Bandung, Optimaise News – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sudah menandatangani dokumen pengalihan aset Teras Cihampelas ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah administratif itu menjadi pintu masuk pembongkaran struktur sebagai tahap pertama revitalisasi kawasan. Verifikasi tiga lembaga masih berjalan, namun niat politik kota dan provinsi sudah sejalan.
Inti artikel
- Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sudah menandatangani dokumen pengalihan aset Teras Cihampelas ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat
- Langkah administratif itu menjadi pintu masuk pembongkaran struktur sebagai tahap pertama revitalisasi kawasan
- Verifikasi tiga lembaga masih berjalan, namun niat politik kota dan provinsi sudah sejalan
Pembongkaran struktur diarahkan Gubernur Dedi Mulyadi agar revitalisasi segera dimulai. Farhan menegaskan Pemkot siap menjalankan permintaan itu sambil menjaga kenyamanan pejalan kaki di bawah pohon dan nafas ekonomi sepanjang Cihampelas. Optimaise News merangkum alur lengkap dari tanda tangan hingga dampak praktis bagi warga.
Dokumen Alih Aset Sudah Diteken, Tiga Lembaga Masih Verifikasi
Dokumen pengalihan aset Teras Cihampelas resmi ditandatangani Farhan. Proses berikutnya hanya menunggu verifikasi BPKP, BPK, dan Kemendagri. Bottleneck pasca-tanda tangan kini semata-mata di meja antarlembaga, bukan lagi di niat politik kota.
Alih aset ini bukan sekadar niat baik atau moU. Ia konsekuensi struktural yang memaksa Pemkot Bandung-Pemprov Jabar kolaborasi tata ulang kawasan. Integrasi jaringan jalan provinsi ikut menjadi alasan percepatan penanganan. Data teknis menunjukkan struktur sepanjang sekitar 700 meter dengan 123 tiang yang selama ini membebani estetika, keamanan, dan arus lalu lintas.
Sintesis posisi jelas: kota siap melepas aset dan menjalankan bongkar, provinsi mempercepat lewat alih kelola. Timeline satu alur mudah diikuti warga: tanda tangan Farhan, verifikasi tiga lembaga, lalu eksekusi bongkar atas arahan Dedi.
Instruksi Gubernur: Struktur Dibongkar Sebelum Konsep Final

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta struktur dibongkar dulu sebagai awal revitalisasi. Farhan langsung menegaskan Pemkot Bandung bakal bongkar dan desain ulang Teras sesuai arahan itu. Konsep penataan kawasan masih dibahas bersama, namun arah utamanya sudah ditetapkan.
Rencana Teras Cihampelas bakal dibongkar oleh Pemprov setelah verifikasi selesai. Langkah ini menempatkan pembongkaran di depan finalisasi desain. Kolaborasi bandung pemprov jabar menjadi fondasi agar penanganan tidak berlarut. Farhan menekankan pelaksanaan akan mengikuti kesiapan teknis dan keputusan formal provinsi.
Prioritas Ruang Publik: Kembalikan Rindang di Bawah Pohon

Fokus awal revitalisasi mengembalikan fungsi ruang publik. Kenyamanan pejalan kaki menjadi prioritas utama dengan suasana rindang di bawah pohon. Setelah 123 tiang hilang, area sepanjang 700 meter diharapkan lebih lega, aman, dan nyaman untuk pejalan kaki.
Bagi warga yang sehari-hari melintas, perubahan praktis langsung terasa. Jalur pejalan kaki kembali terbuka tanpa bayang struktur beton. Integrasi simultan dua poros dijalankan: pemulihan lingkungan pejalan kaki di bawah pohon beriringan dengan adaptasi karakter ekonomi kawasan. Estetika dan kelancaran lalu lintas ikut diperbaiki.
Pelaku Usaha Tetap Diurus: Jeans Surut, Kuliner dan Hotel Naik
Optimalisasi usaha di kiri-kanan jalan tetap jadi perhatian serius. Identitas jeans yang dulu kental dinilai sudah bergeser. Kuliner dan perhotelan justru menunjukkan potensi naik dan menjadi penopang baru ekonomi kawasan.
Pemkot berkomitmen mengurus pelaku usaha selama proses revitalisasi. Mereka tidak dibiarkan sendirian menghadapi perubahan. Sintesis posisi kota-provinsi memastikan nafas ekonomi tetap hidup. Pedagang dan pengusaha di sepanjang Cihampelas mendapat ruang adaptasi seiring hilangnya struktur lama.
Jadwal Eksekusi Masih Bergantung Keputusan Pemprov
Waktu mulai bongkar belum dipastikan. Semua menunggu keputusan final dan kesiapan Pemprov Jawa Barat. Setelah verifikasi BPKP-BPK-Kemendagri tuntas, eksekusi bisa segera digulirkan.
Pemkot Bandung-Pemprov Jabar kolaborasi tata ulang kini memasuki fase penantian teknis. Farhan sudah menempatkan kota dalam posisi siap laksana. Warga dan pelaku usaha disarankan memantau pengumuman resmi agar bisa menyesuaikan aktivitas harian.






