Bandung, Optimaise News – Enam unit pemadam kebakaran diluncurkan serentak dari mako Soreang dan pos TKI saat gudang rongsokan plastik terbakar di Kampung Paseban, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Senin 27 Juli 2026. Api mulai sekitar pukul 16.30 WIB, laporan diterima 16.45 WIB, merembet ke alang-alang lereng Gunung Paseban, dan baru teratasi sekitar 19.30 WIB.
Inti artikel
- Camat Kutawaringin Mamet Slamet menegaskan lokasi jauh dari rumah warga
- Material plastik digiling serta styrofoam di gudang mempercepat kobaran di musim kemarau
- Optimaise News merangkai kronologi lengkap dari dua pos hingga padam
Camat Kutawaringin Mamet Slamet menegaskan lokasi jauh dari rumah warga. Material plastik digiling serta styrofoam di gudang mempercepat kobaran di musim kemarau. Optimaise News merangkai kronologi lengkap dari dua pos hingga padam.
Enam Unit dari Soreang dan Pos TKI Cegah Perambatan Cepat
Kabid Pemadaman Disdamkar Kabupaten Bandung Asep Bintang menjelaskan enam unit digelar sekaligus. Alasan utamanya risiko perambatan sangat cepat di lereng perbukitan. Dua basis digabung: mako Soreang dan pos TKI.
Akses jalan di Gunung Paseban sempit dan berbukit. Satu unit saja tak cukup menahan api yang loncat ke semak kering. Pengerahan serentak menekan laju api sebelum meluas lebih jauh.
BPBD Kabupaten Bandung ikut turun mendampingi. Kerja sama ini mempercepat distribusi air dan pembersihan sisa bara di area sulit dijangkau.
Dari Gudang Plastik ke Alang-alang Lereng Gunung Paseban
Kobaran bermula di gudang rongsokan plastik Kampung Paseban. Dalam hitungan menit api meloncat ke alang-alang di belakang gudang. Lereng Gunung Paseban yang curam memudahkan angin membawa bara ke semak.
Laporan warga masuk sekitar 16.45 WIB. Petugas tiba dan langsung membuka jalur air dari dua arah. Hingga pukul 19.30 WIB api di gudang dan lereng dinyatakan terkendali.
Musim kemarau membuat alang-alang kering seperti tinder. Gudang di kaki bukit rawan membesar bila material ringan ikut terbakar. Itulah yang terjadi Senin sore itu.
Styrofoam dan Rongsokan Giling Perbesar Kobaran
Camat Mamet Slamet merinci isi gudang. Ada plastik digiling atau dicacah, tumpukan styrofoam, dan rongsokan lain termasuk sisa rokok. Bahan-bahan itu mudah menyala dan menghasilkan asap tebal.
Styrofoam melepaskan panas tinggi saat terbakar. Plastik giling menyebar seperti debu api. Kombinasi ini membuat kobaran tampak lebih besar daripada gudang biasa.
Di lereng terbuka, material ringan ikut terbawa angin. Petugas harus memadamkan sambil memotong jalur rambat ke semak. Volume styrofoam jadi faktor utama intensitas api.
Jarak Aman dari Permukiman, Kerja Sama Damkar-BPBD
Mamet Slamet menekankan gudang berada di lembah jauh dari rumah warga. Tidak ada ancaman langsung ke permukiman. Klaim ini menyeimbangkan berita yang sempat menyebut api mendekati hunian.
Disdamkar dan BPBD bekerja berdampingan. Damkar fokus padamkan titik api. BPBD bantu evakuasi sisa material dan pantau asap ke arah bukit.
Posisi jauh dari rumah memberi ruang manuver lebih leluasa. Petugas tak perlu khawatir panik warga sambil memadamkan. Fokus penuh pada gudang dan alang-alang.
Pendataan Kerugian dan Penyelidikan Penyebab Berlanjut
Setelah api padam, petugas masih mendata kerugian material. Jumlah pastinya belum diumumkan. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Asep Bintang menegaskan proses forensik dilanjutkan. Petugas periksa sisa material dan jalur listrik atau sumber api lain di gudang. Hasilnya akan diumumkan setelah pemeriksaan selesai.
Optimaise News mencatat seluruh timeline dari 16.30 hingga 19.30 sebagai rujukan publik. Gudang rongsok plastik di lereng rawan di musim kemarau. Akses sulit memaksa dual unit serentak agar api tak meluas.


