Veda Ega Pratama, rookie 17 tahun Honda Team Asia, finis posisi sembilan di Moto3 Inggris di Silverstone, Minggu 9 Agustus 2026. Meski masih belajar di kancah grand prix, ia sudah meraih finis 10 besar sembilan kali dari 12 balapan pertama musim ini.
Inti artikel
- Veda Ega Pratama, rookie 17 tahun Honda Team Asia, finis posisi sembilan di Moto3 Inggris di Silverstone, Minggu 9 Agustus 2026
- Meski masih belajar di kancah grand prix, ia sudah meraih finis 10 besar sembilan kali dari 12 balapan pertama musim ini
- Podium tertinggi tetap podium ketiga di Goiania, Brasil
Podium tertinggi tetap podium ketiga di Goiania, Brasil. Tiga balapan tanpa hasil top 10 datang dari dua kali gagal finis saat masih di grup depan, plus penalti long lap dan kesalahan di Balaton Park, Hongaria. Peringkat keenam klasemen dengan 97 poin tetap dijaganya. Optimaise News merangkum, konsistensi itu menjadi modal, sementara target podium masih terbuka untuk diperbaiki.
Perkembangan karir Veda sebagai pembalap Honda Team Asia
Veda bergabung di lini Honda Team Asia untuk musim perdana Moto3 2026. Status anak baru tidak menghalanginya mengumpulkan hasil positif hingga seri ke-12 di Inggris. Usia 17 tahun justru menempatkannya di fase learning curve yang ketat di paddock dunia.
Di Silverstone ia start dari posisi 15 setelah kualifikasi, lalu naik ke sembilan. Start bagus membawanya cepat masuk 10 besar dan sempat ikut grup tercepat sebelum insiden di depan memotong waktunya. Dari situ ia harus bertahan di grup kedua demi poin.
Bagi pembaca Indonesia, nama Veda jadi penanda bahwa jalur Asia ke Moto3 masih memberi ruang tampil. Konsistensi finis top 10 tanpa banyak podium menunjukkan fondasi kuat, tapi gap ke triumvirat depan masih harus ditutup lewat race craft di serangan akhir.
Detail finis per-race dan tren positif Veda
Berikut rekap posisi Veda sepanjang 12 balapan pertama Moto3 2026 berdasarkan data sumber yang dihimpun Optimaise News. Asterisk menandai posisi akhir yang naik karena lawan didiskualifikasi.
| Seri | Sirkuit | Start | Finis | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Buriram (THA) | 5 | 5 | |
| 2 | Goiania (BRA) | 9 | 3 | podium, naik 6 |
| 3 | COTA (USA) | 4 | GF | gagal finis |
| 4 | Jerez (SPA) | 17 | 6 (5*) | naik 11 |
| 5 | Le Mans (FRA) | 6 | 4 (3*) | naik 2 |
| 6 | Catalunya (CAT) | 20 | 8 (7*) | naik 12 |
| 7 | Mugello (ITA) | 12 | 8 | naik 4 |
| 8 | Balaton Park (HUN) | 9 | 16 | turun 7, penalti+error |
| 9 | Brno (CZE) | 20 | 5 | naik 15 |
| 10 | Assen (NED) | 7 | GF | gagal finis |
| 11 | Sachsenring (GER) | 13 | 8 | naik 5 |
| 12 | Silverstone (GBR) | 15 | 9 | naik 6 |
Sembilan finis 10 besar dari 12 race menegaskan tren stabil. Lonjakan progres besar di Brno dan Catalunya memperlihatkan recovery cepat setelah start jauh. Sebaliknya Assen dan COTA jadi pengingat risiko ketika masih berduel di depan.
Analisis konsistensi tanpa podium tambahan di sembilan top 10 itu menunjuk learning curve klasik: ia jarang keluar dari poin, tapi belum merutinkan serangan akhir untuk naik ke podium. Progres poin naik-turun dari race ke race tetap meninggalkan ruang pengembangan setup dan manajemen ban di sisa musim.
Kutipan manajer serta potensi perbaikan lanjutan
Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama menilai perkembangan Veda positif setelah Silverstone. “Veda membuat start yang sangat bagus dan dengan segera masuk ke posisi 10 besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Dia menjadi bagian dari grup tercepat dan tampil dengan baik, sayangnya beberapa insiden di depan memengaruhinya dan menyebabkan dia kehilangan cukup banyak waktu.” Lalu: “Sejak itu, tidak mudah untuk menutup jarak dengan grup terdepan, jadi dia harus bersaing di grup kedua untuk posisi sekitar 10 teratas.”
Insight praktis setelah 12 race: jaga frekuensi finis top 10 sambil perbaiki peluncuran ulang usai safety car atau red flag, serta kurangi margin error yang memicu long lap seperti di Hongaria. Target seri berikutnya tetap menutup jarak ke grup podium tanpa mengorbankan kestabilan poin.
Peringkat klasemen sementara di Moto3 2026
Dengan finis sembilan di Silverstone, Veda mempertahankan peringkat keenam sementara. Koleksi 97 poin membuat jarak ke peleton depan masih dikelola, meski dua rival rookie yang kuat untuk gelar rookie terbaik sempat terganggu di Inggris menurut rangkuman terkait.
Dua kali gagal finis saat bersaing di depan dan hasil 16 di Balaton Park menjadi penarik poin utama. Di sisi lain, podium Goiania plus finis top lima di Buriram, Jerez, Le Mans, dan Brno menahan posisinya di enam besar.
Implikasi untuk masa depan balap Moto3 Indonesia
Bagi ekosistem balap Indonesia, Veda menjadi wajah konsistensi di level Moto3. Sembilan kali 10 besar di 12 debut race memberi sinyal bahwa program Honda Team Asia bisa menopang pembalap lokal tanpa lonjakan prematur.
Potensi perpanjangan tren top 10 ini bisa memicu strategi development tim untuk sisa kalender: penajaman race simulation, komunikasi radio, dan target podium terukur di sirkuit yang cocok dengan gaya dia. Gap teknis ke pembalap senior di grup depan masih terlihat dari jarak yang sulit ditutup setelah insiden di Silverstone, sehingga fokus latihan on-track ke arah overtake dan pace high-fuel jadi prioritas.
Sintesis sederhana: konsistensi tinggi sudah ada; langkah berikutnya adalah mengubah sebagian finis top 10 menjadi podium tanpa merusak kestabilan 97 poin yang sudah digenggam.







