UEFA menegaskan tetap memboikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia 2026, meski Presiden Gianni Infantino resmi membatalkan proposal kontroversial penjualan saham turnamen tersebut. Badan sepakbola Eropa ini kehilangan kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Infantino setelah syarat-syarat tertentu tidak dipenuhi.
Inti artikel
- Badan sepakbola Eropa ini kehilangan kepercayaan penuh terhadap kepemimpinan Infantino setelah syarat-syarat tertentu tidak dipenuhi
- UEFA menekankan bahwa Piala Dunia bukan aset komersial untuk dijual
- Pernyataan resmi UEFA menyatakan asosiasi anggotanya telah kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap kepemimpinan Infantino
Ancaman boikot berlaku meski proposal bernilai sekitar 20 miliar dolar AS ditarik kembali setelah mendapat penolakan luas dari pejabat internal FIFA dan konfederasi lain. UEFA menekankan bahwa Piala Dunia bukan aset komersial untuk dijual.
Syarat UEFA yang Belum Terpenuhi
UEFA menegaskan syarat utama yang belum dipenuhi adalah penarikan kembali usulan penjualan kompetisi utama serta jaminan tak ada lagi upaya merusak citra sepak bola. Pernyataan resmi UEFA menyatakan asosiasi anggotanya telah kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap kepemimpinan Infantino.
Pernyataan hari Sabtu lalu menegaskan posisi tersebut tetap berlaku. Pengumuman kemarin bahwa beberapa orang di bawah Infantino setuju dengannya tidak mengubah situasi. Boikot tetap dilakukan.
Infantino Kehilangan Kepercayaan di Mata UEFA
Infantino membatalkan proposal setelah rapat darurat di Rabat, Maroko pada 5 Agustus 2026. Ia mengaku kesalahan soal rencana jual saham dan mengumpulkan petinggi untuk memulihkan persatuan.
Proposal yang sempat memisahkan bisnis turnamen ke anak perusahaan bernilai 20 miliar dolar AS malah memicu penolakan keras. UEFA menyebut Piala Dunia dibangun lintas generasi oleh pemain, tim nasional, dan pendukung, sehingga tidak boleh diperlakukan sebagai produk investasi.
Reaksi FIFA yang Klaim Infantino Masih Aman
FIFA menyatakan Infantino masih mendapat kepercayaan usai rapat di Rabat. Infantino sebelumnya bertekad memimpin selama empat periode berikutnya.
Proposal kontroversial melibatkan investor swasta, termasuk perusahaan asal New York yang didirikan Joshua Kushner. Keterlibatan itu membuat beberapa negara kehilangan dukungan sejak awal.
PSSI dan AFC Tetap Pendukung Infantino
PSSI melalui unggahan resmi di Instagram menegaskan dukungan penuh untuk Infantino sebagai Presiden FIFA 2027-2031. Konfederasi AFC menyatakan kecewa karena tidak diminta pendapat sebelum proposal diterbitkan.
Dukungan ini bertahan di tengah gelombang protes dari Eropa. Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan Maret 2027 di Rabat, dengan batas penyaluran November 2026.
Dampak Boikot UEFA terhadap Piala Dunia 2026
Boikot UEFA berarti tidak ada tim nasional Eropa yang ikut serta dalam turnamen tersebut. Ancaman ini mencakup 55 anggota konfederasi yang sepakat tidak berpartisipasi selama usulan tetap berjalan.
Infantino sempat absen di final Piala Dunia 2026 sebagai bentuk protes dari UEFA. Proposal yang dirancang tanpa konsultasi berarti kini ditarik kembali, tapi kepercayaan sudah hancur.
Timeline Singkat Krisis di FIFA
Proposal ditarik kembali pada 5 Agustus 2026 setelah penolakan luas. UEFA tetap tegas menolak karena Piala Dunia bukan untuk dijual. Dampaknya terasa jelas bagi federasi nasional seperti PSSI yang masih setia pada kepemimpinan Infantino.
Optimaise News pantauan menunjukkan boikot ini akan memengaruhi komersialisasi dan penyelenggaraan turnamen mendatang. Persatuan di dunia sepak bola masih bergantung pada keputusan akhir FIFA.







