Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK, merinci angka pertumbuhan lima sektor PVML semester I 2026 dalam dialog Economic Update CNBC Indonesia pada 21 Juli 2026. Kontrasnya mencolok: pinjaman daring melonjak 25,6 persen yoy ke Rp103 triliun, sementara modal ventura hanya naik 0,09 persen ke Rp16 triliun karena penyaluran lebih selektif.
Inti artikel
- Multifinance mencapai Rp513 triliun (naik 1,7 persen) dengan target mendekati 6 persen sepanjang 2026
- Lembaga keuangan mikro (LKM) tumbuh 7 persen ke Rp6,4 triliun untuk pendampingan usaha kecil
- Optimaise News mencatat OJK menilai kinerja kelima sektor (pembiayaan, ventura, LKM, pindar, pegadaian) positif secara umum
Multifinance mencapai Rp513 triliun (naik 1,7 persen) dengan target mendekati 6 persen sepanjang 2026. Lembaga keuangan mikro (LKM) tumbuh 7 persen ke Rp6,4 triliun untuk pendampingan usaha kecil. Optimaise News mencatat OJK menilai kinerja kelima sektor (pembiayaan, ventura, LKM, pindar, pegadaian) positif secara umum.
| Sektor PVML | Nilai Outstanding | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|
| Multifinance | Rp513 triliun | 1,7% |
| Modal Ventura | Rp16 triliun | 0,09% |
| LKM | Rp6,4 triliun | 7% |
| Pinjaman Daring | Rp103 triliun | 25,6% |
Multifinance Capai Rp513 Triliun dengan Target Mendekati 6%
Outstanding pembiayaan multifinance berdiri di Rp513 triliun per akhir semester I 2026. Kenaikan 1,7 persen ini menjadi fondasi target yang lebih tinggi mendekati 6 persen hingga Desember.
Agusman menekankan penyaluran tetap berjalan meski selektif. Permintaan dari segmen produktif dan konsumtif menopang stabilitas portofolio multifinance.
OJK memantau kualitas aset agar ekspansi tidak mengorbankan kehati-hatian. Target 6 persen dinilai realistis jika likuiditas dan permintaan bertahan.
Modal Ventura Hampir Stagnan di Rp16 Triliun

Modal ventura hanya bertambah 0,09 persen yoy sehingga nilainya Rp16 triliun. Penyebab utama adalah penyaluran yang jauh lebih selektif dibanding tahun sebelumnya.
Investor dan manajer dana menahan ekspansi agresif. Mereka menyesuaikan risiko di tengah kondisi ekonomi yang menuntut kehati-hatian lebih tinggi.
Agusman menilai stagnasi ini sementara. Begitu peluang berkualitas muncul, penyaluran modal ventura bisa kembali bergerak.
LKM Rp6,4 Triliun Dorong Usaha Kecil

Lembaga keuangan mikro mencatat outstanding Rp6,4 triliun, tumbuh 7 persen. Fokus penyaluran tetap pada pendampingan usaha kecil dan mikro di daerah.
Model bisnis LKM menekankan kedekatan dengan nasabah. Itu yang membuat pertumbuhan relatif stabil meski skala masih jauh di bawah multifinance.
OJK mendorong LKM memperkuat tata kelola. Tujuannya agar akses keuangan bagi pelaku usaha kecil tetap terbuka tanpa lonjakan risiko kredit.
Pinjaman Daring Rp103 Triliun Tumbuh Paling Pesat
Pinjaman daring atau pindar menjadi motor utama pertumbuhan. Outstanding mencapai Rp103 triliun, naik 25,6 persen yoy berkat permintaan tinggi dari segmen ritel dan produktif kecil.
Platform digital memudahkan penyaluran cepat. Namun OJK terus mengingatkan pentingnya perlindungan konsumen dan penyaluran yang bertanggung jawab.
Di sesi yang sama, buka-bukaan OJK jurus majukan bisnis pindar hingga bulion juga disinggung sebagai bagian strategi pengembangan jangka panjang. Agusman menekankan kolaborasi regulator dan pelaku industri agar ekspansi pindar tetap sehat.
OJK Nilai Lima Sektor PVML Berkinerja Positif di H1 2026
Secara keseluruhan Agusman menilai lima sektor PVML berkinerja positif. Multifinance dan pindar menjadi penopang utama volume, sementara LKM menjaga akses ke usaha kecil.
Modal ventura yang hampir stagnan tidak meniadakan catatan positif. Pegadaian turut menyumbang stabilitas meski angka detail tidak dirinci dalam paparan itu.
Optimaise News mencatat bahwa paparan 21 Juli 2026 memberi gambaran jelas arah kebijakan OJK. Fokus tetap pada pertumbuhan berkualitas, bukan sekadar volume.
FAQ Data PVML OJK Semester I 2026
Sektor mana yang tumbuh paling pesat di H1 2026?
Pinjaman daring tumbuh paling pesat, 25,6 persen yoy, sehingga outstanding mencapai Rp103 triliun.
Mengapa modal ventura hampir stagnan?
Karena penyaluran lebih selektif. Nilai outstanding hanya naik 0,09 persen yoy menjadi Rp16 triliun.
Berapa target pertumbuhan multifinance sepanjang 2026?
Target pertumbuhan multifinance mendekati 6 persen, setelah H1 sudah mencapai Rp513 triliun atau naik 1,7 persen.







