Serang, Optimaise News – Gianni Infantino masih aman posisinya sebagai Presiden FIFA. Laporan media Le Parisien menyebutkan belum ada gerakan nyata yang mengancam jabatannya meski ada kecaman luas dari kalangan sepakbola.
Inti artikel
- Gianni Infantino masih aman posisinya sebagai Presiden FIFA
- Laporan media Le Parisien menyebutkan belum ada gerakan nyata yang mengancam jabatannya meski ada kecaman luas dari kalangan sepakbola
- Infantino sendiri percaya bisa melanjutkan periode keempatnya di pemilihan berikutnya
Infantino sendiri percaya bisa melanjutkan periode keempatnya di pemilihan berikutnya. Pemilu Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada Maret 2027.
Infantino Yakin Lanjut Periode Keempat di Pemilu 2027
Presiden FIFA Gianni Infantino merasa siap bertarung kembali dalam pemilihan yang akan datang. Ia mengandalkan dukungan dari konfederasi luar Eropa untuk mempertahankan posisinya.
Optimaise News mencatat Infantino bahkan berani menjanjikan Maroko menjadi tuan rumah final Piala Dunia 2030. Janji itu dilihat sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat basis pendukungnya.
Figo Serang Infantino Soal Proyek Komersial yang Dibatalkan
Legenda sepakbola Portugal Luis Figo menyerang Gianni Infantino dalam surat terbuka yang dibagikan di Instagram. Figo menyebut Infantino telah berbohong dan memperkaya diri sendiri melalui rencana FIFA Forward Enterprise.
“Saya mencintai sepakbola sepanjang hidup saya. Saya adalah pemain profesional selama 20 tahun. Dan percayalah, saya telah bertemu dengan beberapa orang licik semasa saya bermain,” ujar Figo.
“Tetapi apa yang saya lihat dalam 10 hari terakhir adalah perilaku yang paling rendah, paling menipu, dan mementingkan diri sendiri yang pernah saya saksikan,” sambungnya. “Infantino telah merendahkan jabatan Presiden FIFA yang dia janjikan untuk diangkat. Dia telah berbohong, menipu, dan berupaya memperkaya dirinya sendiri dengan mengorbankan permainan yang seharusnya dia layani.”
Figo menambahkan Infantino sudah kehilangan dukungan dari staf senior dan bahkan penerima FIFA Peace Prize. “Sudah terlambat untuk menyelamatkan harga dirinya tetapi belum terlambat untuk menyelamatkan sepak bola. Dia harus pergi. Sekarang,” demikian Figo.
Statuta FIFA Siapkan Kongres Luar Biasa untuk Gugat Presiden
Statuta FIFA memang menyediakan mekanisme kongres luar biasa melalui Pasal 25. Syaratnya adalah minimal 20 persen asosiasi anggota mengajukan permintaan tersebut.
UEFA dianggap bisa krusial karena memiliki 26 persen hak suara. Namun hingga kini belum ada satu pun federasi Eropa, termasuk Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), yang mengajukan permintaan kongres luar biasa.
Infantino tetap percaya dirinya tidak akan tergoyahkan. Meski dukungan di Eropa diprediksi menyusut, mekanisme tersebut sulit terpenuhi tanpa dukungan UEFA yang solid.
Dukungan Luas dari CAF AFC CONCACAF Jaga Posisi Infantino
Dukungan mayoritas dari konfederasi non-UEFA menjadi kekuatan utama bagi Infantino. CAF, AFC, CONCACAF, dan Amerika Tengah-Tengah memberikan dukungan luas terhadap rencana ekspansi Piala Dunia dan format baru FIFA Club Piala Dunia.
Belgia, Polandia, dan beberapa federasi Eropa lain membahas kemungkinan mengusung kandidat alternatif seperti Alexander Čeferin, Nasser Al-Khelaifi, atau Dariusz Mioduski. Namun posisi Infantino dinilai masih sangat kuat berkat basis di luar Eropa.
Optimaise News mencatat ini membuat UEFA sulit membangun koalisi yang cukup kuat untuk menggulingkan petahana.
Rapat Darurat Casablanca dan Janji Piala Dunia 2030 di Maroko
Infantino menggelar rapat darurat di Casablanca untuk menggalang dukungan menuju Kongres FIFA 2027. Tindakan itu disinyalir sebagai upaya mengembalikan kepercayaan dari anggota federasi.
Janji tuan rumah final Piala Dunia 2030 di Maroko menjadi daya tarik tersendiri. Infantino ingin memperkuat ikatan dengan konfederasi Afrika yang menjadi salah satu pendukung terbesarnya.
Secara keseluruhan, posisi Gianni Infantino tetap kokoh meski menghadapi gelombang kritik. Dukungan dari luar Eropa dan mekanisme Statuta FIFA yang sulit dimanfaatkan menjadi faktor penentu dalam pemilihan Maret 2027 mendatang.







