Para penggemar One Piece di Indonesia pasti terkejut dengan perkembangan terbaru di pulau raksasa Elbaf. Scopper Gaban akhirnya mengungkap teknik bernama pertamanya yang disebut Yasotakeru dalam duel melawan Monkey D. Luffy.
Inti artikel
- Para penggemar One Piece di Indonesia pasti terkejut dengan perkembangan terbaru di pulau raksasa Elbaf
- Scopper Gaban akhirnya mengungkap teknik bernama pertamanya yang disebut Yasotakeru dalam duel melawan Monkey D
- Serangan itu memperlihatkan daya hancur luar biasa terhadap struktur kastel di Elbaf
Serangan itu memperlihatkan daya hancur luar biasa terhadap struktur kastel di Elbaf. Satu menara di Kastel Aurust langsung ambruk, membuktikan betapa berbahaya mantan tangan kiri Gol D. Roger itu di medan tempur.
Debut Yasotakeru Scopper Gaban saat Lawan Luffy di Elbaf
Yasotakeru adalah teknik bernama pertama yang diketahui milik Scopper Gaban. Teknik ini muncul perdana di bab 1140 saat Gaban menghadapi Luffy secara langsung di wilayah Elbaf. Pertarungan berlangsung penuh intensitas sejak awal pertemuan mereka.
Gaban memutuskan mengeluarkan teknik spesialnya setelah beberapa ronde perkelahian. Luffy berusaha menangkis serangan awal namun terdesak oleh kekuatan senior itu. Suasana di sekitar kastel pun semakin memanas karena aksi legenda bajak laut tersebut.
Debut ini langsung menarik perhatian seluruh kru Topi Jerami yang menyaksikan dari dekat. Momen tersebut menjadi titik balik dalam cerita arc Elbaf. Pembaca kini tahu bahwa Gaban menyimpan teknik khusus yang selama ini belum pernah diperlihatkan di panel mana pun.
Kapak Gaban Jadi Senjata Andalan Teknik Yasotakeru

Gaban mengeluarkan Yasotakeru dengan kapaknya sebagai senjata utama. Sebelumnya dia lebih sering memakai kunci yang berlapis Haki untuk bertahan dan menyerang. Peralihan ke kapak menandai gaya bertarung yang lebih agresif dari sang legenda.
Kapak itu seolah menyalurkan seluruh kekuatan Haki Gaban ke dalam satu serangan mematikan. Penggunaan senjata ini membuat Yasotakeru terasa lebih solid dan terarah. Daya ledaknya pun meningkat signifikan dibanding serangan biasa yang pernah diperlihatkan Gaban sebelumnya.
Dengan kapak di tangan, Gaban terlihat lebih leluasa mengendalikan arus pertarungan. Senjata andalan itu menjadi perpanjangan tubuhnya yang sudah dilatih selama puluhan tahun. Luffy harus ekstra waspada menghadapi setiap ayunan yang datang dari arah Gaban.
Daya Rusak Yasotakeru Hingga Menara Kastel Aurust Runtuh

Serangan Yasotakeru mampu meruntuhkan satu menara di Kastel Aurust. Kastel tersebut berukuran jauh lebih raksasa dibandingkan kastel milik manusia biasa di dunia luar. Dampaknya langsung terlihat jelas di medan tempur Elbaf yang luas.
Runtuhnya menara itu menandakan bahwa teknik Gaban bukan sekadar pameran. Struktur bangunan raksasa yang biasanya kokoh pun tak berdaya menghadapi serangan tersebut. Hal ini menegaskan status Gaban sebagai salah satu pejuang terkuat di era Bajak Laut Roger dulu.
Debu dan puing-puing beterbangan ke segala arah setelah menara ambruk. Kekuatan Yasotakeru terbukti mampu mengubah lanskap medan tempur dalam sekejap. Luffy dan krunya menyadari betapa berbahayanya jika serangan serupa diarahkan langsung ke mereka.
Roronoa Zoro Lindungi Luffy dari Serangan Gaban
Roronoa Zoro tak tinggal diam melihat kaptennya terancam. Dia segera menahan serangan Yasotakeru dari Gaban demi melindungi Luffy. Aksi Zoro ini menunjukkan loyalitas dan kemampuan pedangnya yang semakin matang di arc Elbaf.
Tanpa campur tangan Zoro, Luffy bisa saja terkena dampak serius dari teknik tersebut. Pertahanan Zoro berhasil meredam sebagian besar daya hancur serangan Gaban. Momen ini menjadi bukti bahwa kru Topi Jerami saling menjaga satu sama lain di medan perang yang penuh risiko.
Zoro berdiri kokoh di depan Luffy sambil menahan ayunan kapak Gaban. Kekompakan mereka terlihat alami tanpa banyak kata. Gaban sendiri sempat terdiam sejenak melihat reaksi cepat anggota kru Topi Jerami itu.
Scopper Gaban Apresiasi Kekompakan Kru Topi Jerami
Gaban memuji Luffy yang punya kru tangguh berkat aksi Zoro. Dia mengapresiasi kekompakan yang ditunjukkan para anggota Topi Jerami di Elbaf. Pengakuan dari seorang legenda seperti Gaban tentu berarti banyak bagi Luffy dan krunya.
Hal ini mengonfirmasi bahwa perjalanan mereka di Grand Line telah membentuk ikatan yang solid. Gaban seolah melihat potret masa lalu di dalam kelompok Luffy. Kekompakan semacam itu yang dulu juga dimiliki Bajak Laut Roger, membuatnya terkesan mendalam.
Pujian Gaban menjadi penutup momen tegang di depan Kastel Aurust. Luffy tersenyum kecil mendengar kata-kata itu meski tubuhnya masih lelah. Kru Topi Jerami semakin yakin bahwa kebersamaan mereka adalah senjata terkuat dalam menghadapi tantangan berikutnya di Elbaf.







