Gelombang aksi massa lintas kota di Ukraina menyoroti hilangnya wajah reformasi muda setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy melepas Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dari kabinet.
Lebih dari 5.000 orang memenuhi pusat Kiev, aksi menyebar ke sejumlah kota lain dan diaspora, sementara rencana ganti pimpinan militer Oleksandr Syrsky ikut menguat.
Unjuk rasa membanjiri pusat Kiev dan menyebar ke kota-kota lain plus diaspora
Fokus aksi berada di Lapangan Ivan Franko, Kiev, yang diperkirakan diikuti lebih dari 5.000 peserta.
Jadwal formal pukul 20.00, namun massa sudah tiba beberapa jam lebih awal dan berjalan menuju area lapangan.
Dilansir United24, warga berkumpul lalu bergerak ke pusat unjuk rasa sambil menolak pelepasan Fedorov beserta pejabat lain.
Menurut pantauan Optimaise News dari rangkaian laporan, intensitas hari kedua jauh melampaui hari pertama di lokasi yang sama.
Demonstrasi sejenis juga digelar diaspora Ukraina di sejumlah negara, menandakan ketidakpuasan yang meluas di luar batas geografis.
Perombakan pejabat tinggi memicu reaksi cepat di jalanan dan di komunitas luar negeri.
Tokoh muda inovatif yang dicopot dipandang sebagai simbol harapan yang hilang

Mykhailo Fedorov berusia 35 tahun dan lama dipandang sebagai representasi generasi muda yang inovatif serta berorientasi Barat.
Wakil Direktur Keamanan Transatlantik di Atlantic Council, Philippe Dickinson, menilai langkah itu sebagai pukulan telak bagi kaum muda.
“Ini seperti halnya sebuah kekalahan bagi generasi muda Ukraina. Fedorov baru berusia 35 tahun dan dianggap sebagai sosok yang berani maju ke depan, inovatif, dan memiliki pandangan Barat yang kuat,” tuturnya, dikutip dari TVP World, Minggu (19/7/2026).
Sebagian warga merasa kecewa karena Fedorov dinilai mampu menjaga stabilitas, persatuan, dan fokus pada pekerjaan di kementerian.
Optimaise News mencatat bahwa penolakan publik juga menyasar pejabat lain yang tersangkut reshuffle, termasuk Perdana Menteri Yulia Svyrydenko.
Bagi banyak pemuda, kepergian Fedorov dari kursi menteri pertahanan menjadi simbol harapan reformasi yang tiba-tiba pudar.
Hubungan tegang reformasi kementerian memicu rencana ganti komandan militer

Di tengah gelombang unjuk rasa, Zelenskyy dikabarkan bersiap melepas Komandan Militer Ukraina Oleksandr Syrsky.
Ketegangan Fedorov dan Syrsky memburuk akibat penolakan reformasi di Kementerian Pertahanan yang tak kunjung tuntas.
Laporan Financial Times menyebutkan keduanya sudah tidak lagi berkomunikasi langsung.
Mereka hanya saling menyampaikan pesan melalui perantaraan presiden sebagai penengah.
“Tanpa saya, mereka berdua tidak akan duduk bersama dalam satu meja untuk berbicara. Saya menginginkan persatuan antara Fedorov dan Syrksy, tapi tidak tercapai,” kata Zelenskyy.
Rencana pergantian pimpinan militer menambah lapisan ketegangan di tengah perombakan pejabat sipil yang sudah memicu aksi massa.
Penyelenggara aksi siapkan lanjutan lewat media sosial setelah hari kedua membesar
Penyelenggara unjuk rasa menegaskan akan menyiapkan aksi lanjutan untuk menolak keputusan presiden.
Pesan itu disebarkan melalui media sosial usai hari kedua aksi terbukti jauh lebih besar.
Massa di lapangan terus menyuarakan penolakan atas pelepasan Fedorov beserta deretan pejabat lain dalam reshuffle.
Rangkaian aksi di berbagai kota menunjukkan isu perombakan kabinet belum reda hanya dalam dua hari.
Para peserta berharap tekanan publik dapat memengaruhi kebijakan lanjutan di lingkungan istana dan kementerian.
Tanya jawab
Siapa yang dilepas dalam reshuffle kabinet Zelenskyy?
Selain Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov, Perdana Menteri Yulia Svyrydenko dan sejumlah pejabat pemerintahan lain juga dicopot.
Di mana pusat unjuk rasa terbesar digelar?
Aksi utama dipusatkan di Lapangan Ivan Franko, Kiev, dengan perkiraan lebih dari 5.000 peserta dan kedatangan massa jauh sebelum pukul 20.00.
Mengapa analis menyebut ini kekalahan generasi muda?
Philippe Dickinson dari Atlantic Council menilai Fedorov berusia 35 tahun, inovatif, berani, dan berpandangan Barat kuat sehingga menjadi representasi pemuda Ukraina.
Apakah aksi akan berlanjut?
Penyelenggara menyatakan akan menyiapkan aksi lanjutan lewat media sosial setelah hari kedua unjuk rasa membesar.







