Sulawesi Selatan, Optimaise News – Antrean Bbm Pertamina di Sulawesi Selatan dan beberapa wilayah lain kini berlangsung lebih dari dua bulan berturut-turut. Banyak pemilik kendaraan mengeluh karena harus menunggu berjam-jam di depan SPBU hanya untuk mengisi BBM. Lilik Hardiyanto selaku Area Manager Communication Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menjelaskan bahwa masalah ini muncul karena pengguna BBM nonsubsidi pindah ke subsidi demi menghemat biaya.
Inti artikel
- Antrean Bbm Pertamina di Sulawesi Selatan dan beberapa wilayah lain kini berlangsung lebih dari dua bulan berturut-turut
- Banyak pemilik kendaraan mengeluh karena harus menunggu berjam-jam di depan SPBU hanya untuk mengisi BBM
- Disparitas harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi yang masih terjaga menjadi pendorong utama pergeseran ini
Alasan Pengguna Beralih ke Subsidi
Disparitas harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi yang masih terjaga menjadi pendorong utama pergeseran ini. Rina, seorang ASN berusia 56 tahun di Makassar, mengaku pindah dari Pertamax ke Pertalite setelah melihat kenaikan harga yang signifikan. Bagi dia, pilihan tersebut lebih masuk akal untuk menghemat pengeluaran bulanan.
Muhammad Haris berusia 55 tahun dari Gowa juga sempat mengalami hal serupa. Ia mengisahkan bahwa kemarin ia pindah SPBU dua kali sebelum akhirnya bisa mengisi solar dengan antrean hampir satu jam. Kondisi ini membuatnya sering tiba di SPBU sejak subuh hanya untuk mengisi cadangan BBM.
Kendaraan bus antarkota dan truk kontainer juga turut membanjiri SPBU dalam kota Makassar. Kemacetan di sekitar pom bensin ini kini tak lagi terjadi di luar jam tertentu saja. Suasana SPBU terlihat seperti pasar ramai setiap saat meski stok masih tersedia.
Pertamina Tambah Suply hingga 15 Persen

Untuk mengatasi keluhan tersebut, Pertamina berupaya menambah suplai BBM ke SPBU di jalur trans Sulawesi hingga 15 persen. Upaya ini dilakukan agar distribusi bisa lebih lancar dan antrean berkurang. Selain itu, perbantuan mobil tangki industri juga digencarkan untuk mempercepat penyaluran BBM subsidi.
Petugas marshal dilenggarakan di setiap SPBU untuk mengurai kerumunan. Mereka berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepuasan lebih kepada masyarakat yang kerap datang mengisi bahan bakar.
Dampak Sosial dan Kasus yang Terjadi
Di balik upaya pemerintah dan Pertamina, banyak masyarakat yang merasakan dampak langsung. Beberapa kasus berujung pada perkelahian dan bahkan penikaman akibat antrean yang panjang dan kelelahan. Warga Makassar-Bulukumba yang memantau kondisi di lapangan pada 5 Agustus 2026 melaporkan antrean terjadi hampir setiap saat meski stok masih ada.
Para pemilik UMKM di daerah ini juga sering mengeluhkan kesulitan akses BBM yang tepat waktu. Kendaraan mereka yang melayani pelanggan sering terjebak dalam kemacetan saat mengisi tangki. Hal ini berpotensi mengganggu operasional harian dan menambah biaya logistik yang tidak terduga.
Solusi dari Pertamina tampaknya masih jauh dari yang diharapkan. Meski suplai ditambah dan petugas dikerahkan, masyarakat tetap harus berjibaku menunggu giliran di SPBU yang ramai. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan distribusi BBM di wilayah Sulawesi masih kompleks dan membutuhkan perhatian lebih.
Kendaraan Besar yang Merusuh SPBU
Bus antarkota yang membawa penumpang puluhan orang serta truk kontainer yang membawa muatan besar sering menjadi penyumbang antrean terbesar. Mereka datang berbondong-bondong ke SPBU dalam kota Makassar dengan tujuan mengisi bahan bakar dalam jumlah besar. Situasi ini kadang memicu keributan dan mengganggu arus lalu lintas sekitar area SPBU.
Rekomendasi untuk Pengguna
Bagi yang rutin mengisi BBM, lebih baik datang ke SPBU sejak pagi atau pilih hari di luar jam sibuk. Pantau stok BBM melalui aplikasi resmi Pertamina agar tidak sia-sia menunggu. Selain itu, pertimbangkan alternatif SPBU lain yang mungkin memiliki antrean lebih pendek.
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah juga dilibatkan dalam pengawasan agar penyaluran BBM subsidi tepat sasaran. Koordinasi dengan Pertamina diharapkan bisa mengurangi ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Dengan demikian, keluhan antrean Bbm Pertamina di Sulawesi Selatan dapat berkurang secara signifikan.




