1.500 Jiwa Indramayu Krisis Air, Sumur Bor Jadi Asin

Musim kemarau berkepanjangan membuat sumur bor warga Indramayu berubah asin. BPBD, Pertamina dan Polres mendistribusikan ribuan liter air bersih, tapi warga.

Author Image

Bagus

1.500 Jiwa Indramayu Krisis Air, Sumur Bor Jadi Asin

– Krisis air bersih di Kabupaten Indramayu semakin terasa sejak musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya. Sumur bor warga di kawasan pesisir kini berubah asin dan tidak layak diminum, padahal selama ini menjadi sumber utama air bersih setelah PDAM tidak menjangkau beberapa desa.

Inti artikel

  • Krisis air bersih di Kabupaten Indramayu semakin terasa sejak musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya
  • Di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, warga mengalami kekeringan selama empat hingga lima bulan terakhir
  • Kuwu Tanjakan Wadi mengatakan air sungai tak lagi sampai ke wilayah mereka sehingga sumur bor menjadi satu-satunya pilihan

Menurut pantauan Optimaise News, setidaknya 1.500 jiwa di Desa Tanjakan dan 772 keluarga di Balongan terdampak langsung. Bantuan air bersih dari BPBD, Pertamina Patra Niaga, dan Polres Indramayu telah turun tangan, tapi volume dan jangkauan masih jauh dari yang dibutuhkan.

Sumur Bor Pesisir yang Berubah Asin

Di Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, warga mengalami kekeringan selama empat hingga lima bulan terakhir. Kuwu Tanjakan Wadi mengatakan air sungai tak lagi sampai ke wilayah mereka sehingga sumur bor menjadi satu-satunya pilihan.

Air sumur yang biasanya tawar kini berubah asin, berbau amis seperti kandungan besi, dan warnanya kekuningan. Warga terpaksa beli air mineral galon setiap hari untuk kebutuhan minum.

Kondisi serupa dialami warga di Desa Balongan, Kecamatan Balongan. Eli, 50 tahun, mengaku air sumur sudah hampir sebulan berubah asin dan tidak bisa digunakan untuk mencuci.

Bantuan Air dari BPBD ke Tanjakan

Bantuan Air dari BPBD ke Tanjakan
Ilustrasi Bantuan Air dari BPBD ke Tanjakan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menggelar distribusi darurat. Tiga armada dikerahkan ke Blok Bangunjero, Desa Tanjakan, terdiri atas dua truk tangki masing-masing 5.000 liter dan satu armada PDAM.

Bantuan ditujukan untuk RT 15 hingga RT 19 di Desa Tanjakan yang melibatkan 1.500 jiwa. Agus Yani, Kabid Darlog BPBD, menyatakan penyaluran direncanakan berlangsung selama tujuh hari ke depan dan akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah desa sudah mengajukan permohonan sejak 21 Juli dan langsung direspons. Bantuan akan terus dikirim hingga ada laporan dari desa lain yang mengalami hal serupa.

Distribusi Ribuan Liter dari Pertamina

Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan juga aktif menyalurkan air bersih. Pada 27 Juli 2026, mereka mendistribusikan 10.000 liter air kepada 772 warga di Balongan.

Bantuan ini sudah dilakukan sejak tahun 2016 dengan pola tiga kali seminggu masing-masing 9.200 liter untuk lima titik penampungan. Biaya yang dikeluarkan mencapai Rp100 juta per tahun untuk 772 keluarga penerima manfaat.

Kepedulian Polres Indramayu

Polres Indramayu turun tangan lebih luas. Pada 1 Agustus 2026, mereka menyalurkan 18.000 liter air bersih secara gratis ke warga di Blok Pancer, Desa Pabean Ilir, dan Desa Totoran, Kecamatan Pasekan.

Kegiatan ini dipimpin Kasat Binmas Polres Indramayu IPTU Tasim. Kapolres AKBP Prianggo Parlindungan Malau menyatakan bantuan ini bentuk kepedulian Polri untuk meringankan beban masyarakat pesisir yang terdampak kekeringan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan penyaluran ini respons terhadap kondisi kekeringan di wilayah pesisir.

Prediksi Kemarau Masih Berlanjut

Kuwu Wadi memprediksi kekeringan ini akan berlangsung lama. Musim kemarau diperkirakan masih berjalan sekitar tiga bulan ke depan sehingga bantuan air bersih perlu terus diminta.

Agus Yani dari BPBD menyatakan mereka akan terus memantau laporan dari desa-desa lain dan menyesuaikan volume distribusi sesuai kebutuhan riil masyarakat.

FAQ
Kapan bantuan air bersih mulai didistribusikan?
Bantuan BPBD dimulai 22 Juli 2026 untuk Desa Tanjakan, Pertamina pada 27 Juli 2026, dan Polres pada 1 Agustus 2026.
Berapa volume bantuan yang sudah diterima warga?
BPBD menyalurkan ribuan liter melalui tiga armada, Pertamina 10.000 liter, dan Polres 18.000 liter dengan dua mobil tangki.
Apa yang dialami warga saat ini?
Sumur bor berubah asin sehingga warga terpaksa beli air mineral galon setiap hari untuk kebutuhan minum.
Apakah bantuan akan berlanjut?
Ya, selama tujuh hari dan bisa disesuaikan dengan permintaan masyarakat serta laporan dari desa-desa terdampak lainnya.
Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.