Andro Lolos FMIPA ITB Modal YouTube

Andromeda Sufi Anggoro lolos FMIPA ITB SNBT modal YouTube. Ayah sopir bajaj antar 24 jam dari Jogja usai bismillah ibu. Disambut rektor di Wisma Rektor.

Author Image

Robbi Cahya Yudha

Andro Lolos FMIPA ITB Modal YouTube

– Andromeda Sufi Anggoro sudah duduk sebagai mahasiswa di Yogyakarta. Mimpi masuk Institut Teknologi Bandung tetap membara di hatinya. Diam-diam di semester kedua, putra sopir bajaj itu siapkan UTBK ulang. Ia andalkan materi YouTube sepenuhnya tanpa bantuan lain.

Inti artikel

  • Andromeda Sufi Anggoro sudah duduk sebagai mahasiswa di Yogyakarta
  • Mimpi masuk Institut Teknologi Bandung tetap membara di hatinya
  • Diam-diam di semester kedua, putra sopir bajaj itu siapkan UTBK ulang

Ayahnya Basuni Yusuf semula menolak keras. Biaya hidup di Bandung dinilai terlalu memberatkan. Istrinya lalu mengucap bismillah. Sang ayah berubah pikiran seketika. Ia menyetir bajaj sendiri selama 24 jam mengantar Andro ke Kampus Ganesha. Andro resmi diterima di FMIPA ITB lewat jalur SNBT.

Sudah Kuliah di Jogja, Mimpi ITB Tetap Dikejar Diam-Diam

Andro merupakan alumni SMAN 4 Jogja. Ia sempat menunda impian ITB. Atas saran orang tua, ia memilih kuliah di Yogyakarta terlebih dulu. Statusnya kini mahasiswa aktif di kota tersebut.

Namun tekad berlapis tidak pernah padam. Cita-cita ke ITB digaungkan sejak kelas X SMA. Nama Andromeda sendiri diambil dari galaksi. Minat kuat pada astronomi membuatnya mantap memilih FMIPA.

Sambil menjalani kuliah lokal, ia diam-diam merancang persiapan UTBK ulang. Targetnya satu: masuk ITB. Langkah sunyi itu akhirnya membuahkan hasil manis di SNBT.

Belajar Mandiri: YouTube dan Tryout Online Tanpa Bimbel

Belajar Mandiri: YouTube dan Tryout Online Tanpa Bimbel
Ilustrasi Belajar Mandiri: YouTube dan Tryout Online Tanpa Bimbel.

Andro tidak pernah ikut bimbel sama sekali. Biaya les menjadi kendala utama keluarga. Ia memilih jalur autodidak murni dari awal. Seluruh materi ia gali di platform YouTube.

Caranya sangat praktis dan berbiaya rendah. Pertama cari video materi sesuai topik. Selesaikan latihan yang diberikan di video. Lalu lanjut ke materi berikutnya. Setelah itu uji kemampuan lewat tryout online yang tersedia.

Pola harian tersebut ia jalani dengan konsisten setiap hari. Biaya hampir mendekati nol. Model belajar ini bisa ditiru calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Hasil SNBT-nya membuktikan cara tersebut benar-benar efektif.

Dari Keraguan Biaya ke Izin Bismillah Sang Ibu

Dari Keraguan Biaya ke Izin Bismillah Sang Ibu
Ilustrasi Dari Keraguan Biaya ke Izin Bismillah Sang Ibu.

Basuni Yusuf sempat ragu berat. Biaya kuliah plus hidup di Bandung terasa memberatkan. Sebagai sopir bajaj di Jogja, pendapatannya terbatas. Ia menolak dulu usulan putranya.

Ibunya yang membuka jalan keyakinan. “Ayah, bismillah,” ujarnya dengan tenang. Ucapan singkat itu mengubah sikap ayah sepenuhnya. Ia memberikan izin dan dukung penuh keberangkatan Andro.

Momen keputusan itu menjadi poros utama cerita. Keraguan ayah bertemu dorongan ibu. Kemudian diikuti aksi nyata menyetir. Cerita ini milik unit keluarga yang menanggung risiko bersama, bukan hero individu saja.

24 Jam di Bajaj: Ayah Antar Andro ke Kampus Ganesha

Bajaj yang biasa dipakai Basuni mencari nafkah berubah fungsi seketika. Ia setir sendiri dari Jogja menuju Bandung. Perjalanan memakan waktu sekitar 24 jam. Istri dan adik Andro ikut menemani sepanjang jalan.

Bajaj menjadi simbol kelas pekerja yang bertemu kampus elite. Kini kendaraan itu mengantar mimpi sang anak menuju masa depan. Mereka tiba di Kampus Ganesha dalam keadaan lega dan haru. Andro siap memulai babak baru pendidikannya di ITB.

Perjalanan 24 jam itu bukan sekadar jarak. Ia wujud nyata dukungan orang tua. Keluarga menanggung lelah bersama demi impian Andro terwujud.

Sambutan Rektor ITB: Prestasi Tak Dibatasi Latar Ekonomi

Senin, 20 Juli 2026, rombongan keluarga disambut di Wisma Rektor. Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara menerima mereka dengan hangat. Ia menegaskan bahwa ITB tidak membeda-bedakan latar belakang ekonomi mahasiswa.

Mahasiswa berprestasi seperti Andro diterima secara setara. Prestasi tidak dibatasi oleh status sosial. Latar belakang ayah sopir bajaj justru menjadi sumber inspirasi. Akses ke pendidikan tinggi terbuka bagi siapa saja yang tekun.

Sambutan rektor menutup perjalanan panjang Andro. Dimulai dari SMAN 4 Jogja, penundaan ke ITB, kuliah lokal, UTBK ulang mandiri, lolos SNBT FMIPA, lalu 24 jam di bajaj. Timeline utuh itu membuktikan tekad membuahkan hasil nyata.

Robbi Cahya Yudha
Head of Editorial

Robbi Cahya Yudha adalah Head of Editorial (kepala redaksi) Optimaise News. Latar SEO Specialist / digital marketing, termasuk pengalaman di KATADATA (Business dan Partnership). LinkedIn: https://id.linkedin.com/in/robbi-cahya-yudha-593a6b20b