Jakarta, Optimaise News – VinFast Indonesia memosisikan unit listrik sebagai aset usaha lewat skema Rent-to-Earn yang digarap bersama Green SM. Di kampanye Drive Worry-Free GIIAS 2026, deposit Rp1 juta sudah cukup membuka akses ke model Green agar mitra langsung beroperasi di jalur transportasi.
Inti artikel
- VinFast Indonesia memosisikan unit listrik sebagai aset usaha lewat skema Rent-to-Earn yang digarap bersama Green SM
- Rinaldi Ramdani, Head of Training Department VinFast Indonesia, menempatkan Rent-to-Earn sebagai tulang punggung Drive Worry-Free
- Skema itu menargetkan konsumen yang ingin mengonversi unit menjadi penghasil pendapatan, bukan sekadar alat transport pribadi
Angka jaminan itu menjadi pintu masuk, sementara biaya sewa harian disesuaikan tipe kendaraan dan dikaitkan dengan potensi omzet harian driver. Optimaise News merangkum alur, dukungan pelatihan, serta jaring purna jual agar calon mitra UMKM menilai kelayakan kas harian sebelum menandatangani komitmen.
Rent-to-Earn digandeng Green SM di GIIAS 2026
Rinaldi Ramdani, Head of Training Department VinFast Indonesia, menempatkan Rent-to-Earn sebagai tulang punggung Drive Worry-Free. Skema itu menargetkan konsumen yang ingin mengonversi unit menjadi penghasil pendapatan, bukan sekadar alat transport pribadi.
Kolaborasi dengan platform Green SM menyusun jalur operasional harian agar mitra tidak dibiarkan sendirian setelah unit diserahkan. Pandu Erro Saputro, Head of B2B Car Partner & Collaborator Green SM, menekankan on-job training plus pendampingan rutin agar ritme kerja driver stabil sejak minggu pertama.
Lisa Wijaya, Deputy CEO for Sales & Network VinFast Indonesia, menegaskan pola serah terima yang sederhana: deposit Rp1 juta, lalu unit dibawa pulang. Tarif sewa harian berbeda antarmodel sehingga mitra bisa menyesuaikan proyeksi pendapatan dengan rute yang dijalani.
Nerio Green dan Limo Green siap dioperasikan
Dua pilihan utama yang disebut adalah Nerio Green dan Limo Green. Masing-masing punya struktur biaya sewa harian sendiri, sehingga operator mikro bisa menyesuaikan kapasitas penumpang dan jarak tempuh dengan target omzet.
Setelah deposit dibayar, unit dapat langsung dipakai untuk layanan transportasi. Pendekatan ini memangkas hambatan modal besar yang biasanya mengunci pengusaha kecil dari armada listrik baru.
Mitra disarankan menyusun perhitungan sederhana: selisih antara pendapatan kotor harian dan sewa harian, lalu cadangkan biaya operasional ringan. Pelatihan on-job membantu menekan kesalahan awal yang sering menggerus kas di bulan pertama.
Ekosistem Drive for Green tekan biaya harian
Program purna jual Drive for Green menyediakan free charging hingga tiga tahun di lebih dari 4.300 titik V-GREEN. Fasilitas itu mengurangi beban energi yang biasanya membebani operator harian.
VinFast juga menawarkan bebas biaya sewa baterai hingga dua tahun serta garansi nilai jual kembali hingga 80 persen. Kombinasi tersebut memberi jaring pengaman saat mitra ingin keluar dari skema atau merotasi armada.
Dukungan fisik ditopang jaringan lebih dari 40 diler beserta 100 bengkel resmi di Indonesia. Titik servis tersebar membantu menjaga uptime unit agar hari kerja tidak terpotong antrean perbaikan panjang.
Langkah praktis untuk mitra UMKM
Calon mitra memulai dengan memilih tipe Green yang cocok rute, menyiapkan jaminan Rp1 juta, lalu mengikuti alur serah terima yang dijelaskan tim sales. Setelah unit di tangan, jadwal on-job training dari Green SM dijalankan agar standar operasional harian konsisten.
Monitoring biaya sewa harian versus pendapatan transport menjadi kunci. Driver disarankan mencatat jarak, jam sibuk, dan frekuensi charge gratis di jaringan V-GREEN agar proyeksi bulanan tidak meleset.
Jika target omzet tercapai, unit berfungsi ganda: alat kerja sekaligus aset yang nilainya dilindungi garansi jual kembali. Pendekatan ini cocok untuk pelaku usaha mikro yang ingin masuk armada listrik tanpa menahan modal besar di muka.





