Warisan Rp55 T per Anak Michael Bambang Hartono Lampaui Pendiri UOB

Empat anak Michael Bambang Hartono terima saham Dwimuria setara Rp55 T per orang setelah almarhum wafat 19 Maret 2026 di Singapura. Robert jadi pengendali.

Author Image

Adel

Warisan Rp55 T per Anak Michael Bambang Hartono Lampaui Pendiri UOB

Michael Bambang Hartono meninggal pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun. Empat anaknya menerima pengalihan saham holding senilai sedikitnya 2,93 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55 triliun per orang.

Inti artikel

  • Michael Bambang Hartono meninggal pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun
  • Empat anaknya menerima pengalihan saham holding senilai sedikitnya 2,93 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55 triliun per orang
  • Porsi tersebut dihitung dari kepemilikan Dwimuria atas sekitar 54,94 persen saham BCA yang kapitalisasi pasarnya sekitar 44 miliar dolar AS

Pembagian itu merujuk pada 49 persen saham almarhum di PT Dwimuria Investama Andalan yang dibagi rata sehingga tiap ahli waris mendapat 12,25 persen. Porsi tersebut dihitung dari kepemilikan Dwimuria atas sekitar 54,94 persen saham BCA yang kapitalisasi pasarnya sekitar 44 miliar dolar AS.

Kepergian Michael Bambang mengubah struktur pengendali BCA

Setelah proses pengalihan, Robert Budi Hartono resmi menjadi satu-satunya pemegang saham pengendali terakhir BCA. Otoritas Jasa Keuangan menerbitkan Surat Nomor SR 21/PB.333/2026 tanggal 29 Juli 2026 yang mengukuhkan status itu.

Porsi Michael di Dwimuria dinilai setidaknya 11,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 209 triliun per 11 Agustus jika hanya dihitung dari saham BCA. Keluarga Hartono secara gabungan mencatat kekayaan 28,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 511 triliun menurut Bloomberg Billionaires Index pada tanggal yang sama.

Transfer ini melampaui aset sekitar 10 miliar dolar AS yang ditinggalkan Wee Cho Yaw, pendiri UOB. Skala itu menempatkan peralihan saham Hartono sebagai salah satu peristiwa warisan korporasi terbesar yang tercatat di kawasan.

Kisah Michael Hartono dari holding ke empat ahli waris

Ahli waris yang menerima porsi tersebut mencakup Roberto Setiabudi Hartono, Tessa Natalia Hartono, Stefanus Wijaya Hartono, dan Vanessa Ratnasari Hartono. Masing-masing memegang 12,25 persen Dwimuria setelah pembagian rata 49 persen saham almarhum.

Di sisi operasional grup, Victor Hartono putra sulung Robert menjabat CEO PT Djarum setelah sebelumnya menjabat COO. Posisi itu menandai kesinambungan generasi dalam bisnis keluarga di luar perbankan.

Fakta menarik di balik kisah Michael Hartono dari pabrik hingga holding tercermin pada konsentrasi kepemilikan BCA melalui Dwimuria. Struktur itu membuat perubahan pemegang saham langsung memengaruhi status pengendali terakhir di bank terbesar kapitalisasi pasar Indonesia.

Bambang Hartono mengingatkan soal transisi kekayaan lintas generasi

Kepergian Michael Bambang Hartono mengingatkan bahwa transisi aset holding senilai ratusan triliun rupiah membutuhkan pengesahan regulator. Surat OJK Juli 2026 menjadi bukti formal bahwa pengendalian BCA kini tertumpu pada satu nama di generasi berikutnya.

Optimaise News merangkum bahwa nilai per orang setara Rp 55 triliun jauh melebihi warisan pendiri UOB. Angka itu berasal dari valuasi saham BCA saja, tanpa memasukkan aset lain yang mungkin masih dalam holding.

Michael hartono dari generasi pendiri Djarum membangun Dwimuria sebagai kendaraan investasi yang mengunci mayoritas BCA. Kini empat anaknya memegang porsi yang sama rata, sementara saudara kandungnya menjadi pengendali tunggal resmi.

Tanya jawab seputar warisan saham Dwimuria
Berapa nilai saham yang diterima tiap anak Michael Bambang Hartono?
Masing-masing menerima porsi setara sedikitnya 2,93 miliar dolar AS atau sekitar Rp 55 triliun, berasal dari pembagian rata 49 persen saham Dwimuria menjadi 12,25 persen per orang.
Siapa yang kini menjadi pengendali terakhir BCA?
Robert Budi Hartono, setelah OJK menerbitkan surat 29 Juli 2026. Dwimuria tetap memegang sekitar 54,94 persen saham BCA yang kapitalisasinya sekitar 44 miliar dolar AS.
Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.