Sowan privat ke Keraton Kilen dijadikan ritual bekal mental dua pebalap Indonesia. Mario Aji dari Moto2 dan Veda Ega Pratama dari Moto3 menemui Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelum menembus paruh kedua musim dunia plus sesi latihan Mandalika.
Inti artikel
- Sowan privat ke Keraton Kilen dijadikan ritual bekal mental dua pebalap Indonesia
- Mereka tiba sekitar pukul 18.30 WIB Minggu 20 Juli 2026
- Jamuan malam tertutup berlangsung tanpa media
Mereka tiba sekitar pukul 18.30 WIB Minggu 20 Juli 2026. Jamuan malam tertutup berlangsung tanpa media. Keluar sekitar pukul 21.00 WIB didampingi Plt. Dirut ITDC Ahmad Fajar. Optimaise News mencatat momen ini sebagai penanda langka pebalap tanah air di kelas dunia.
Jamuan malam tertutup di kediaman Gubernur DIY
Keraton Kilen menjadi lokasi jamuan privat. Duo pebalap langsung disambut di kediaman Gubernur DIY yang juga Ngarsa Dalem. Pertemuan digelar tertutup total. Jurnalis tidak diizinkan masuk ke area inti.
Kronologi jam-per-jam terlihat rapi. Tiba 18.30 WIB. Makan malam bersama Sultan berlangsung intim. Mereka keluar tepat sekitar 21.00 WIB. Suasana tetap khidmat meski singkat.
Pendampingan Ahmad Fajar memperkuat kesan resmi. Sowan ke Sultan HB X, Mario Aji dan Veda Ega memanfaatkan jeda paruh musim untuk memperkuat batin. Tak ada protokol media yang mengganggu.
Arahan Ngarsa Dalem soal motivasi menang dari dalam diri

Sri Sultan Hamengku Buwono X memberi penekanan khusus. Ia menyinggung konsistensi di lintasan. Motivasi survive harus tumbuh tanpa kekhawatiran berlebih.
Mental fight berasal dari diri sendiri. Pihak luar hanya berperan sebagai pendukung. Nuansa pesan ini mengingatkan bahwa tekanan kompetisi dunia tak boleh menenggelamkan kesadaran internal.
Veda Ega mengaku senang sekaligus bangga. Kesempatan silaturahmi bareng Mario Aji terasa istimewa. Arahan itu menjadi bekal langsung menjelang paruh kedua kalender balap.
Pendampingan ITDC untuk duo local hero sebelum terbang ke Lombok

Ahmad Fajar menegaskan tujuan sowan. Ia mengantar pebalap Indonesia yang masih langka di Moto2 dan Moto3. Veda sendiri warga DIY sehingga momen ini punya dimensi kedaerahan kuat.
ITDC memastikan duo local hero mendapat dukungan penuh. Pendampingan berlanjut hingga mereka terbang ke Lombok. Fokusnya tetap pada kesiapan mental dan fisik.
Framing kelangkaan ini relevan. Tak banyak nama Indonesia yang bertahan di level itu. Dukungan institusi jadi penopang agar mereka tak sendiri di sirkuit internasional.
Uji dua hari di Mandalika menjelang Silverstone
Usai sowan, jadwal langsung padat. Keduanya menjalani latihan dua hari di Sirkuit Mandalika. Sesi itu digelar sebelum balapan Silverstone 7, 9 Agustus 2026.
Lintasan Mandalika jadi laboratorium singkat. Mereka mengasah set-up dan ritme balap. Jeda tiga minggu dimanfaatkan maksimal sebelum kalender Eropa kembali padat.
Targetnya sederhana namun krusial. Bangun confidence untuk paruh kedua musim. Data dari Mandalika diharapkan membawa bekal nyata ke Silverstone.
Sapa fans di Monumen Serangan 1 Maret sebelum sowan
Sore harinya keduanya sempat menyapa penggemar. Lokasinya di kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949. Pulang Kampung! Veda Ega dan Mario Aji Disambut antusias warga Yogyakarta.
Interaksi itu berlangsung singkat tapi hangat. Fans mendapat momen foto dan sapaan langsung. Atmosfer lokal menguatkan rasa memiliki sebelum mereka masuk ke Keraton Kilen.
Veda merasa momen tersebut melengkapi hari. Dari sapa fans ke sowan privat, semuanya mengalir sebagai rangkaian persiapan. Semangat juang semakin terasa dekat.
Tanya Jawab Sowan Veda Ega dan Mario Aji
Kapan tepatnya duo pebalap tiba dan keluar dari Keraton Kilen?
Mereka tiba sekitar pukul 18.30 WIB dan keluar sekitar pukul 21.00 WIB pada Minggu 20 Juli 2026. Pertemuan berlangsung tertutup.
Apa inti pesan Sultan Hamengku Buwono X kepada Mario Aji dan Veda Ega?
Sultan menekankan konsistensi, motivasi survive tanpa kekhawatiran berlebih, serta mental fight yang harus datang dari dalam diri. Pihak luar hanya pendukung.
Mengapa Ahmad Fajar dari ITDC mendampingi sowan ini?
Ia menyebut sowan sebagai cara mengantar pebalap Indonesia yang masih langka di Moto2 dan Moto3. Veda Ega juga warga DIY sehingga pendampingan punya makna khusus.
Apa agenda langsung setelah sowan ke Keraton?
Keduanya dijadwalkan menjalani latihan dua hari di Mandalika sebelum bertanding di Silverstone 7, 9 Agustus 2026.







