Sandy Ungkap: Trisno Alami Gagal Ginjal 5%, Meninggal di Usia 55

Trisno PAS Band meninggal dunia akibat gagal ginjal dengan fungsi hanya 5 persen di usia 55 tahun pada 1 Agustus 2026 setelah operasi otak. Sandy Pas Band.

Author Image

Dyah

Sandy Ungkap: Trisno Alami Gagal Ginjal 5%, Meninggal di Usia 55

Sandy Pas Band mengisahkan betapa tragisnya kondisi Trisno yang berjuang melawan gagal ginjal hingga fungsi hanya tersisa 5 persen, sebelum mengembuskan napas terakhir pada 1 Agustus 2026.

Inti artikel

  • Kabar duka ini disampaikan lewat unggahan di media sosial yang memuat cuplikan saat mendiang menjalani ibadah haji bersama rekan-rekannya
  • Sandy Pas Band meminta teman-teman untuk membaca Alfatihah dan memaafkan segala kesalahan almarhum
  • Optimaise News menyebarkan cerita ini sebagai refleksi dari industri musik Tanah Air

Kabar duka ini disampaikan lewat unggahan di media sosial yang memuat cuplikan saat mendiang menjalani ibadah haji bersama rekan-rekannya. Sandy Pas Band meminta teman-teman untuk membaca Alfatihah dan memaafkan segala kesalahan almarhum. Optimaise News menyebarkan cerita ini sebagai refleksi dari industri musik Tanah Air.

Keluhan Kepala yang Muncul Dua Minggu Sebelum Akhir

Keluhan kepala muncul dua minggu sebelum akhir dan menjadi keluhan pertama yang dilaporkan. Sandy Pas Band mengisakan bahwa pusing berat yang dialami Trisno saat menghabiskan waktu di kosan itu membuatnya beristirahat lebih lama.

Gejala ini dirasakan oleh Trisno beberapa hari sebelum kondisi memburuk drastis. Sandy Pas Band menjelaskan bahwa mungkin itu adalah respons tubuh terhadap penurunan fungsi ginjal secara perlahan selama berminggu-minggu.

Meski demikian, Trisno tetap melanjutkan kegiatan musik dan latihan karena komitmennya yang tinggi terhadap panggung. Pusing ini sering kali disertai kelelahan yang tak kunjung reda.

Gejala Kaki Bengkak yang Diabaikan dan Peringatan dari Ayah

Gejala Kaki Bengkak yang Diabaikan dan Peringatan dari Ayah
Ilustrasi gejala Kaki Bengkak yang Diabaikan dan Peringatan dari Ayah.

Gejala kaki bengkak yang muncul kemudian menjadi tanda waspadai menurut Sandy Pas Band. Peringatan ini diingatkan seperti mirip dengan kondisi ayah Trisno yang kehilangan karena masalah ginjal serupa.

Sandy Pas Band langsung memberikan petunjuk tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal, terutama saat sedang manggung, agar terhindar dari komplikasi serupa. Petunjuk itu datang karena pengalaman pribadi yang merasakan kehilangan yang sama karena penyakit ginjal.

Trisno masih berusaha tampil di panggung dan latihan meski status kritisnya tinggi. Sandy Pas Band menangis saat menyebut karakter jujur Trisno yang lebih memilih menyembunyikan sakitnya sendiri untuk tidak membebani rekan.

Langkah Berat ke Pemeriksaan di Rumah Sakit

Langkah Berat ke Pemeriksaan di Rumah Sakit
Ilustrasi Langkah Berat ke Pemeriksaan di Rumah Sakit.

Langkah berat ke pemeriksaan di rumah sakit melibatkan proses pembawaan yang dilakukan dengan usaha keras oleh teman-teman Trisno termasuk Sandy Pas Band. Kondisi yang menurun perlahan selama beberapa bulan membuat semua orang mencari cara untuk mendapatkan bantuan medis sejak dini.

Pemeriksaan menyeluruh dua minggu lalu mengungkap gagal ginjal dengan sisa fungsi organ hanya 5 persen. Hasil tersebut juga mengungkap indikasi gangguan liver yang sudah mulai terlihat sejak awal serta tekanan darah tinggi yang menjadi bagian dari masalah.

Tetapi Trisno menolak klarifikasi resmi dari dokter sehingga kesempatan untuk penanganan lebih awal terlewatkan. Sandy Pas Band mencatat bahwa keterlambatan ini yang membuat perjalanan menuju akhir lebih cepat.

Operasi Otak dan Turunnya Kondisi yang Menetap

Dokter menemukan dua sumbatan pembuluh darah di otak yang memerlukan operasi mendesak untuk mencegah risiko fatal lebih lanjut. Operasi berjalan lancar, tetapi pasca tindakan muncul kejang yang kemudian mengganggu kemampuan Trisno untuk beraktivitas normal.

Kondisi yang mengalami pasca operasi itu membuatnya naik-turun terus menerus dan tidak stabil. Trisno masih berusaha tampil di panggung dan latihan band di Subang meski kritis, menunjukkan dedikasi tanpa henti.

Upaya perubahan kondisi kesehatan tetap dilakukan meski dengan kesulitan besar. Sandy Pas Band menambahkan bahwa faktor ini menjadi bagian dari perjuangan yang sia-sia karena tidak ada intervensi dini.

Kenangan Emosional Sandy atas Sahabatnya yang Jujur

Sandy Pas Band memberikan kesimpulan emosionalnya dengan menangis sambil menyebut karakter jujur yang dimiliki Trisno. Sahabatnya itu lebih memilih menyembunyikan sakitnya sendiri daripada mengganggu lingkungan sekitar dengan masalah kesehatan.

Keberhasilan Trisno tetap tampil meski dalam kondisi kritis membuat Sandy Pas Band bangga atas ketegaran sahabatnya. Sandy Pas Band meminta semua pihak untuk membaca Alfatihah sebagai bentuk doa dan penghargaan atas perjalanan musik Trisno.

Dengan semua itu, duka ini mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui pemeriksaan rutin. Sandy Pas Band menekankan bahwa meski perjalanan singkat, kontribusi Trisno di dunia musik akan dikenang.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.