Hotman Paris mengunggah permohonan maaf multipihak di Instagram pribadinya sekitar 20 Juli 2026. Langkah itu dibaca sebagai manajemen citra institusional guna meredam tafsir politik atas pembelaan klien mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
Inti artikel
- Hotman Paris mengunggah permohonan maaf multipihak di Instagram pribadinya sekitar 20 Juli 2026
- Optimaise News menelusuri urutan tekanan dari sorotan publik hingga unggahan maaf tersebut
- Di video Instagram-nya, Hotman Paris secara terbuka meminta maaf kepada empat pihak sekaligus
Setelah Istana menegaskan proses hukum tidak boleh digandengkan dengan nama Presiden Prabowo, advokat itu meminta maaf kepada Presiden, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kapolda Metro Jaya. Optimaise News menelusuri urutan tekanan dari sorotan publik hingga unggahan maaf tersebut.
Permohonan Maaf Multipihak lewat Instagram Resmi
Di video Instagram-nya, Hotman Paris secara terbuka meminta maaf kepada empat pihak sekaligus. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto, Jaksa Agung, Kapolri, serta Kapolda Metro Jaya satu per satu.
Unggahan itu muncul setelah sorotan publik memuncak. Urutan tekanannya jelas: kritik massal usai jumpa pers, peringatan Istana pada Senin, baru kemudian video maaf.
Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo usai Bawa nama pejabat penegak hukum dinilai perlu diluruskan. Paris minta maaf tanpa lagi menyinggung klaim lama yang sempat viral.
Klaim Kapasitas Advokat, Bukan Agenda Politik

Hotman Paris menegaskan ucapannya murni aspek kepengacaraan. Ia menekankan tidak ada motivasi politik di balik pembelaan klien.
Etika profesi advokat mewajibkan ia melindungi kepentingan hukum klien. Kerangka netral ini dipakai untuk menetralkan tafsir bahwa ia membawa agenda di luar ruang pemeriksaan.
Dengan menekankan kapasitas advokat, ia mencoba memisahkan peran hukum dari tafsir politik. Langkah minta maaf prabowo itu menjadi penutup polemik yang sempat memanas.
Kronologi Kritik Usai Jumpa Pers 17 Juli

Pemicu polemik bermula dari konferensi pers usai Hotman mendampingi pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung pada 17 Juli 2026. Di sana ia menyebut kliennya sebagai sosok kebanggaan Presiden karena pengembalian aset negara ratusan triliun rupiah.
Nada emosional jumpa pers awal memicu eskalasi. Hotman sempat mempertanyakan izin kepada pimpinan penegak hukum dan menyinggung narasi kriminalisasi terhadap kliennya.
Pernyataan itu dinilai kontroversial dan langsung menuai sorotan publik luas. Hotman Paris Minta Maaf Usai Pernyataannya Dinilai merugikan citra institusi penegak hukum.
Respons Istana: Kasus Kembali ke Mekanisme Hukum
Mensesneg Prasetyo Hadi meminta proses hukum Febrie tidak dikaitkan dengan Presiden. Ia menegaskan kasus harus kembali ke mekanisme hukum yang berlaku.
Peringatan Istana pada Senin menjadi titik balik. Setelah itu, ruang tafsir politik menyempit dan Hotman memilih merespons lewat unggahan maaf.
Istana menjaga jarak tegas agar nama Presiden tidak digandengkan. Sikap itu memperkuat tekanan agar advokat menata ulang narasi publiknya.
Posisi Klien Febrie dalam Narasi Awal Hotman
Febrie Adriansyah adalah mantan Jampidsus yang diperiksa terkait dugaan korupsi dan TPPU. Dalam narasi awal Hotman, mantan pejabat itu digambarkan berhasil mengembalikan kerugian negara dalam jumlah sangat besar.
Klaim pengembalian ratusan triliun rupiah sempat menjadi pusat sorotan. Hotman menyebut Febrie layak dibanggakan Presiden karena capaian itu.
Namun setelah peringatan Istana, posisi klien dikembalikan ke ranah hukum murni. Hotman kini menekankan tugas advokat sebatas melindungi kepentingan hukum klien tanpa embel-embel politik.
FAQ Seputar Hotman Paris Minta Maaf
Mengapa Hotman Paris minta maaf multipihak?
Karena pernyataannya di jumpa pers 17 Juli dinilai membawa nama Presiden dan pejabat penegak hukum. Langkah maaf meredam tafsir politik yang berkembang.
Kepada siapa saja Hotman Paris minta maaf?
Presiden Prabowo, Jaksa Agung, Kapolri, dan Kapolda Metro Jaya lewat video di Instagram pribadinya sekitar 20 Juli 2026.
Apa respons Istana terhadap kasus Febrie?
Mensesneg Prasetyo Hadi meminta proses hukum tidak dikaitkan dengan Presiden dan diserahkan sepenuhnya ke mekanisme hukum yang berlaku.
Apa yang memicu pernyataan kontroversial di Kejagung?
Hotman menyebut Febrie sosok kebanggaan Presiden karena pengembalian aset ratusan triliun, plus nada emosional soal izin pimpinan dan kriminalisasi.







