan batas yang aman.
Perubahan ukuran yang terlalu jauh dari standar pabrikan dapat berdampak serius pada sistem kendaraan. Oleh karena itu, perubahan besar disarankan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan teknisi agar tidak terjadi masalah mendadak saat berkendara.
Dampak Langsung pada Bahan Bakar, Speedometer, dan Rem
Ban yang lebih besar tanpa penyesuaian pelek akan memengaruhi pembacaan meter kecepatan sehingga kecepatan aktual bisa berbeda dengan yang terlihat di speedometer. Hal ini juga berisiko menurunkan kinerja rem karena tekanan di ban dan ban di aspal berbeda dengan kondisi normal. Selain itu, konsumsi bahan bakar biasanya meningkat karena rotasi roda yang lebih cepat untuk menjaga kecepatan tetap.
Ukuran ban yang berlebih juga mengurangi grip pada permukaan licin sehingga kurang stabil saat melaju di jalan basah atau berlubang. Dampak ini tidak hanya dirasakan saat harian tetapi juga saat mengikuti perjalanan yang lebih menuntut konsistensi.
Ganti Empat Ban Sekaligus Demi Keseimbangan
Hankook Tire merekomendasikan agar penggantian ban dilakukan secara menyeluruh pada keempat roda, bukan hanya pada dua belakang atau depan saja. Perbedaan ukuran dan jenis ban di roda kiri dan kanan akan mengganggu keseimbangan serta stabilitas kendaraan, terutama saat melaju pada jalan lurus. Mengganti semua ban dalam satu set akan menjaga pengendalian lebih baik dan mengurangi risiko ban menyentuh bodi pengungkitan.
Langkah ini juga penting karena setiap ban memiliki karakteristik flexing yang berbeda di jalan. Jika hanya berganti sebagian, kendaraan akan menjadi tidak seimbang dan tekanan di ban tidak merata, yang akhirnya memengaruhi handling dan keselamatan.
Pilih Jenis Ban Sesuai Karakter Medan
Ukuran bukan satu-satunya yang menentukan pilihan. Jenis tapak ban juga harus disesuaikan dengan penggunaan. Untuk kombinasi jalan raya dan perjalanan ringan, lini Dynapro AT2 Extreme menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan kemampuan menembus berbagai kondisi. Ban ini tersedia dalam diameter 15 hingga 22 inci.
Bagi pengguna yang lebih sering lewat jalur berbatu, Dynapro XT dengan konstruksi kuat memberikan daya tahan dan traksi optimal di medan tidak stabil. Sementara untuk lumpur dan permukaan lemah, lini Dynapro MT dan MT2 dirancang dengan tapak yang memegang lebih kuat. Pilihan ini memastikan set-up ban tidak hanya gagah tapi juga sesuai karakter kendaraan saat digunakan di medan yang beragam.
Optimaise News mencatat bahwa banyak pemilik SUV memilih ban set sesuai spek sebelum modifikasi. Hal ini membantu menjaga balance dan mencegah permasalahan yang bisa muncul setelah pasang.







