Trisno PAS Band Meninggal Usai Berjuang Gagal Ginjal Stadium Lanjut

Trisno PAS Band meninggal dunia pada 1 Agustus 2026 setelah berjuang gagal ginjal stadium lanjut dengan fungsi organ hanya tersisa 5 persen. Ikuti kronologi.

Author Image

Dyah

Trisno PAS Band Meninggal Usai Berjuang Gagal Ginjal Stadium Lanjut

– Trisno, bassist PAS Band, telah berpulang pada 1 Agustus 2026 setelah menjalani perjuangan panjang melawan gagal ginjal stadium lanjut hingga fungsi organ tubuh tinggal hanya 5 persen. Kondisi yang parah itu disertai operasi otak dan perawatan intensif di ICU yang meninggalkan kenangan mendalam di kalangan musisi tanah air.

Inti artikel

  • Kondisi yang parah itu disertai operasi otak dan perawatan intensif di ICU yang meninggalkan kenangan mendalam di kalangan musisi tanah air
  • Kabar duka ini langsung menjalar di kalangan penggemar dan sesama anak musik
  • Trisno pasrah selama berbulan-bulan sebelum akhir yang tragis tiba

Kabar duka ini langsung menjalar di kalangan penggemar dan sesama anak musik. Trisno pasrah selama berbulan-bulan sebelum akhir yang tragis tiba.

Asal-Usul Kematian Trisno yang Meninggalkan Duka Besar

Optimaise News melaporkan bahwa pengamat musik Stanley Tulung menyebarkan kabar duka melalui grup percakapan. Ucapan yang dipakai adalah Innalillahi wa innailaihi rojiun disertai doa keluarga dan komunitas musik.

Sebagai cara resmi, unggahan Instagram @pasband.id menampilkan gambar hitam dengan emoji wajah menangis tanpa keterangan apa pun. Langkah ini langsung menjadi keprihatinan banyak pihak yang mengenang perjalanan Trisno sebagai bagian dari sejarah band era 1990-an.

Kronologi Detil Kondisi Kesehatan Trisno Menjelang Wafat

Kondisi fisik Trisno menunjukkan pembengkakan kaki dan tubuh yang semakin kurus sebagai tanda awal penurunan kesehatan. Kondisi tersebut berlangsung selama beberapa bulan sebelum akhirnya mendapat diagnosis medis yang akurat.

Meski sudah merasakan penurunan yang signifikan, Trisno menolak pemeriksaan dokter. Diagnosis kemudian menunjukkan gagal ginjal stadium lanjut yang membuat fungsi organ tinggal 5 persen sehingga memerlukan cuci darah untuk membantu sistem tubuh.

Di samping itu, ada dua sumbatan pembuluh darah di kepala yang berisiko menyebabkan stroke. Trisno menjalani operasi penghentian sembatan tersebut. Setelah operasi, pasra rawan kejang sehingga kunjungan dibatasi ketat oleh pihak keluarga.

Riwayat kesehatan sebelumnya juga mencakup masalah liver dan hipertensi yang turut memengaruhi kondisi keseluruhan. Perjalanan kesehatan ini mengalami kemunduran bertahap yang dilaporkan melalui beberapa narasumber sebelum mencapai titik akhir di usia dewasa.

Kontribusi Musik Terbanyak Trisno di PAS Band

Trisno berkontribusi dalam penciptaan dan perampungan lagu-lagu ikonik seperti Jengah, Permata yang Hilang, serta Aku hingga Malam Tetaplah Malam. Melalui bas-nya yang khas, ia membentuk identitas karater bunyi PAS Band di era 1990-an yang masih dicintai hingga kini.

Lagu-lagu itu bukan sekadar hit yang dihasilkan secara rutin melainkan menjadi ciri khas yang membedakan suara band dari generasi lain. Permainan bas Trisno memberikan nuansa dalam masing-masing lagu tersebut yang kemudian diwariskan sebagai legacy.

Ucapan Duka dari Rekan dan Para Penggemar

Drummer Sandy mengonfirmasi kondisi kritis melalui pesan pribadinya dan menceritakan kesedihan yang berat karena Trisno mengalami kejang-kejang pasca operasi saat menjenguk. Tradisi tos bersama Trinso di panggung kini menjadi kenangan yang terasa berat.

Stanley Tulung menyampaikan ucapan duka yang sama melalui grup percakapan. Para penggemar menyampaikan duka melalui berbagai komentar online yang turut menghibur komunitas musik tanah air di saat yang sama sulit.

Rencana Pemakaman Trisno PAS Band yang Dijadwalkan

Pemakaman jenazah Trisno dijadwalkan digelar di TPU Cikutra Bandung pada pagi Minggu 2 Agustus 2026. Pas Band bertekad mendoakan agar Trinso mendapat husnul khatimah di akhir hayatnya sebagai bentuk doa untuk perjuangan panjang.

Sandy diketahui akan turut hadir dalam upacara itu untuk memberikan penghiburan bagi para sesepuh musik yang kehilangan rekan sekaligus sahabat. Perjalanan Trisno sebagai bagian dari sejarah PAS Band akan terus diingat melalui warisan musik yang ia tinggalkan.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.