Jakarta, Optimaise News – Arsenal menelan kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund di Emirates Stadium, Minggu 9 Agustus 2026 malam WIB, dalam ajang Emirates Cup. Gol final mereka di waktu injury dianulir wasit, namun The Gunners tetap mencuri kemenangan 5-4 lewat adu penalti.
Inti artikel
- Arsenal menelan kekalahan 2-3 dari Borussia Dortmund di Emirates Stadium, Minggu 9 Agustus 2026 malam WIB, dalam ajang Emirates Cup
- Gol final mereka di waktu injury dianulir wasit, namun The Gunners tetap mencuri kemenangan 5-4 lewat adu penalti
- Reaksi pelatih Mikel Arteta menjadi sorotan setelah laga pramusim itu
Reaksi pelatih Mikel Arteta menjadi sorotan setelah laga pramusim itu. Ia mengaku kecewa karena skuatnya kalah dalam waktu normal, meski adu tendangan penalti memberikan hiburan kecil bagi pendukung di kandang.
Alur gol yang membalikkan momentum di babak pertama
Samuele Inacio membuka keunggulan tamu pada menit ke-7. Ia menerima terobosan Felix Nmecha lalu mengarahkan bola ke sudut bawah gawang Kepa Arrizabalaga. Konstantinos Karetsas kemudian memperlebar skor di menit 29 dengan tendangan kaki kiri yang menyusuri pojok atas.
Arsenal berusaha merespons di babak kedua. Ethan Nwaneri menjebol gawang Dortmund pada menit 54 berkat umpan Christos Tzolis di dalam kotak penalti. Hanya empat menit kemudian Joane Gadou menambah gol lewat bola hasil sepak pojok, menjadikan skor 3-1 untuk pihak tamu.
Viktor Gyokeres meraih chance penalti di menit 69 usai pelanggaran terhadap Tzolis. Eksekusinya akurat dan mempersempit defisit menjadi 2-3. Namun upaya Gabriel Martinelli di injury time dinyatakan offside sehingga skor reguler tetap 2-3.
Adu penalti jadi penentu Emirates Cup
Laga pramusim dilanjutkan ke adu penalti. Arsenal unggul 5-4 setelah kiper Illan Meslier menepis tendangan penentu Mathis Albert, sesuai laporan Antara. Poin moral itu memberikan sedikit pelipur lara meski pertandingan 90 menit berakhir pahit.
Arteta menyampaikan rasa frustasi secara terbuka: “Kami kalah dalam pertandingan, jelas tidak senang dengan itu.” Kutipan tersebut memperlihatkan standar tinggi yang ia pegang menjelang musim kompetisi formal.
Bagi Optimaise News, hasil ini menampilkan dualisme wajah Arsenal di pramusim. Dominasi Dortmund di reguler time mengingatkan soal ketahanan backline, sementara ketangguhan di adu penalti menunjukkan mentalitas bertahan dari tekanan. Konteks multi-sumber media menyebut kejutan skor di kandang sendiri sebagai alarm bagi Arteta untuk memoles rotasi sebelum laga kompetitif.
Pertandingan di Emirates Stadium digelar sebagai bagian dari agenda persiapan. Gol-gol Inacio, Karetsas, Nwaneri, Gadou, dan Gyokeres menjadi catatan detail yang wajib dicermati staf pelatih. Para pendukung di tribun menyaksikan langsung bagaimana momentum berpindah cepat dari babak pertama ke fase penalti.
Optimaise News memandang adegan ini sebagai cermin kesiapan yang belum utuh. Kekalahan reguler tetap menjadi bahan evaluasi keras, meski kemenangan 5-4 di adu penalti memberi sinyal positif soal fokus pemain muda dan veteran di situasi krusial.







