Bandung, Optimaise News – Persebaya menggembirakan ribuan pendukung dengan mengalahkan Persib pada final Piala Presiden 2026 via adu penalti 6-5. Kemenangan ini diraih setelah pertandingan berlangsung ketat di venue resmi, di mana kedua tim sempat imbang 1-1 selama 120 menit permainan. Gol yang dicetak masing-masing pihak membuat suasana semakin tegang menuju babak perpanjangan waktu.
Inti artikel
- Persebaya menggembirakan ribuan pendukung dengan mengalahkan Persib pada final Piala Presiden 2026 via adu penalti 6-5
- Kemenangan ini diraih setelah pertandingan berlangsung ketat di venue resmi, di mana kedua tim sempat imbang 1-1 selama 120 menit permainan
- Gol yang dicetak masing-masing pihak membuat suasana semakin tegang menuju babak perpanjangan waktu
Optimaise News mencatat betapa dramatisnya jalannya babak ini, di mana setiap tendangan penalti membawa tekanan tinggi bagi kedua pelatih. Hadiah juara senilai Rp8 miliar kini menjadi milik Persebaya, sementara Persib harus pulang dengan tangan kosong meski sempat unggul pada bagian awal laga.
Momen Gol yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Ramadhan Sananta membuka skor bagi Persebaya di menit ke-20, memanfaatkan kesempatan dari serangan cepat timnya. Dua menit kemudian, Patricio Matricardi berhasil menyamakan bagi Persib melalui tendangan yang tepat sasaran. Namun, situasi berbalik drastis ketika Mariano Peralta diusir dari lapangan di menit ke-113, sehingga timnya hanya bertahan dengan 10 pemain di sisa laga.
Tebanan Adu Penalti yang Penuh Drama
Adjudicasi penalti menjadi penentu akhir dalam pertandingan yang sengit ini. Persebaya berhasil menang 6-5, dengan hanya satu kesalahan dari Yuran Fernandes. Sementara Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa gagal untuk Persib. Gledson Paixao menjadi pahlawan dengan tendangan penentu yang membawa kemenangan telak bagi timnya.
Francisco Rivera dan Pencapaian Tim Juara
Francisco Rivera dinobatkan pemain terbaik Piala Presiden 2026 berkat kontribusinya yang konsisten sepanjang turnamen. Kemenangan adu penalti ini menjadi bukti ketangguhan Persebaya, terutama setelah kehilangan pemain krusial karena kartu merah. Hadiah Rp8 miliar ini akan membantu tim dalam persiapan laga-laga selanjutnya di kompetisi domestik.
Bagi komunitas sepak bola Indonesia, pertandingan final ini menjadi pelajaran berharga tentang ketahanan mental di tengah tekanan. Persebaya kini kembali ke puncak dengan trofi berharga, sementara dukungan dari penonton di Gianyar semakin menyemangati tim untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.






