Jakarta, Optimaise News – Zoe Levana mengaku menangis berkali-kali saat membangun karakter Niko dalam serial GARAM MUDA. Ia ditemui di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Jumat 7 Agustus 2024, setelah mendalami naskah dengan diskusi ketat bersama sutradara Rudi.
Inti artikel
- Zoe Levana mengaku menangis berkali-kali saat membangun karakter Niko dalam serial GARAM MUDA
- Ia ditemui di Cinepolis Senayan Park, Jakarta, Jumat 7 Agustus 2024, setelah mendalami naskah dengan diskusi ketat bersama sutradara Rudi
- Aktris muda itu memutuskan melunakkan sisi menyebalkan Niko agar penonton lebih iba ketimbang benci
Aktris muda itu memutuskan melunakkan sisi menyebalkan Niko agar penonton lebih iba ketimbang benci. Serial ini sekaligus memperkenalkan musik Hip-dut, perpaduan hip-hop dan dangdut yang disebut debut di ranah serial Indonesia.
Zoe bangkitkan emosi rapuh di balik sikap tegas Niko
Niko digambarkan punya banyak kelemahan yang memaksanya bertindak tertentu. Zoe menjelaskan bahwa tokoh itu awalnya tampak tidak menyebalkan, tapi memiliki lapisan emosi kuat di balik tampilan tegas. Ia ingin menonjolkan sisi rapuh tersebut agar cerita terasa lebih manusiawi.
“Jujur, aku di peran Niko ini banyak banget nangisnya,” kata Zoe. Proses itu melibatkan bacaan naskah berulang dan obrolan intens dengan Pak Rudi agar every gesture punya alasan.
Zoe menuturkan kesan pertama setelah membaca naskah: tokoh itu terasa menyebalkan. Namun ia segera meminta agar Niko dibuat lebih soft. Tujuannya jelas: rasa menyebalkan punya maksud supaya penonton merasa kasihan, bukan langsung membenci.
Pendekatan ini membantu Zoe menjaga keseimbangan antara ketegasan dan kerapuhan. Bagi Optimaise News, pilihan semacam ini memperlihatkan betapa generasi baru aktor Indonesia semakin cermat merawat nuansa karakter remaja.
Diskusi naskah dan relasi lincah dengan Junior Roberts

Zoe mengaku menghabiskan waktu panjang menelaah naskah secara teliti. Diskusi dengan sutradara menjadi kunci agar pelembutan Niko tidak merusak alur. Setiap detail sikap diperhitungkan agar tetap masuk akal.
Di layar, Zoe dipasangkan dengan Junior Roberts yang memerankan Kaizen. Junior dikenal asik dan humoris. Chemistry keduanya membantu adegan terasa ringan meski Niko membawa beban emosional berat.
Kolaborasi itu memberi ruang bagi Zoe untuk bereksperimen. Ia bisa menampilkan kekerasan hati Niko tanpa kehilangan momen rentan yang membuat penonton berempati.
Relasi di luar syuting juga mendukung. Zoe menyebut Junior mudah diajak bercanda sehingga set tetap rileks meski adegan menuntut fokus tinggi.
Hip-dut masuk serial, Zoe sebut inovasi Gen Z yang bikin goyang
GARAM MUDA menghadirkan Hip-dut, gabungan hip-hop dan dangdut. Format ini disebut pertama kali muncul di serial Indonesia. Zoe memuji lagu-lagu tersebut sebagai inovasi anak Gen Z yang baru.
Menurutnya, musik itu “bikin goyang, sumpah seru banget”. Nada-nada ceria justru kontras dengan sisi rapuh Niko, sehingga menghasilkan suasana segar di tengah kisah remaja yang penuh konflik.
Zoe menilai perpaduan itu pas untuk penonton muda. Ritme dangdut yang familiar digabung beat hip-hop modern memberi identitas lokal sekaligus kekinian. Ia berharap soundtrack itu jadi ciri khas serial.
Kehadiran Hip-dut juga memperluas cara serial Indonesia menonjolkan budaya pop. Zoe melihatnya sebagai langkah berani yang cocok dengan semangat generasi yang suka bereksperimen.






