Andrea Pirlo Disorot FIGC Usai Azzurri Gagal Tiga Kali

Author Image

Dwi

19 Juli 2026

Andrea Pirlo Disorot FIGC Usai Azzurri Gagal Tiga Kali

Reformasi total di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) membuka celah bagi legenda lini tengah Andrea Pirlo sebagai opsi nakhoda Gli Azzurri, menggantikan Gennaro Gattuso. Langkah itu mengemuka setelah Italia gagal menembus putaran final Piala Dunia tiga edisi beruntun.

Giovanni Malago sudah dilantik memimpin FIGC dan Paolo Maldini mengisi kursi direktur teknik. Catatan Optimaise News menunjukkan penunjukan Pirlo justru memicu pro-kontra karena reputasi pemainnya jauh lebih gemilang ketimbang rekam jejak di bangku pelatih.

Langkah awal FIGC mengganti struktur pimpinan

Dua fondasi kelembagaan lebih dulu dibangun sebelum isu nakhoda dibahas serius. Malago mengisi pucuk pimpinan federasi, sementara Maldini mendapat mandat menata jalur teknik dan regenerasi jangka panjang.

Kedua penunjukan itu relatif mulus dibanding perdebatan soal pelatih. Azzurri dinilai butuh reset menyeluruh setelah kegagalan berulang di kualifikasi Piala Dunia.

Informasi tambahan dari pantauan media olahraga menyebut Malago dijadwalkan bertemu Pirlo untuk membahas visi kepelatihan. Pertemuan itu dibaca sebagai sinyal penjelajahan opsi, bukan keputusan final.

Kontras prestasi lapangan hijau dan pengalaman di bangku pelatih

Kontras prestasi lapangan hijau dan pengalaman di bangku pelatih

Sebagai pemain, Pirlo adalah maestro yang memikat di AC Milan dan Juventus, plus lencana juara dunia 2006 bersama Italia. Transisi ke dunia kepelatihan justru menyisakan jejak yang jauh lebih tipis.

Satu-satunya sorotan nyata terjadi saat ia membawa Juventus meraih dua gelar domestik musim 2020-2021. Di luar episode itu, ia menangani Fatih Karagumruk di Turki dan Sampdoria yang kala itu berada di Serie B.

Pria berusia 47 tahun itu kini melatih Dubai United di Liga Uni Emirat Arab sejak Juli 2025. Bagi sebagian pengamat, level klub tersebut belum sebanding dengan beban mental dan taktikal nakhoda tim nasional.

Tantangan rekrutmen di tengah kekhawatiran kedekatan personal

Tantangan rekrutmen di tengah kekhawatiran kedekatan personal

Berbeda dengan penunjukan Malago dan Maldini, wacana mengangkat Pirlo menghadapi resistensi lebih keras. Sejumlah pihak khawatir keputusan itu terbaca sebagai bentuk nepotisme karena relasi lama antara Pirlo dan Maldini di era Milan.

Kedekatan itu sah sebagai jaringan profesional, tetapi di ranah federasi publik menuntut transparansi kriteria. Tanpa argumentasi teknis yang kuat, penunjukan legenda mudah digoyang isu favoritisme.

Optimaise News mencermati bahwa pro-kontra justru mempertegas taruhan reputasi FIGC yang baru saja diganti. Kesalahan pemilihan nakhoda berisiko mengulang siklus kegagalan yang ingin diputus.

Kebutuhan profil elite untuk membangun fondasi baru

Banyak pihak menilai Italia butuh pelatih dengan kredibilitas elite bila benar-benar ingin merakit sistem dari nol. Targetnya bukan sekadar lolos kualifikasi, melainkan budaya menang yang stabil di level tertinggi Eropa dan dunia.

Nama-nama berpengalaman internasional sering disebut sebagai pembanding natural. Di sisi lain, pendukung Pirlo melihat kejelian taktik dan pemahaman DNA sepak bola Italia sebagai modal yang sulit dibeli.

Tanpa portofolio klub papan atas yang konsisten, dukungan moral dari legenda seperti Maldini saja dianggap belum cukup. FIGC harus menjelaskan metrik seleksi agar publik tidak melihat proyek reformasi sebagai eksperimen berisiko.

Posisi saat ini dan klub yang ditangani

Saat isu mencuat, Pirlo masih terikat proyek di Dubai United. Status itu menambah lapisan negosiasi: federasi harus menimbang waktu, kompensasi, dan kesiapan transisi bila nama tersebut benar-benar diprioritaskan.

Pirlo muncul sebagai nama kejutan di daftar kandidat penerus Gattuso, bukan penunjukan resmi. Hingga berita ini disusun, belum ada pengumuman kontrak atau pernyataan final dari FIGC.

Bagi pembaca di Indonesia, dinamika ini relevan sebagai potret bagaimana federasi besar menyeimbangkan nostalgia legenda dengan kebutuhan hasil. Azzurri yang goyah di kualifikasi dunia menjadi pengingat keras bahwa nama besar di lapangan hijau tidak otomatis menjamin sukses di bangku pelatih.

FAQ

Siapa yang digantikan bila Pirlo terpilih?

Kursi yang dibahas adalah nakhoda Timnas Italia setelah era Gennaro Gattuso. Pirlo disebut masuk daftar kandidat, belum sebagai penunjukan resmi.

Apa saja yang sudah dilakukan FIGC sebelum isu pelatih?

Federasi melantik Giovanni Malago sebagai Presiden FIGC dan menempatkan Paolo Maldini sebagai direktur teknik. Keduanya menjadi fondasi reformasi kelembagaan pascakegagalan beruntun ke Piala Dunia.

Mengapa rekam jejak kepelatihan Pirlo dipersoalkan?

Sorotan utamanya gelar bersama Juventus pada 2020-2021, lalu pengalaman di Fatih Karagumruk, Sampdoria (Serie B), dan Dubai United sejak Juli 2025. Level itu dinilai belum setara beban tim nasional.

Apa isu kedekatan dengan Maldini?

Sebagian pihak khawatir penunjukan terbaca nepotisme karena relasi lama Pirlo–Maldini dari era Milan. Transparansi kriteria seleksi menjadi tuntutan publik agar reformasi FIGC tetap kredibel.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.