Malang, Optimaise News – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Bintang Veteran dari LVRI Jatim seraya menggarisbawahi bahwa kedaulatan kini dilindungi lewat perang terhadap kebodohan, hoaks, kemiskinan, serta perpecahan. Kehadirannya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu 12 Agustus 2026, menjadi momen penguatan relasi pemerintah daerah dengan kalangan pejuang kemerdekaan.
Inti artikel
- Optimaise News merangkum rangkaian pesan, apresiasi veteran, dan peringatan terhadap penyakit sosial yang disampaikan di panggung yang sama
- Khofifah membedakan secara tegas medan tempur masa lalu dengan arena tantangan kekinian
- Ia mengapresiasi jasa veteran dan menyerukan kebersamaan, persatuan, serta kegotongroyongan sebagai fondasi penguatan NKRI
Dalam momentum itu ia menekankan cara juang generasi sekarang jauh berbeda dari era bersenjata, sambil mengajak anak muda merapatkan barisan gotong royong demi keutuhan republik. Optimaise News merangkum rangkaian pesan, apresiasi veteran, dan peringatan terhadap penyakit sosial yang disampaikan di panggung yang sama.
Hadiri Harvetnas di Malang, Gubernur Khofifah Ajak Pemuda Ganti Cara Juang
Khofifah membedakan secara tegas medan tempur masa lalu dengan arena tantangan kekinian. Para veteran dulu mengandalkan senjata dan tenaga fisik melawan tentara asing, sementara anak muda masa kini harus menaklukkan kebodohan, berita palsu, jurang kemiskinan, dan benih perpecahan.
Menurut rilis Antara, pemberantasan empat ancaman itu disebut sebagai bentuk perjuangan modern untuk menjaga kedaulatan. Pesan itu dilontarkan di hadapan undangan Harvetnas yang digelar di pendopo kabupaten, meski peringatan nasional resmi dikenal jatuh setiap 10 Agustus.
Ia mengapresiasi jasa veteran dan menyerukan kebersamaan, persatuan, serta kegotongroyongan sebagai fondasi penguatan NKRI. Generasi muda diminta tidak berpangku tangan, melainkan aktif menepis hoaks dan menambal jurang sosial agar identitas bangsa tak retak.
Bintang Veteran dan Suara Ito Sumardi soal Penyakit Kronis
LVRI Jawa Timur menyerahkan Bintang Veteran kepada Khofifah sebagai bentuk terima kasih atas perhatian Pemprov Jatim terhadap kesejahteraan pejuang kemerdekaan. Penghargaan itu menegaskan kesinambungan kebijakan daerah dengan penghormatan terhadap sejarah juang.
Di forum yang sama hadir Ketua Dewan Pertimbangan Pusat LVRI 2022, 2027, Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi. Ia menyoroti narkoba, KKN, dan radikalisme sebagai penyakit kronis sekaligus pekerjaan rumah bersama yang harus dilawan pemuda agar keutuhan negara tetap kokoh.
Kedua narsum saling melengkapi: Khofifah menempatkan kebodohan, hoaks, kemiskinan, dan perpecahan sebagai musuh era digital, sementara Ito mengingatkan ancaman struktural yang merongrong dari dalam. Kerangka itu memberi kerangka kerja konkret bagi generasi penerus.
Optimaise News mencatat bahwa rangkaian Harvetnas di Malang bukan sekadar seremoni tahunan. Acara menjadi panggung penegasan bahwa apresiasi kepada veteran harus diikuti aksi nyata anak muda menahan disinformasi dan ketimpangan sosial. Tanpa itu, warisan kemerdekaan mudah tergerus.
Dengan menutup orasi lewat seruan gotong royong, Khofifah menempatkan Pemprov Jatim sebagai mitra LVRI dalam menjaga semangat juang. Momentum 12 Agustus 2026 di pendopo Malang pun menjadi penanda bahwa Bintang Veteran yang baru digantung bukan hanya medali, melainkan mandat melanjutkan perjuangan tanpa peluru.







